News Ticker

The Sticky Note(s)

By Agus Khairi - Monday, July 23, 2018 4 Comments

“Jangan biarkan karya-karya yang bisa mengubah dunia terpendam dalam peti”

Safa Lasabuda

Pagi ini merupakan awal pekan ke-2 dari tahun pelajaran 2018/2019 sejak dimulai minggu kemarin. Memulai kelas pagi ini Saya sudah bersiap dengan satu buku kumpulan cerpen untuk kegiatan 15 menit membaca. Karena keterbatasan buku ini maka kegiatan pagi ini diisi dengan membaca nyaring (reading aloud).

Salah seorang siswa yang saya pilih secara acak dengan menyebutkan nomor absen 15 yang kebetulan juga ketua kelas maju untuk membcakan cerita di depan kelas. Sementara siswa yang lain mendengarkan. Loid, begitu sapaan sang ketua Kelas ini, membaca cerita denvgan cukup ekspresif. Beberapa percakapan dalam cerita ditirukannya seperti layaknya orang berbicara. Sontak, ini membuat siswa yang lain terpusat perhatiannya pada cerita. Berhasil, demikian saya bergumam melihat ekspresi sang pembaca dan siswa yang mendengarkan. Hasilnya, kegiatan 15 menit membaca molor sampai setengah jam karena menuntaskan satu buah cerita pendek.

Isi cerita pada cerpen ini sangat tepat untuk memompa semangat kelas 9 yang tentunya pada tahun ini akan menyelesaikan masa belajarnya di jenjang Madrasah Tsanawiyah. Karena bercerita tentang seorang gadis yang bisa kuliah ke luar negeri karena mimpi-mimpinya yang dia tuliskan di atas sticky note. Melihat siswa yang bingung dengan sticky note saya langsung mengambil satu bungkus sticky note yang kebetulan tersedia di tas punggung saya. Kemudian saya tunjukkan sticky note dan menjelaskan apa kegunaanya sesuai dengan isi cerita. Setelah siswa paham, ditandai dengan beberapa siswa manggut-manggut, baru kemudian cerita dilanjutkan sampai selesai.
Saya tidak menyia-nyiakan antusias siswa yang begitu tinggi mendengar cerita tadi. Untuk lebih menanamkan pemahaman tentang cerita dan isinya, saya meminta siswa untuk meringkas cerita dan menceritakan kembali.

Walaupun malu-malu untuk membacakan, paling tidak, saya melihat banyak siswa yang sudah menuliskan ringkasan di buku catatannya.
Berharap awal yang bersemangat ini bisa memantik semangat tanpa kendor sampai akhir tahun pelajaran ini.
SEMOGA.    


4 comments to ''The Sticky Note(s)"

ADD COMMENT
  1. Jadi ingat waktu Sd, saya suka malu kalau disuruh berbicara di depan kelas. Semoga bapak bisa memberikan pembelajar yang baik dan membentuk karakter yang baik pula buat para siswanya. Zaman sekarang rasanya sulit sekali mencari guru yang memang peduli pada perkembangan setiap siswanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengupayakan hal ini melalui jalan LITERASI sehingga dapat manfaat ganda, membiasakan membaca sekaligus juga memberikan pengetahuan melalui sisi cerita 😊

      Delete
  2. Dan kegiatan seperti ini tidak ada waktu saya sekolah dulu. Beruntungnya pelajar masa kini. Di usia saya yang sekarang berliterasi harus dilakukan dengan motivasi yang kuat, kalo ngga si alasan mulu ga kelar baca dan ga kelar nulis hahahaha.
    Ah andai bisa balik zaman dulu saya mau ada kegiatan 15 menit membaca :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga generasi ke depan bisa lebih baik dari kita. Dan tugas kita sekarang untuk menyiapkannya

      Delete

Tinggalkan jejak di sini