News Ticker

LITERASI DI TENGAH DIGITAL CITIZEN

By Agus Khairi - Saturday, March 26, 2016
LITERASI DI TENGAH DIGITAL CITIZEN

Ledakan jumlah digital citizen sudah tidak bisa dibendung lagi menyusul perkembangan perangkat teknologi informasi (IT) berbasis digital yang kian pesat. Perkembangan perangkat IT ini juga didukung dengan semakin berkembangnya provider paket data dengan layanan yang semakin terjangkau untuk bisa mengakses layanan internet. Tak dipungkiri dengan adanya layanan ini sudah membuka ruang komunikasi yang luas sampai ke pelosok-pelosok. Ini ditunjukkan dengan julah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 82 juta orang dan Indonesia menempati peringkat ke-8 pengguna internet terbanyak di dunia (Sumber: https://kominfo.go.id)
Semakin mudahnya akses terhadap dunia digital berupa internet atau sering disebut dengan dunia maya sudah menciptakan suatu masyarakat yang berinteraksi di dunia digital. Sehingga masyarakat ini disebut dengan digital citizen, yaitu orang-orang yang melakukan kegiatan di dunia digital (internet) dalam bentuk blog, sosial media, email melalui perangkat Komputer Personal (PC), Laptop, Tablet dan HP. Menurut  Mossberger dkk, (Isin & Ruppert, 2015) digital citizen didefinisikan sebagai orang yang menggunakan internet secara rutin (regularly) dan efektif (effectively) dalam kesehariannya. Sederhananya adalah orang yang berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubngan dengan dunia digital bisa disebut digital citizen. Dalam bahasa sehari-hari digital citizen lebih popular disebut dengan netizen.
Untuk dapat berpartisipasi di dunia digital (internet: media sosial, blogging, e-mailing, dll) selain menggunakan perangkat yang bisa terhubung dengan dunia tersebut tentunya orang juga harus punya kemampuan untuk masuk dan beraktifitas di dalamnya. Kemampuan inilah kemudian yang disebut dengan literasi digital (digial literacy), yaitu pemahaman tentang bagaimana menggunakan beberapa perangkat digital baik hardware maupun software (search engine dll). Kemampuan ini mutlak diperlukan agar seseorang bisa memanfaatkan apa yang tersedia di dunia digital dan juga agar tidak disebut sebagai orang yang GAPTEK (gagap teknologi) yang mengacu kepada orang yang tidak bisa menggunakan perangkat digital.
Melihat data yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menyebutkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 82 juta orang maka bisa dikatakan sudah banyak masyarakat yang melek internet. Namun, apakah digital citizen dengan jumlah tersebut sudah bisa mendapat manfaat besar dari dunia digital dalam hal interaksinya dengan netizen yang lain? Ataukah literasi digital masih sebatas digunakan untuk bersosialisasi di jejaring sosial saja, untuk bersenang-senang atau sarana hiburan saja?
Tentunya literasi digital masih bisa dikembangkan ke arah yang jauh lebih bermanfaat dari sekedar untuk bersenang-senang saja. Sangat memungkinkan literasi digital diarahkan untuk literasi dalam arti sesungguhnya yaitu keberkasaraan, mambaca dan menulis. Membaca pengetahuan apa saja yang bermanfaat dari dunia digital kemudian dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga haknya dengan menulis, dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang menghasilakn sebuah karya yang bermanfaat dari sekedar menulis status galau, narasi dan deskripsi tentang sesuatu yang sedang terjadi (update).
Melihat perkembangan saat ini dunia digital menjadi tempat mencurahkan segala apa yang terjadi di dunia nyata oleh para netizen. Sangat mengejutkan kadang melihat tulisan dari para netizen di media sosial begitu panjang dan berisi, yang mana dalam keseharinnya hal tersebut tidak terlihat. Inilah yang penulis maksud kemudian dengan literasi bisa diarahkan dan dikembangkan melalui dunia digital. Dan penulis percaya kita sudah mulai mengarah ke arah itu.
Perkembangan Literasi di tengah Digital Citizen menunjukkan kemajuan yang pesat, hal ini didukung oleh tersedianya bahan bacaan yang banyak sekali di internet. Media cetak sudah mulai mengembangkan diri ke arah media digital, tak terkecuali media-media cetak besar skala nasional. Munculnya para jurnalis untuk media digital dan para blogger merupakan bukti akan majunya literasi digital pada masa sekarang ini. Tersedianya berbagai media sosial juga akan bisa mendukung perkembangan literasi ke depannya.
Harapannya dengan pesatnya perkembangan literasi di dunia digital harus tetap diabadikan dalam karya nyata dalam bentuk karya CETAK yang tentunya bisa menjangkau lebih luas lagi masyarakat yang sesungguhnya perlu ditingkatkan literasinya untuk menghadapai kemajuan zaman dan perkembangan dunia saat ini.