News Ticker

BERBALAS KRITIK ALA ELITE POLITIK

By Agus Khairi - Saturday, March 19, 2016
BERBALAS KRITIK ALA ELITE POLITIK



Gemar berbalas kritik sudah lekat dengan para elit politik di Indonesia dan kemudian tersebar luas di media masa dan media sosial. Hal ini kemudian sering menjadi trending topic yang ramai dibicarakan dan diulas di media cetak maupun elektronik. Seperti halnya dengan apa yang menjadi trending topic pekan ini, yaitu berbalas kritik antara Mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Presiden joko Widodo (Jokowi).
Hal ini bermula saat SBY menyampaikan kritik terhadap pemerintah di sela-sela pertemuannya dengan kader dan masyarakat di Pati, 16 maret 2016 dalam agenda Tour de Java Partai Demokrat. SBY mengkritik pemerintah yang sedang giat membangun infrastruktur di tengah ekonomi sulit seperti saat sekarang ini. Kritik juga sudah sering dilontarkan oleh Pak SBY terkait program pemerintahan Jokowi dan sikap para menteri yang gaduh di ruang public dengan perang pendapat di media. Dia kerap membandingkan keadaan sekarang ini dengan saat dia masih menjabat sebagai Presiden. Namun hal ini ditanggapi dengan santai oleh Presiden Joko Widodo tanpa menunjukkan sikap reaktif.
Namun beberapa hari ini ramai dibicarakan di media bahwa Jokowi menjawab kritik SBY dengan blusukan ke Mega Proyek Hambalang yang mangkrak. Seperti diketahui bahwa beberapa hari setelah kritik SBY terhadap pemerintah dilontarkan, Jokowi melakukan kunjungan ke Hambalang, Bogor, Jum’at, 18 Maret 2016 untuk meninjau proyek Pusat Olahraga yang mangkrak karena sedang bermasalah lantaran dana dikorupsi oleh beberapa elit. Dalam kunjungan tersebut juga ikut serta menteri terkait dan Staf Kepresidenan. Pada kesempatan itu Presiden Jokop Widodo menyampaikan keprihatinannya terkait dengan proyek yang menghabiskan uang triliyunan rupiah dari APBN.
Lantas kenapa blusukan sang Presiden ini dikatakan sebagai jawaban atas kritik SBY terhadap pemerintah? Tentu ini terkait dengan Megaproyek Hambalang yang sejatinya dilakukan pada saat pemerintahan SBY namun belakangan mangkrak sampai sekarang karena anggarannya dikorupsi secara berjamaah dan kasusunya sedang ditangani oleh KPK dan pihak yang berwenang. Dengan mengemukanya kembali Kasus Hambalang maka secara langsung ini menunjukkan kinerja Sang Mantan Presiden (SBY) pada saat menjabat dulu dan tak urung menjadi pukulan telak baginya.

Kritik dijawab dengan kerja. Demikianlah ungkapan yang lekat dengan Presiden Jokowi di kala didera dengan banyak kritik baik dari legislatif maupun elite politik. Dengan ditunjukkannya kekurangan orang yang memberikan kritik semoga bukan berarti Presiden Jokowi anti kritik. Pun demikian dengan yang sering melontarkan kritik, tidak hanya dengan kata-kata saja tetapi dengan solusi yang dapat diterapkan dengan kondisi kekinian. Penting untuk melihat kinerja sendiri agar tidak menjadi alat untuk dierang balik oleh orang yang dikritik.            

Tags: