News Ticker

Surat untuk Ayah dan Bunda di Syurga

By Agus Khairi - Friday, May 6, 2016
Surat untuk Ayah dan Bunda di Syurga
Penulis: Nasifatul Fajriati

Malam ini langit begitu sepi. Tak ada bulan dan bintang yang menghiasi. Sama seperti suasana hatiku yang hampa. Aku teringat pesan Bunda: "Nak, ketika kamu merasa kesepian dan bersedih dirikanlah Shalat dan Bacalah Al-Qur'an karena saat kamu melakukannya hatimu akan tenang". Pesan Bunda yang satu ini tak akan pernah aku lupakan. Walaupun Bunda telah dipanggil Tuhan, aku yakin Bunda pasti bahagia di sisi-Nya.
Ketika aku berusia 6 tahun, Ayah dan Bunda mengalami kecelakaan saat pulang dari rumah sakit. Waktu itu, bunda memeriksa kandungan yang masih berusia 6 bulan. Ayah dan Bunda bergegas pulang karena ingin memberikan kabar gembira untuk ku. Saat itu aku mendengar Bunda sangat bahagia ketika berbicara di telpon dan menceritakan tentang perkembangan kesehatan Bunda dan calon adikku. "Sayang, Alhamdulillah bunda dan Adikmu sehat. Perkembangannya semakin pesat. Kini bunda bisa merasakan gerakan-gerakan kecil dari Adikmu" kata Bunda yang terdengar sangat bahagia. Aku pun sangar bersyukur atas kabar gembira itu.
Saat itu, Ayah membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hilang kendali dan tabrakan tak bisa dihindari. Ayah yang berusaha menghindari mobil itu banting stir hingga menabrak pembatas jalan. Ayah meninggal di rumah sakit karena luka yang parah di kepala. Bunda di ruang ICU dan mendapat perawatan yang intensif dari dokter. Ketika dokter keluar dari ruang ICU ia mengatakan "Maaf nak, bapak dan ibu mengalami pendarahan yang hebat sehingga saat ini keadaannya sangat kritis" kata dokter tersebut kepada kakek dan nenek. Aku yang saat itu masih sangat kecil,tidak tahu apa yang dimaksud dokter hanya bisa menangis. "Ayah telah dipanggil Allah lalu apakah Bunda akan dipanggil juga?" tanyaku dalam hati. Setelah beberapa jam, Bunda dinyatakan meninggal. Aku yang saat itu mendengar perkataan dokter langsung berlari menuju jasad Bunda.
Semenjak Ayah dan Bunda meninggal, Aku tinggal di rumah kakek dan nenek. Sekarang usiaku sudah 17 tahun, yang mana mana 11 tahun yang lalu aku sudah tidak mempunyai Ayah dan Bunda lagi. Tapi,Kasih sayang Ayah dan Bunda masih ku rasakan lewat kakek dan nenek.
Tapi entahlah, malam ini aku sangat merindukan Ayah dan Bunda. Malam ini aku akan menulis surat untuk Ayah dan Bunda di syurga.

"Ayah, Bunda, Dina sangat merindukan kalian. Dina ingin bertemu kalian meski sebatas di dalam mimpi. Ayah, Bunda, Dina tahu disana kalian pasti sangat bahagia karena berada di sisi Tuhan. Ayah,Bunda, sampaikan terimakasih Dina kepada Tuhan karena telah mengirimkan Ayah dan Bunda terbaik untuk Dina. Di sini Dina bahagia bersama kakek dan nenek. Dina menyayangi kalian."

Tags: