Category 7

News Ticker

Latest Posts

SAYUR SEMBALUN UNTUK LOMBOK UTARA

- Sunday, September 30, 2018 1 Comment
Bukit Selong
Gempa yang mengguncang Lombok pada akhir Juli dan awal Agustus lalu cukup memberikan luka yang mendalam bagi warga Lombok. Baik yang terkena dampak langsung maupun yang ikut merasakan gempa di sekitar Lombok. Sontak semua perhatian tertuju kepada Lombok, masyarakat nasional memberikan perhatian yang banyak untuk Lombok, bahkan masyarakat internasional pun tidak ketinggalan. Melalui mitra lokal di Indoensia, masyarakat internasional memberikan apa yang mereka bisa berikan untuk masyarakat Lombok. Sungguh menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kami masyarakat Lombok melihat bantuan dan perhatian yang begitu luas dari berbagai penjuru. Dukungan materil maupun moril mengalir deras ke bumi Sasak.
Bantuan yang datang dari daerah lain yang tidak terkena dampak gempa memang luar biasa berarti. Namun bagaimana bila sesame korban gempa memberikan bantuan kepada saudaranya yang lain. Ini terlihat saat gempa ke dua yang mengguncang Lombok Utara. Yang sebelumnya daerah Lombok Timur utamanya Kecamatan Sambelia dan Sembalun menjadi daerah yang paling parah terkena dampak gempa. Di saat bantuan sembako dan keperluan lain mengalir deras dari daerah-daerah lain ke Lombok Utara, masyarakat Sembalun yang lebih dulu terkena guncangan gempa justru tidak mau ketinggalan. Menyadari kebutuhan sayuran di Lombok Utara sangat tinggi sementara ketersediaan tidak banyak, saat itulah Masyarakat Sembalun berbuat untuk saudara-saudara mereka yang di Lombok Utara. Karena daerah Sembalun merupakan penghasil sayur maka bantuan untuk korban gempa di Lombok Utara berupa sayur-mayur diberangkatkan dari Sembalun.
Tindakan ini tentunya menjadi luar biasa mengingat Sembalun juga tidak lama sebelum itu sudah diguncang gempa. Namun masyarakat Sembalun tidak lantas berdiam diri dan berpangku tangan melihat saudara mereka yang mengalami nasib sama. Apa yang mereka punya saat itu adalah sayur-mayur dan sangat dibutuhkan saat itu. Korban gempa membantu korban yang lain dengan apa yang mereka punya. Tentunya ini lahir dari rasa empati dan senasip sepenanggungan mereka karena sama-sama merasakan bagimana dampak bencana gempa yang mereka alami. Sungguh luar biasa rasa empati masyarakat Sembalun kepada Masyarakat Lombok Utara yang sama-sama terkena gempa. Pemandangan yang semakin meyakinkan bahwa Lombok bisa bangun kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. SEMOGA.  

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

SORE DI DERMAGA TANJUNG LUAR

- Saturday, September 29, 2018 4 Comments

Kabupaten Lombok Timur memang dianugerahi banyak pantai dan pesisir yang secara tidak langsung menjadi pintu keluar-masuk ke bagian timur. Baik ke Pulau Sumbawa maupun ke wilayah Propinsi NTT. Wilayah yang berada di pesisir laut inilah membuat Lombok Timur mempunyai beberapa dermaga baik yang masih aktif maupun tidak aktif. Salah satu dermaga yang tidak lagi aktif untuk penyebrangan adalah Dermaga Tanjung Luar. Dermaga ini terletak di Desa Tanjung Luar kecamatan Keruak. Dermaga satu ini sekarang lebih banyak digunakan sebagai tempat memancing bagi masyarakat sekitar maupun yang berasal dari kecamatan lain di Lombok Timur.
Selain itu, Dermaga ini juga sering menjadi tempat untuk menikmati sore karena suasananya yang teduh saat sore hari. Di sekitar dermaga juga terdapat pantai yang bagus untuk menikmati suasana sore hari. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang menikmati suasana sore bersama teman dan keluarga. Bahkan beberapa kali saya dan teman-teman menikmati bulan purnama di dermaga ini. Daerah sekitar dermaga ini banyak dipenuhi perahu nelayan yang ditambatkan pada sore hari karena sebagian besar penduduk tanjung Luar adalah nelayan.
Melihat potensi yang ada untuk wisata ini, menggerakkan pemuda yang ada di desa ini untuk mengembangkan kawasan dermaga ini mejadi daerah tujuan wisata. Pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) kemudian mulai menghias pantai di dekat dermaga ini menajadi kawasan yang instagramable. Ini dilakukan demi memenuhi hasrat masyarakat akan tempat swafoto yang bagus untuk dipajang di media sosial. Dengan bahan sebagian besar dari bambu, tempat yang dulunya hanya pantai biasa di pinggir dermaga kini berubah menjadi tempat yang menarik untuk mengambil foto. Beberapa titik swafoto disiapkan oleh pengelola untuk menarik pengunjung. Hanya dengan membayar uang masuk sekaligus parkir sejumlah dua ribu rupiah kita bisa menikmati seluruh bagian yang ada di kawasan ini. Selain itu juga, dengan adanya kawasan wisata ini, sudah mulai bermunculan tempat kuliner yang menyediakan masakan khas laut. Dengan demikian kawasan ini cocok sekali untuk dikembangkan terus untuk menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6            

MENIKMATI MATAHARI TERBIT DI PANTAI LABUHAN HAJI

- Friday, September 28, 2018 5 Comments

Pantai Labuhan Haji merupakan pantai yang sangat populer di Lombok Timur. Sejak dulu pantai ini selalu ramai dikunjungi terutama hari minggu. Pantai ini terbilang sangat disukai oleh kalangan masyarakat bawah sampai menengah dan atas. Garis pantai yang panjang dan ombak yang tidak begitu besar membuat anak-anak bisa bermain dengan leluasa. Pantai ini memang sangat representatif untuk liburan keluarga.
Seiring perkembangan daerah Labuhan Haji yang dibangun dermaga dengan tujuan dikembalikan fungsinya seperti dulu. Disebut Labuhan Haji karena dulu digunakan sebagai dermaga untuk pemberangkatan jemaah calon haji dari jalur laut. Sejak dibangunnya dermaga membuat pantai ini semakin ramai dikunjungi, tidak hanya di hari minggu saja atau hari-hari besar. Tapi juga hari-hari lain terutama sore hari ramai diikunjungi oleh masyarakat tua dan muda. Ditambah lagi dengan banyaknya penjual kopi dan makanan ringan di sekitar pantai. Dengan adanya jalan yang dibuka di pinggir pantai menambah kemudahan masyarakat untuk keluar masuk pantai.


Salah satu yang membuat pantai labuhan haji ini popular di masyarakat adalah sunrises yang begitu indah. Tidak heran pantai ini pada pagi minggu ramai dikunjungi oleh muda-mudi untuk menikmati matahari terbit. Tidak hanya itu masyarakat yang mebawa keluarga juga banyak yang berkunjung ke pantai ini. Matahari terbit bisa dinikmati di sepanjang pantai maupun di dermaga. Namun untuk bisa masuk ke dermaga pengunjung dikenai retribusi dua ribu rupiah untuk masing-masing sepeda motor yang masuk. Di pantai ini kita leluasa menikmati matahari terbit dari ufuk timur sembari menikmati suasana pantai yang indah saat pagi hari. Selain itu juga kita bisa menyaksikan kegiatan nelayan pada pagi hari baik yang menggunakan perahu maupun yang memancing sejak semalaman.



Selain sebagai tempat menikmati matahari terbit, pada sore hari kita juga bisa menikmati suasana pantai labuhan haji yang tenang. Banyak pengunjung yang bersantai menikmati pantai dengan duduk di pasir sambil menimati kopi. Selain itu juga kita bisa menikmati wisata kuliner khas laut yaitu ikan bakar di sentra kuliner yang telah disediakan. Selain bisa menikmati langsung di tempat secara lesehan, pengunjung juga bisa membeli untuk dibawa pulang. Tentu menikmati di tempat akan lebih nikmat dengan sajian sambal tomat dan nasi panas. Sebagai tujuan wisata yang murah meriah, kawasan pantai labuhan haji terus dikembangkan dari segi infrastruktur jalan menuju kawasn sepanjang pantai. Sehingga ini akan berdampak bagi pengembangan kawasan dan peningkatan ekonomi di wilayah Desa labuhan Haji sendiri. Dengan modal garis pantai yang panjang, dermaga yang luas dan pemandangan matahari terbit yang indah, tidak menutup kemungkinan labuhan haji akan menjadi tempat wisata yang makin maju ke depannya. Tinggal kemauan pemerintah untuk mengembangkan dengan konsep yang terarah dan tentunya dijaga kebersihannya sehingga tidak kena penyakit seperti kebanyakan lokasi wisata lainnya, yaitu sampah. SEMOGA.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6           

BUKIT INSTAGRAMABLE DI SEMBALUN: INSPIRASI

- Thursday, September 27, 2018 No Comments
 

Berawal dari informasi di Group WA para Pegiat Pariwisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), nama Bukit Inspirasi dipromosikan oleh seseorang yang berasal dari Sembalun. Dari informasi tersebut, saya juga melihat gambar-gambar yag ditampilkan melalui titik-titik swafoto yang ada. Menarik sekali, karena ada tempat swafoto yang berada di atas pohon dan menghadap tebing. Sepintas ini mengingtakan saya pada obyek wisata Kali Biru di Jawa yang cukup terkenal dan instagramable. Sayangnya, saya belum pernah ke Kali Biru itu, hanya melihat dari instagram teman yang pernah ke sana.

Bukit inspirasi terletak di desa Sembalun Lawang, satu jalur dengan pos pendaftaran pendakian ke Rinjani. Di pintu gerbang masuk pendakian Rinjani kita melalui jalan raya dan kemudian belok kiri memasuki kawasan kebun penduduk. Jalan yang dilalui masih berupa jalan tanah namun cukup besar karena bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Harus berhati-hati di jalan ini karena masih banyak bebatuan kecil. Jangan lupa menggunakan masker agar terhindar dari debu jalan, apa lagi saat musim kemarau. Tidak perlu khawatir akan tersesat karena penunjuk arah sudah banyak terpasang sampai lokasi parkir.

Tiba di area parkir yang merupakan tanah lapang yang kalau musim hujan dijadikan tempat bercocok tanam. Ketika melihat lokasi bukit Inspirasi ini, cukup membuat nyali ciut bagi yang tidak pernah naik bukit. Pasalnya, jalur yang akan dialalui cukup terjal walaupun sudah ada anak tangga. Bagi yang tidak terbiasa akan membuat nafas tersengal sampai atas. Namun semuanya akan terbayar setelah samapi atas, memandang ke bawah membuat kita takjub melihat pemandangan ari ketinggian ini. Hamparan perkebunan tadah hujan dan perbukitan tersaji dengan indah, akan lebih indah lagi saat musim hujan dengan hamparan hijau di mana-mana. Di kejauhan kita bisa menyaksikan Rinjani yang kokoh berdiri, akan beruntung jika tidak tertutup kabut saat siang hari.

Ada beberapa titik swafoto yang tersedia di bukit ini, dua favorit saya adalah bentuk kepala perahu dan rumah pohon. Berdiri di ujung perahu ini, saya membayangkan seperti di film-film yang ada adegan perahu terbangnya. Tempat ini cukup tinggi dibandingkan dengan tempat-tempat swafoto yang lainnya. Tempat ke dua adalah pohon yang dipasangi papan melingkar di sekitarnya, kita harus menaiki beberapa anak tangga untuk dapat sampai di papan ini. Mengambil foto di sini bisa kita gunakan latar pemandangan di bawah bukit, kemudian bukit di kejauhan dengan pepohonan yang tidak terlalu lebat. Tinggal mengatur sudut yang bagus agar mendapatkan foto yang menarik dan terkesan berada di ketinggian. Selain yang dua ini terdapat beberapa titip tempat swafoto yang menarik, namun saya tidak mencobanya karena pada saat ke sana masih dalam tahap penyelesaian. Berharap bukit Inspirasi ini juga menjadi daya tarik wisata di Sembalun dan berkembang seperti bukit-bukit yang lain. Terlebih untuk mempercepat masa pemulihan pasca gempa. SEMOGA.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6  

BUKIT INSTAGRAMABLE DI SEMBALUN: TANGKOK

- Wednesday, September 26, 2018 No Comments


Pada bagian dua ini saya akan membahas satu lagi bukit yang instagramble di Sembalun. Bukit ini bernama Bukit Tangkok, lokasinya tidak jauh dari Bukit Selong, bahkan masih satu kawasan. Jalan masuknya pun sama yaitu melewati perkampungan yang dilalui saat ke Bukit Selong. Bedanya adalah ketika sudah melewati perkampungan kita akan memnemukan persimpangan di kebun bambu, yang ke kiri menuju Bukit Selong dan ke kakan menuju Bukit Tangkok. Jalan yang dilalui pun cukup menarik saya rasa karena melalui beberapa rumpun bamboo yang sengaja dipagari oleh bamboo kering dan kecil-kecil oleh pemilik kebun. Pagar bamboo ini mengitari tiap rumpun bambu yang tumbuh dan makin menambah keindahan jalan yang dilalui.


Ada tiga titik swafoto yang disediakan di Bukit Tangkok yaitu, lantai berbentuk jantung, kemudian daun pintu dan yang paling atas adalah sepasang ayunan. Semua titik swafoto ini mengambil latar persawahan di pinggir perkampungan yang ada di Sembalun Lawang. Ketinggian bukit ini tidak setinggi bukit Selong namun masih memberikan pemandangan petak-petak sawah yang indah di bawahnya.


Pada saat baru sampai di punggung bukit tedapat titik swafoto yang pertama adalah lantai berbentuk jantung yang terbuat dari bambu dengan cat warna merah. Lantai cukup untuk beberapa orang mengambil foto. Dari lantai berbentuk jantung ini, kita disuguhkan hamaran petak sawah yang indah dan luas dan berbatasan dengan perbukitan. Sangat cocok untuk menjadi latar swafoto sendiri maupun kelompok. Selain itu juga, bagian bawah bukit masih ditutupi oleh pohon bambu walaupun tidak begitu rimbun.


Titik swafoto yang ke dua adalah berupa pintu lengkap dengan daun pintu. Dari ketiga titik swafoto ini titik inilah yang paling saya suka. Begitu bermakna bisa berfoto di titik ini apalagi dengan pasangan. Pemandangan yang disajikan di titik ini tidak terlalu jauh berbeda dengan lantai berbentuk jantung tadi. Hanya saja tempatnya yang lebih tinggi, sehingga hamparan petak sawah tentunya sedikit berbeda ukuran kenampakannya. Titik swafoto selanjutnya, yang letaknya paling tinggi adalah sepasang ayunan yang cukup romantis bagi saya. Pemandangan yang disajikan pun tidak jauh berbeda yaitu petak sawah dan perbukitan. Secara keseluruhan bukit Tangkok merupakan tempat yang indah untuk foto dengan tiga titik swafoto yang sangat menarik.   


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

BUKIT INSTAGRAMABLE DI SEMBALUN: SELONG

- Tuesday, September 25, 2018 No Comments

Selain memiliki obyek wisata berupa bukit yang cukup tinggi dan mengharuskan untuk pendakian, ada juga bukit yang tidak terlalu tinggi sebagai obyek wisata di Sembalun. Setidaknya ada empat bukit yang terkenal dan menjadi tempat foto yang instagramable. Tidak jarang bukit ini dijadikan sebagai tempat untuk pengambilan foto pre wedding bagi pasangan yang berasal dari sekitar Lombok. Empat bukit tersebut adalah Bukit Selong, Bukit Tangkok, Bukit Inspirasi dan Bukit Cinta.

Bukit Selong


Bukit Selong terletak di pinggiran Desa Sembalun Lawang. Untuk sampai di bukit ini kita harus melewati perkampungan penduduk setelah masuk dari jalan raya. Jalan kampung ini hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat saja. Jadi tidak perlu khawatir kalau membawa mobil kita bisa langsung sampai pintu masuk. Untuk bisa masuk kawasan ini kita harus membayar tiket masuk lima ribu rupiah untuk satu orang pengunjung. Harga yang sangat murah bagi kawasan yang cukup indah dinikmati dan dijadikan lokasi foto.


Keistimewaan bukit Selong dibanding dengan bukit yang lain adalah kita bisa melihat rumah Suku Sasak pada zaman dahulu. Kawasan rumah tradisional ini terletak di sisi kiri perjalanan menuju bukit Selong. Bahkan rumah tradisional ini bisa menjadi latar pengambilan foto yang menarik. Selain itu, setelah turun dari bukit Pergasingan kita bisa menikmati langsung keindahan rumah tradisional yang berjejer rapi. Dan juga bisa melihat langusng bahan-bahan yang digunakan untuk embangun rumah tradisional tersebut.




Keunggulan selanjutnya adalah pemandangan yang disajikan dari atas bukit ini adalah petak sawah yang terhampar rapi di bawah bukit Pergasingan. Inilah latar foto paling favorit di antara para pengunjung. Selain itu juga, di bagian yang lebih tinggi terdapat tiga tempat foto yang menarik. Lantai yang berbentuk bintang yang menghadap ke bukit Pergasingan yang menyajikan pemandangan hamparan sawah dengan batas bukit Pergasingan dari sudut pandang yang lebih tinggi. Dua lokasi swafoto berikutnya adalah sebuah pohon yang dibuatkan lantai segi empat mengelilinginya dan satu bentuk bangun ruang bintang tanpa sisi yang berdiri. Pemadangan yang bisa dilihat dari titik ini adalah kawasan perkampungan yang kita lewati ketika masuk kawasan wisata ini. Tidak heran bukit ini menjadi primadona bagi para pengunjung yang datang menikmati pesona pemandangan Sembalun dan mengabadikan dalam bentuk foto yang instagramable.


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

PESONA BUKIT PERGASINGAN SEMBALUN

- Monday, September 24, 2018 No Comments
Gerbang Masuk Pendakian Bukit Pergasingan

Kurun waktu tiga tahun terakhir pariwisata di Sembalun Lombok terus menggeliat menuju kawasan wisata yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan di dunia Internasional. Pada awalnya Sembalun hanya terkenal dengan wisata pendakian Gunung Rinjani yang merupakan gunung api tertinggi ke-2 di Indonesia. Namun perkembangan terakhir menunjukkan bahwa potensi wisata di Sembalun masih banyak yang belum digali dan dijual. Baik itu pesona lereng dan bukit di sekitar Rinjani maupun bentang alam lainnya.

Jalur Pendakian

Salah satu yang digandrungi sejak dibukanya pada tahun 2015 lalu adalah Bukit Pergasingan. Bukit ini memiliki tinggi sekitar 1600 mdpl, namun bukan menjadi hambatan bagi para penyuka ketinggian. Terletak di Desa Sembalun Lawan, Pergasingan menyajikan pemandangan yang menarik. Kawasan Sembalun yang dikelilingi oleh perbukitan cukup leluasa dipandang dari Pergasingan. Ditambah dengan panorama lereng-lereng bukit yang mampu membuat para pendaki berdecak kagum. Hamparan sawah di Sembalun terlihat seperti petak-petak ubin yang tersusun rapi. Ditambah dengan bangunan-bangunan yang terlihat kecil dari atas dan beberapa menara Masjid yang menjulang menambah elok pemandangan. Sungguh pemandangan yang sanggup memanjakan mata siapa saja yang berhasil menaklukkan jalur yang cukup terjal dengan kemiringan yang beragam.

Camping Area

 Pemandangan dari Camping Area

View Gunung Runjani

Di atas bukit Pergasingan tersedia camping area yang cukup luas. Berupa tanah lapang yang agak miring, kita bisa mendirikan tenda untuk bermalam. Selain itu terdapat kawasan hutan cemara di bagian puncak bukit yang cukup rapat. Pada ujung bukit terdapat tanah lapang yang tidak begitu luas namun cukup untuk menikmati pesona matahari terbit. Sehingga berkemah di bukit Pergasingan bisa dibilang paket lengkap untuk berwisata di akhir pekan. Dengan waktu tempuh sekitar dua setengah jam dari pintu pendakian, kita bisa mengatur waktu yang tepat agar bisa bermalam di atas. Bahkan bagi yang tidak mau menginap, pengunjung bisa melakukan perjalanan pada dini hari untuk menikmati pesona matahari terbit, kemudian menikmati pemandangan kawasan Sembaluan sebelum turun. Namun melihat jalur pendakian akan lebih baik jika menginap di atas dengan memulai pendakian pada sore hari.
Sunrises Spot
Bagi saya waktu terbaik menikmati pemandangan adalah waktu matahari terbit. Pada ujung kiri bukit Pergasingan kita bisa menikmati matahari yang terbit dari balik bukit. Sekaligus bisa kita lihat Gili (baca: pulau kecil) yang ada di bagian timur Lombok Timur. Sangat mempesona bagi saya yang sangat suka dengan pemandangan Matahari terbit. Sekaligus bisa melihat pemandangan Sembalun dari atas yang berupa petak-petak sawah dan perkampungan. Bukit pergasingan ini memang cocok untuk bermalam di akhir pekan bagi para penikmat ketinggian. Setelah Sembalun pulih pasca gempa ingin rasanya berkunjung lagi menikmati Matahari terbit dan landscape Sembalun yang mempesona. SEMOGA.  
Sunrises Spot
#TantanganODOP3
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi

MEDIA SOSIAL, KAUM MILENIAL DAN DEMOKRASI

- Sunday, September 23, 2018 No Comments
Melihat pemilu pada tahun 2014 lalu dapat dikatakan bahwa keterlibatan kaum milenial (baca: kaum muda) pada pesta demokrasi cukup signifikan. Selain keterlibatan secara electoral dalam pemilihan di bilik suara namun juga dengan keterlibatan saat kampanye. Dengan angka 11 persen dari toal pemillih 186 juta (Kompas, 2014) menunjukkan banyaknya pemilih pemula atau kaum milenial yang memilih. Ini tidak lepas dari peran penyelenggara yang terus mendorong agar partisipasi pemilih pemula terus meningkat.
Melihat partisipasi kaum milenial di pemilu 2014 bisa menjadi gambaran untuk keterlibatan pemilih di pemilu 2019 mendatang. Hiruk pikuk kaum milenial terlihat dari penggunaan media sosial untuk kampanye calon legislative maupun presiden. Tidak jarang terjadi perdebatan yang sengit di media sosial, dan berujung pertengkaran. Tetapi juga tidak jarang membuka ruang diskusi yang mendidik bagi pengguna media sosial. Tentunya ini situasi yang perlu diarahkan agar betul-betull bisa menjadi pendidikan politik bagi pengguna media soail yang didominasi oleh kaum milenial. Sehingga mereka tidak abai dengan kondisi negaranya sendiri.
Pasca reformasi memang dapat dilihat perkembangan media massa menjadi alat control yang dapat digunakan untuk menilai kebijakan pemerintah. Apalagi kran media dibuka selebar-lebarnya oleh pemerintah agar media massa bisa menjalankan fungsinya sebagai salah satu pilar demokrasi. Orang bisa menngkritik pemerintah dengan leluasa di media, sehingga sangat efektif juga untuk penggalangan opini public.  
Dalam ruang demokrasi tentu ini sangat menggembirakan, mengingat ide dan gagasan kaum milenial bisa jadi jarang muncul di atas kertas. Media sosial inilah yang bisa menjadi corong untuk mereka mengeluarkan ide, gagasn dan harapan terhadap para calon pemimpin yang akan ikut dalam kontestasi pilcaleg dan pilpres. Apa lagi dengan kemajuan gawai dan sumber daya manusia saat ini, diperkirakan pemilu 2019 akan menjadi perang grafis, informasi akan banyak beredar dalam bentuk gambar-gambar atau meme. Di sinilah dibutuhkan daya kritis (critical thinking) para pengguna media sosial khususnya kaum milenial agar tidak terjebak dengan berita bohong (hoax). Karena ini akan menyebabkan iklim demokarasi yang tidak baik kalau media sosial dibanjiri dengan berita hoax. Akhirnya kaum milenial harus bersiap dengan daya kritis tinggi untuk menggunakan media sosial dalam alam demokrasi di negeri tercinta Indonesia ini.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6      

HP DILARANG DI SEKOLAH, PERLUKAH?

- No Comments
Fenomena siswa membawa HP ke sekolah banyak ditemukan di wilayah NTB mulai dari siswa SMP sampai SMA. Hal ini memicu pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2017yang lalu memberlakukan peraturan melarang siswa membawa HP ke sekolah. Tanpa ada peraturan inipun sebenarnya sekolah sudah banyak yang melarang siswanya membawa HP ke sekolah. Namun ada juga sekolah yang tidak menerapkan peraturan ini karena kebutuhan siswa akan akses internet untuk pembelajaran.
Tentunya ada alasan kenapa pemerintah provinsi melarang siswa membawa HP ke sekolah. Salah satu alasan utama adalah isi pemberitaan di media sosial yang tidak terkontrol. Sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi siswa. alasan yang cukup berterima di kalangan pendidik, namun belum tentu di rumah. Mengingat penggunaan internet jug ajarang pengawasan dari orang tua. Alasan sekolah yang membolehkan siswa membawa HP adalah karena alasan kebutuhan pembelajaran. Sekolah menyiapkan layanan internet gratis di sekolah sehingga siswa bisa mengakses internet dengan mudah.
Dua alasan di atas antara yang melarang dan membolehkan tidak bisa disalahkan. Tentu dengan pertibangan masing-masing seperti yang telah dikemukakan. Dua penyikapan terhadap akses internet bagi siswa yang tentunya perlu dipertimbangkan secara menyeluruh. Tidak melihat dampak negative saja tapi juga memperhatikan kegunaan HP bagi siswa. Pembatasan dan pendidikan terhadap penggunaan HP perlu menjadi perhatian semua pihak agar tidak merugikan siswa dari segi kegunaan dan kebutuhan tapi juga tidak merugikan siswa dari segi dampak buruk akses internet.
Melihat perkembangan zaman saat ini, tentunya anak sekolah umur SMP dan SMA tentu sudah akrab dengan penggunaan HP. Karena sebagian besar di rumah sudah akrab dengan HP yang dicontohkan di lingkungan keluarga. Sehingga pelarangan bukan menjadi solusi utama bagi pencegahan dampak buruk akses internet. Lembaga pendidikan seharusnya bisa mengarahkan penggunaan gawai dalam hal ini HP yang tersambung dengan internet untuk kebutuhan pembelajaran. Dengan begitu siswa tidak perlu dibatasi, tapi diarahkan agar tidak sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna bagi kebutuhan pelajar. Sehingga manfaat besar penggunaan HP oleh siswa bisa didapatkan. Sebagai contoh, dalam pengerjaan bahasa inggris, siswa butuh kamus yang digital agar tidak berat dibawa ke sekolah. Atau bisa google translate untuk menerjemahkan kalimat-kalimat yang belu mdimengerti. Pada pelajran lain juga bisa dibuatkan system online menggunakan platform yang sudah banyak digunakan di dunia pendidikan. Dengan demikian maka pelarangan penggunaan HP bisa diganti dengan pengarahan siswa agar sibuk mencari bahan-bahan pembelajaran di dunia maya. Tentu dengan rekomendasi dari guru, laman mana yang tepat untuk mencari bahan pelajaran terkait. Jadi tidak perlu ada pelarangan HP di sekolah yang justru menjauhkan siswa dari dunianya sendiri sebagai digital native, yaitu dunia maya dan segenap kegunaannya.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6

KIDS ZAMAN NOW

- No Comments


Frasa kids zaman now ini sering terdengar di oleh kita dalam perbincangan sehari-hari, terlebih di media sosial dan media massa. Terlepas dari siapa yang mengemukakan pertama kali istilah ini, namun dari penggunaan yang saya perhatikan ini mengacu kepada bagaimana anak sekarang ini. Tingkah anak remaja yang kekinian sering dikaitkan dengan istilah kids zaman now ini. Dari segi gaya hidup dan penampilan, maupun tingkah laku keseharian mereka yang lekat dengan media sosial sering dikaitkan juga dengan istilah tersebut.
Tapi saya ingin melihat ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Mungkin saja bagi sebagian orang, terutama kalangan tua, kadang istilah ini identik dengan hal yang cenderung negatif. Namun saya mencoba menggunakan istilah ini dalam mengamati tingkah anak yang masih belia, yang masih dalam kategori balita. Istilah kids zaman now ini akan saya kaitkan dengan tingkah balita yang gandrung terhadap gawai. Di lingkungan saya sehari-hari saya kerap melihat anak-anak dalam kategori balita ini memegang gawai dan memutar video dan bermain game. Ini tentunya dikarenakan lingkungan keluarga mereka, dalam hal ini orang tua yang menggunakan gawai, terutama telpon pintar mereka yang terhubung dengan koneksi internet. Sehingga praktis video bisa ditonton dan game dimainkan secara daring oleh mereka. Dalam keseharian mereka, gawai ini menjadi pengganti mainan yang bukan dalam kategori digital sekarang ini.
Melihat fenomena ini, banyak orang tua yang khawatir dan berpikir bahwa ini bisa berakibat buruk bagi anak-anak. Tapi saya justru berpikir bahwa ini adalah sebuah keniscayaan. Akrabnya anak-anak, bahkan balita pun, dengan gawai yang terhubung dengan internet adalah hal yang biasa. Bagaimana tidak, mereka lahir di zaman digital, sehingga secara otomatis mereka menjadi digital native, generasi yang memang asli dari zaman yang mereka lahir. Menjadi keniscayaan bagi mereka sampai selanjutnya nanti akan akrab dengan gawai dan internet. Hal ini tidak akan bisa dicegah karena gawai dan internet akan menjadi kebutuhan bagi mereka pada saat ini dan masa yang akan datang.
Melihat konten yang begitu beragam di internet maka kekhawatiran para orang tua menjadi hal yang perlu disikapi. Jangan sampai menjadi penghalang untuk akses gawai dan internet bagi para kids zaman now. Konten negative dan tidak sesuai dengan umur bisa kita sikapi dengan pengawasan dan penyaringan isi dari apa yang dibuka oleh anak-anak. Pengawasan orang tua menjadi penting dalam hal ini sehingga ketakutan atau bahkan lebih jauh lagi parno tehadap gawai dan internet bagi anak bisa dihilangkan. Sekarng ini sudah berkembang berbagai aplikasi yang bisa digunakan untuk penyaringan dan kontrol orang tua terhadap akses internet. Salah satunya adalah Youtube Kids yang bsia didapatkan di Playstore di gawai yang menggunakan Android. Jadi penyediaan tontonan bagi anak-anak terutama bisa dikontrol oleh orang tua. Karena sekali lagi, akses gawai dan internet oleh anak-anak sekarng ini sudah tidak bisa dihindari lagi. Kita perlu memberikan akses yang perlu bagi mereka agar tidak tertinggal. Juga untuk kebutuhan perkembangan otak anak-anak sehingga siap untuk menghadapi tantangan masa depan yang serba digital. Jadi mari berrikan akses gawai dan internet yang perlu bagi kids zaman now sebagai digital native agar tidak gaptek atau gagap teknologi. 

#TantanganODOP2
#onedayonepost
#odopbatch6

#nonfiksi    

LOMPATAN LITERASI MASYARAKAT INDONESIA

- Thursday, September 20, 2018 No Comments

Tradisi lisan sebagai bagian dari budaya masyarakat Indonesia masih bisa kita temukan secara utuh maupun sebagian di tengah-tengah masyarakat. Beberapa tradisi lisan masih mewarnai kehidupan banyak suku yang ada di Indonesia. Seperti pantun dalam masyarakat melayu yang masih lestari hingga saat ini. Tidak jarang juga kita temukan cerita-cerita rakyat yang masih diceritakan dari mulut ke mulut. Cerita-cerita ini sering kita sebut dengan legenda yang berkaitan dengan suatu peristiwa, tempat ataupun benda yang ada di lingkungan sekitar masyarakat. Ini juga menandakan bahwa tradisi lisan berkembang kuat di masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia mengalami lompatan budaya ke budaya visual melalui media sebelum tradisi lisan digantikan dengan baca-tulis. Namun demikian tradisi lisan tidak hilang sepenuhnya dari masyarakat seperti banyak kita temukan sekarang ini. Sehingga lebih sering kita lihat orang-orang mengobrol dari pada membaca buku di tempat-tempat ruang publk. Seperti ruang tunggu pesawat maupun trasnportasi umum jarang ditemukan orang membaca. Ini juga bisa dikaitkan dengan masih kuatnya tradisi lisan yang ada di masyarakat. Selain berbincang orang-orang juga lebih banyak menyibukkan diri dengan aktifitas di media sosial daripada membaca buku.
Budaya ini dikatakan oleh Suherman sebagai lompatan budaya, seperti yang dikutip oleh Arifin (2013), “Kita mengalami lompatan budaya dari masa praliterer menuju pascaliterer, tanpa melalui masa literasi.” Artinya bahwa sebelum masyarakat melalui masa literasi, perkembangan zaman mengharuskan masyarakat menghadapi gempuran  arus media yang begitu kencang. Sehingga budaya aksara yaitu baca dan tulis belum begitu dibiasakan dalam kehidupan bermasyarakat. Akibatnya budaya membaca sebagai sarana untuk menggali pengetahuan tidak mengakar kuat dalam masyarakat. Begitu juga dengan budaya menulis sebagai cara untuk menyampaikan gagasan belum menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, walaupun literasi masyarakat Indonesia mengalami lompatan jauh maka tidak seharusnya menjadi halangan bagi pengembangan bidaya literasi. Perkembangan media komunikasi yang begitu pesat bisa menjadi keuntungan tersendiri. Banyaknya media sosial bisa menjadi alat yang ampuh untuk bisa mengembangkan tradisi literasi di tengah masyarakat. Ke depan juga bias menjadi peluang yang bagus untuk mengembangkan literasi berbasis digital sejak usia dini untuk generasi yang akan datang. Karena genearasi yang lahir saat ini menjadi digital native karena lahir pada masa milenial pada saat peralatan digital atau gawai sedang berkembang pesat. Sehingga lompatan literasi masyarakat Indonesia bisa diarahkan menuju literasi digital sesuai dengan perkembangan zaman. Lompatan ini juga sesuai dengan kebutuhan pada masa yang akan datang, masa yang dipenuhi dengan gawai dan arus informasi melalui digital yang perlahan tapi pasti meniadakan penggunaan kertas. Di saat itulah masyarakat kita sangat membutuhkan literasi digital yang menuntut penguasaan gawai dan pengolahan informasi secara digital.

#TantanganODOP2
#onedayonepost
#odopbatch6
#nonfiksi    

MEMBANGUN SEKOLAH/MADRASAH RAMAH ANAK #2

- Wednesday, September 19, 2018 No Comments

Unsur-unsur pemenuhan hak atas anak dalam pelaksanaan kurikulm dapat diatur berdasarkan masing-masing standar pendidikan yang ada. Pertama, dalam isi kurikulum, dimuat kerangka dasar dan muatan kurikulum dengan konsep perlindungan anak. Beban belajar serta kalender pendidikan mempertimbangkan hak dan kepentingan bagi anak sebagai peserta didik. Belajar bukan berarti harus merampas hak-hak anak selain pendidikan, misalnya bermain dan pengembangan bakat serta minat.
Kedua, proses pelaksanaan kurikulm menjadi sangat penting dalam mewujudkan S.M-RA. Sekolah/madrasah harus menjalankan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak yaitu bermain. Guru sebagai fasilitator di dalam kelas harus menerapkan metode atau model pembelajaran yang menyenangkan. Dalam perkembangan model pembelajaran dewasa ini dikenal dengan Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan menyenangkan (PAIKEM).
Ketiga, menerapkan standar yang menjadi bagian dari syarat kelulusan yang tidak hanya mengacu pada nilai kognitif yang berupa angka saja. Sekolah/madrasah perlu menyusun lebih rinci standar tersebut berdasarkan konsep budi pekerti atau karakter yang ada dalam Kompetensi Inti (KI) pada tiap mata pelajaran. Sehingga tersusun standar kelulusan yang mengcau pada pencegahan tindakan kekerasan oleh anak serta meningkatkan pengamalan budi pekerti luhur di lembaga pendidikan.
Keempat, sarana dan prasarana tidak kalah penting dalam mendukung mewujudkan S/M-RA. Lembaga pendidikan mengupayakan sarana dan prasarana dapat mendukung proses menciptakan S/M-RA. Kondisi lingkungan disesuaikan dengan dunia anak dengan tersedianya fasilitas bermain dan olah raga. Alat-alat permainan dan olah raga ini tentunya tetap mengacu kepada tujuan pendidikan bagi anak. Perpustakaan dan/atau koleksi buku untuk mendukung proses pembelajaran yang mengacu pada Model PAIKEM.
Kelima, guru yang termasuk dalam salah satu standar pendidikan juga memiliki peran yang sangat penting dalam S/M-RA. Bagaimana tidak, guru adalah penggerak dari keseluruhan konsep yang ada dalam Kurikulum yang akan diterapkan. Oleh karena itu, sangat penting guru memahami tugasnya yang sudah diatur dalam tugas pokok dan fungsinya. Kemampuan pedagogy harus dikuasai dengan baik agar faham tentang perkembangan peserta didik. Dengan demikian tidak ada lagi kasus kekerasan yang melibatkan guru seperti yang banyak diberitakan oleh media.
Selain lima hal di atas, lembaga pendidikan juga bisa melakukan kerja sama dengan pihak terkait. Kerja sama dilakukan agar program yang dijalankan bisa optimal dan berterima oleh warga sekolah/madrasah serta masyarakat luas, utamanya wali murid. Pihak yang dapat diajak kerja sama adalah dinas di daerah yang menangani perlindungan anak, dalam beberapa daerah biasanya tergaung dalam Dinas yang menangani Perempuan dan Keluarga Berencana. Selain itu juga ada Lembaga Perlindungan Anak di tiap-tiap daerah Kabupaten maupun Provinsi sebagai perpanjangan tangan KPAI. Kerja sama bisa dilakukan dalam hal pembinaan dan sosialisasi terhadap warga sekolah/madrasah maupun wali murid serta masyarakat secara luas.
Pada intinya dalam mewujudkan S/M-RA bukan berarti sekolah/madrasah akan merasa terbebani oleh syarat-syarat khusus yang melekat dengan istilah ramah anak. Namun lebih kepada bagaimana merancang apa yang sudah ada di dalam kurikulum sekolah/madrasah itu sendiri. Tentunya dengan lebih mempertegas ide pemenuhan hak atas anak tanpa harus ada kurikulm khusus yang bisa memberatkan baik secara materi maupun muatan kurikulum. Sehingga tidak ada alasan untuk sekolah/madrasah tidak ramah anak.     

   

MEMBANGUN SEKOLAH/MADRASAH RAMAH ANAK #1

- Tuesday, September 18, 2018 No Comments

Frase “ramah anak” santer terdengar bergaung ke seluruh negeri ini. Menyusul banyaknya pemberitaan tentang kekerasan terhadap anak. Utamanya ketika menyoroti kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, yaitu sekolah atau madrasah.
Maraknya tindak kekerasan dalam lingkungan pendidikan memunculkan wacana sekolah/madrasah ramah anak. Ini diharapkan mampu mencegah kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan. Dengan demikian lembaga pendidikan bisa kembali ke khittahnya sebagai tempat proses memanusiakan manusia.
Wacana sekolah/madrasah ramah anak (S/M-RA) menjadi hal yang sangat mendesak realisasinya mengingat kasus demi kasus yang terjadi semakin banyak. Data yang dikeluarkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada laman resminya www.kpai.go.id menunjukkan angka 4.376 (9,8%) dari keseluruhan kasus yang terpantau dimedia seluruh Indonesia pada tahun 2016. Angka yang sangat tinggi mengingat lembaga pendidikan adalah tempat di mana anak mendapat hak pendidikan untuk keperluan perkembanganya.
Diketahui bahwa kasus tersebut terjadi karena perbuatan guru terhadap siswa maupun oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Tindak kekerasan tersebut banyak dalam bentuk fisik dan tak jarang berujung ke kasus hukum. Biasanya, kekerasan terjadi dalambentuk hukuman yang tidak mendidik dari guru. Sedangkan kekerasan oleh sesama siswa terjadi ketika perploncoan saat tahun ajaran baru.
Mewujudkan S/M-RA mempunyai dasar hukum yang kuat berupa undang-undang yakni, UU No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Salah satu pasal dalam UU tersebut yaitu pada pasal 9 ayat 1 menyatakan “setiap Anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain”. Dengan demikian menjadi terang bagaimana fungsi sekolah/madrasah dalam mengayomi peserta didik yang ada di dalamnya.
Tidak hanya menjamin pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, namun S/M-RA juga harus menjamin hak-hak anak lainnya. Hak-hak tersebut di antaranya adalah dijamin pendidikannya dalam rangka proses perkembangan pribadinya dan kecerdasannya sesuai dengan bakat dan minat. Seperti yang telah diatur dalam UU No. 35 tahun 2014 pasal 1.

Merujuk pada UU tersebut di atas, maka lembaga pendidikan harus bisa menyelenggarakan pendidikan yang berpihak pada pemenuhan hak anak. Dalam pelaksanaannya sekolah/madrasah tetap mengacu kepada 8 standar pendidikan yang ada. Sehingga sekolah/madrasah dalam penyusunan kurikulum yang akan diterapkan pada tiap tahunnya selalu mengacu dan mempertimbangkan hak-hak anak. Semua hal tersebut dicantumkan dalam Dokumen Kurikulum yang wajib disusun oleh sekolah/madrasah.

KISAH KLASIK SO7

- Monday, September 17, 2018 No Comments

Pada Jum’at malam yang lalu setelah sholat isya saya bersiap untuk mengikuti diskusi di group WA tentang kepenulisan. Setelah mengisi melaporkan kehadiran di group, maka momod (baca: moderator) menyilahkan pematerj untuk memulai penyampaian materi diskusi. Pemateri menyapa peserta dengan sedikti basa-basi dan diselipkan dengan info bahwa diminta untuk fokus ke diskusi. Jangan sampai teralihkan oleh acara konser Sheila on 7 di TV. Saya sontak keluar kamar dan menghidupkan TV dan mencar-cari acara konser yang di siarkan secara langsung di sebuah Stasiun TV swasta. Alhasil, saya mengikuti disksi group sembari nonton konser Sheila on 7.
Group Band Sheila on 7 memang sejak debut album mereka saya sudah sering mendengarkan. Saya suka sekali mendengar musiknya dan liriknya yang puitis. Walaupun kadang banyak teman-teman saya yang bilang lagu cewek, tapi saya abaikan saja karena ini masalah selera. Group Band yang berasal dari Jogja ini memang cukup tenar  dari sejak kemunculannya pada 6 Mei tahun 1996. Digawangi Duta, Eross, Adam, Sakti dan Anton group band ini menganut aliran pop rock (alternative rock). Seperti kebanyakan group band lainnya, tema-tema cinta tetap menjadi tema besar yang diangkat dalam lagu-lagu yang mereka ciptakan. Jadi wajar saja banyak penggemar perempuan yang tergabung dalam sheilagank (sabutan dari penggemar Sheila on 7).

Pada konser kali ini, yang bertajuk Kisah Klasik Sheila on 7 banyak artis yang terlibat untuk kolaborasi menyanyikan lagu-lagu hits Sheila on 7. Tentu ini menjadi suguhan menarik bagi para Sheilagank termasuk saya. Lagu-lagu hits Sheila on 7 dari album pertama sampai yang terbaru dinyanyikan dengan apik oleh Duta sebagai vokalis. Kolaborasi dengan berbagi penyanyi dan group band ini menyajikan tontonan yang menghibur. Salah satu group band favorit saya yaitu KOTAK naik ke panggung beberapa kali. Kolaborasi vokalis dan gitaris cukup memukau. Penampilan penyanyi dangdur Cita Citata juga tidak kalah menarik. Diva Indonesia, Krisdayanti juga ikut ambil bagian dalam konser yang dihelat di Balai Sarbini ini. Antusiasme penonton begitu tinggi saat lagu-lagu Sheila on 7 didendangkan dari atas panggung. Hampir sepanjang acara para Sehilagank ikut menyanyikan tiap lagu yang dinyanyikan. Betul-betul sebuah konser yang mengobati kerinduan para Sheilagank termasuk saya.   

CERITA LITERASI DARI MADRASAH

- Sunday, September 16, 2018 No Comments

Sejak digulirkannya Gerakan Literasi Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 yang lalu kata literasi menjadi kata yang begitu “sakti” di dunia pendidikan. Kata yang makna dasaranya adalah membaca dan menulis ini disusun menjadi sebuah gerakan yang diharapkan menyeluruh di seluruh Indonesia. Gerakan ini mampu menggugah sekian banyak stake holder dalam dunia pendidikan untuk ikut andil di dalamnya. Hal ini tidaklepas dari kesadaran bahwa siswa di Indonesia masih sangat kurang minatnya dalam membaca. Sehingga berdampak pada kegiatan membaca yang  belum menjadi kebiasaan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Berangkat dari kesadaran dan mengambil momentum gerakan yang begitu massif ini, beberapa teman guru sudah mulai merancang gerakan literasi di Madrasah. Walaupun dengan berbagai kendala dan kekurangan terutama terbatasnya bahan bacaan, akhirnya Gerakan Literasi di Madrasah bisa berjalan. Awalnya dengan menerapkan Membaca Nyaring dan Sustained Silent Reading (SSR) di kelas oleh salah seorang Guru Mata Pelajaran. Kegiatan membaca ini belum meyeluruh di satu madrasah, namun masih terbatas pada satu kelas pada jam Mata Pelajaran yang dipegang oleh salah seorang Guru. Bacaan yang diberikan lebih banyak berupa bacaan fiksi, berbentuk cerita pendek maupun novel. Ini dilakukan untuk menarik siswa agar mau membaca. Karena kecenderungan siswa lebih gemar membaca cerita dari pada bacaan non fiksi.   
Selama tiga bulan pelaksanaan program SSR ini, Guru sudah bisa melihat hasil mellaui kegiatan penilaian. Soal disusun berdasarkan target yang ingin dicapai dari kegiatan membaca. Jawaban yang diinginkan disesuaikan dengan apa tujuan dari kegiatan SSR yang dilaksanakan selama tiga bulan yang telah lewat. Deskripsi dan narasi menjadi pilihan untuk bentuk jawaban yang diinginkan. Diharapkan siswa mampu membuat deskripsi dan narasi sesuai dengan gambar yang diberikan. Dan hasilnya memuaskan setelah melihat jawaban siswa, sebagian besar menggunakan imajinasi untuk menggambarkan situasi yang berkaitan dengan gambar yang diberikan.
Melihat hasil dari program SSR di atas maka bsa disimpulkan bahwa membaca fiksi dapat melatih siswa untuk mengembangkan imajinasi mereka. Kemudian imajinasi yang dikembangkan di pikiran meraka tuangkan dalam bentuk tulisan. Bagus dan tidaknya tulisan yang dibuat bisa dipengaruhi oleh bahan bacaan siswa. Oleh karena itu, jika ingin mengembangkan bakat becerita anak memalui tulisan maka penting untuk membeikan asupan berupa bacaan fiksi agar siswa terbiasa mengembangkan imajinasi mereka yang nantinya bisa dirangkai ke dalam bentuk tulisan deskripsi dan narasi. 

LITERASI DAN DAYA SAING BANGSA

- Saturday, September 15, 2018 No Comments

Saat ini literasi menjadi isu penting dalam dunia pendidikan maupun masyarakat umum menyusul diluncurkannya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 lalu. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca yang masih rendah berdasarkan hasil dari PISA 2015. Hasil tersebut menunjukkan literasi anak Indonesia masih jauh dibandingkan dengan negara-negara perserta yang megikuti tes PISA (OECD, 2016). Untuk memperluas gerakan literasi ini kemudian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Gerakan Literasi Nasional yang disambut dengan baik oleh para pegiat literasi di seluruh Indonesia. Hasilnya, gerakan literasi ini begitu massif menyebar ke seluruh pelosok nusantara dengan pelibatan lembaga pendidikan formal maupun lembaga non formal melalui taman baca masyarakat.    
Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini kemampuan literasi dimaknai tidak hanya terbatas pada kemampuan baca dan tulis namun sudah diperluas menjadi praktik sosial, yaitu apa yang orang lakukan dengan literasi dalam kehidupan sehari-hari (Pahl & Rowsell, 2005). Dalam hal ini literasi secara luas diartikan dengan aktifitas sehar-hari masyarakat yang melibatkan baca dan tulis. Sehingga literasi ini menjadi semakin penting mengingat kita sudah memasuki era global yang mana informasi sudah tidak lagi terhalang oleh batas antar negara. Hal ini mensyaratkan daya saing bangsa harus terus ditingkatkan agar tidak tertinggal oleh negara lain di tengah persaingan yang sangat ketat.

Salah satu cara agar bangsa kita dapat bersaing di tengah era global ini adalah dengan meningkatkan kemampuan literasi bangsa. Tentunya tidak hanya literasi baca dan tulis tetapi juga literasi digital dan literasi informasi yang termasuk dalam kemampuan yang dibutuhkan dalam abad 21 ini. Kemampuan dalam hal penggunaan media (literasi digital) dan pemanfaatan informasi (literasi informasi) harus terus ditingkatkan mulai dari lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Sehingga dengan meningkatnya kemampuan literasi maka manusia Indonesia bisa menyesuaikan diri dan mengambil manfaat dalam pergaulan dengan bangsa lain dalam era yang mana arus informasi serba cepat dan dalam moda digital ini. Semakin tinggi tingkat literasi bangsa Indonesia maka semakin percaya diri dalam pergaulan di dunia internasional. Sehingga secara tidak langsung daya saing bangsa kita semakin meningkat dan bahkan melampaui bangsa-bangsa di dunia.       

PERPUSTAKAAN ZAMAN NOW

- Friday, September 14, 2018 No Comments
Tanggal 14 September merupakan hari kunjungan perpustakaan. Saya baru tau kali ini bahwa ada hari kunjungan perpustakaan. Saya dapat informasi ini dari unggahan satu lembaga yang saya ikuti di media sosial. sontak saya unduh dan kemudian mengunggah foto tersebut di media sosial yang lain. Berharap orang lain juga bisa mengetahui tentang hari kunjungan perpustakaan ini. Sedih rasanya ternyata begitu tidak akrabnya saya dengan hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan. Ini lantaran saya jarang ke perpustakaan, walaupun sejak tiga tahun terakhir berusaha meningkatkan kegiatan membaca mandiri.
Hari Kunjung Perpustakaan pada tiap tanggal 14 September ini ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yaitu oleh Presiden Soeharto pada tanggal 14 September 1995 di banjarmasin. Bulan September ini juga menjadi penting karena ditetapkan juga sebagai Bulan Gemar Membaca. Penetapan ini tidak lepas dari peran Kepala Perpustakaan Nasional (PEPUSNAS) RI saat itu Mastini Hardjoprakoso (sumber: metrotvnews.com). Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia ke depannya. Jadi, jauh sebelum Gerakan literasi Nasional diluncurkan, pemerintah sudah mengupayakan agar literasi bangsa Indonesia meningkat terutama literasi baca.
Sejak ditetapkannya Hari Kunjung Perpustakaan ini sampai sekarang bisa kita lihat bagaimana perkembangan Perpustakaan dan kunjungannya. Khususunya di Lombok Timur, geliat perpustakaan untuk terus berbenah sangat terlihat. Pertama saya berkunjung ke Perpustakaan Daerah Lombok Timur ini dulu pada tahun 2004, tahun pertama saya masuk kuliah. Sekarang sangat jauh berbeda kondisi fisik dan koleksi pada saat 2004 lalu. Bahkan pernah menjadi juara nasional pada lomba perpustakaan. Sangat membanggakan dengan prestasi tersebut yang tentunya dinilai dari fasilitas utama perpustakaan dan pengeloalaannya.
Tiga tahun terakhir saya sering berkunjung ke perpustakaan daerah ini dan menemukan banyak pengunjung yang hadir. Salah satu daya tariknya adalah fasilitas Wi-Fi gratis yang disediakan. Tentu ini menjadi “syurga” bagi Mahasiswa dan pelajar, bahkan bagi yang berprofesi lainnya. Bahkan ada sebagian orang yang datang hanya untuk sekedar menikmati layan internet gratis walaupun sekedar untuk bermain game online. Melihat ini saya berpendapat bahawa suatu capaian yang baik ketika perpustakaan bisa memberikan layanan untuk akses informasi. Tidak hanya buku dalam bentuk cetak tetapi juga akses informasi digital bagi masyarakat yang tentunya sangat berguna. Tidak bias dipungkiri memang, kunjungan ke perpustakaan ini didorong oleh adanya layanan internet gratis dan tempat yang bagus seperti gazebo khusus untuk akses internet.
Adanya fasilitas internet gratis di perpustakaan merupakan pengembangan layanan yang sangat bagus mengingat kebutuhan masyarkat akan informasi saat ini. Namun perlu terus didorong agar ini berdampak pada peningkatan jumlah masyarakat yang membaca buku dan jumlah buku yang dibaca. Tujuan pengembangan perpustakaan jangan hanya untuk meningkatkan kunjungan saja, tetapi justru lupa dengan tujuan utama dari perpustakaan yaitu menyediakan bacaan yang baik dan lengkap bagi masyarakat. Jangan sampai perpustakaan hanya sebagai pengganti warung internet yang tentunya membutuhkan biaya untuk mendapatkan layanannya. Karena bagaimanapun buku tetap menjadi salah satu sumber pengetahuan utama bagi masyarakat yang belum tentu bisa membeli buku yang dibutuhkan. Dalam hal inilah perpustakaan memainkan peran pentingnya untuk layanan buku dan menumbuhkan minat baca masyarakat yang dinilai masih rendah.
Selain itu, perpustakaan sekarang sudah mulai dikembangkan tidak hanya sebagai tempat yang identik dengan membaca tapi sudah dikembangkan menjadi tempat dengan banyak kegiatan. Kegiata yang dilaksanakan tentunya tidak jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan literasi saat ini. Berbagai kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah pelatihan keterampilan berbagai keahlian, pelatihan pembuatan blog, kurusus bahasa inggris untuk anak, pentas seni dan sastra oleh komunitas seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur. Dengan menyediakan banyak kegiatan yang berkaitan erat dengan literasi seperti tersebut di atas tentunya akan semakin meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Apalagi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi milenial yang banyak jumlahnya di Indonesia.   

GAWAI, AMPLOP DAN ULAT

- Wednesday, September 12, 2018 No Comments

Perkembangan teknologi saat ini telah melahirkan suatu perubahan yang mendasar di kalangan masyarakat terkait dengan caranya berkomunikasi. Tentunya ini tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan manusia yang terus melaju tanpa dapat dihentikan. Dalam dunia komunikasi manusia terus berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Tidak lepas dari bagaimana caranya agar mempermudah manusia dalam menjalani hidup di muka bumi ini. Berbagai temuan dalam alat komunikasi mempengaruhi bagaima manusia berkomunikasi dengan manusia yang lainnya.
Dulunya manusia berkomunikasi dengan yang painnya membutuhkan waktu yang lama. Ini dikarenakan terbatasnya pengetahuan untuk menghantarkan pesan dari oengirim ke penerima. Sejak dikenalnya tulis menulis dan kertas maka berkembanglah system komunikasi manusia mengguankan surat. Surat  diantar dari pengirim ke penerima melalui jasa pengiriman yang disebut pos. komponen utama dari system pengiriman ini adalah kertas, baik itu kertas untuk menulis pesan yang disebut surat maupun kertas lainnya untuk dijadikan pembungkus surat yang dinamakan amplop.
Namun sekarang ini penggunaan kertas dan amplop surat sudah mulai berkurang penggunaannya. Hal ini dikarenakan adanya gawai yang digunakan untuk mengantarkan pesan dengan cepat. Tanpa menunggu sampai berhari-hari, bahkan dalam hitungan detik pesan yang dikirim bisa sampai ke penerima. Awalnya dengan adanya computer dan jaringan internet orang bisa mengirim pesan dalam bentuk digital, tidak membutuhkan amplop dan kertas surat lagi. Pesan dalam bentuk digital ini kemudian dikirimkan melalui layanan surat elektronik (e-mail) melaui perangkat yang satu ke perangkat yang lain. Perkembangan terakhir juga sudah semakin canggih, gawai yang biasa digunakan untuk komunikasi dengan suara dan pesan singkat saja, gawai berkembang pesat dan dapat digunakan layaknya perangkat computer yang tersambung dengan internet. Sekarang mengirim pesan hanya menggunakan gawai dalam genggaman tangan. Gawai ini bisa dibawa kemana-mana di dalam saku. Sehingga wajar pemakaian amplop dan kertas surat berkurang pesat dan terancam akan ditinggalkan oleh manusia.
Memperhatikan penggunaan kertas dan amplop yang terus berkurang tentunya menjadi angin segar bagi kelangsungan hidup kayu di hutan. Bagaimana tidak, kertas dan amplop ini dibuat dari bubuk kayu (pulp) yang diambil dari hutan. Semakin berkurangnya penggunaan kertas untuk keperluan lembar cetak dan amplop ini maka akan berpengauh pada penurunan produksi kertas, tentunya akan berimbas pada penebangan hutan. Sehingga semakin mengurangi salah satu sector usaha yang memerlukan kayu dan penebangan hutan.

Semakin terjaganya hutan tentu banyak keuntungan yang didapatkan, salah satu yang mungkin tidak terpikirkan yaitu ulat daun. Dengan terpeliharanya hutan ini maka secara tidak langsung habitat ulat daun ini akan tetap banyak sehingga perkembangan ulat yang menjadi rangkaian metamorphosis serangga yang banyak terdapat di bumi jadi terjaga. Salah satu serangga yang akan banyak adalah kupu-kupu. Kita tau bahwa rangkaian kehidupan dari seranggga yang indah ini adalah salah satunya melewati bentuk ulat.

#TantanganODOP1
#onedayonepost
#odopbatch6

MENYIKAPI UJARAN KEBENCIAN

- No Comments

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang ujaran kebencian yang menghiasi narasi di media sosial. Ujaran kebencian ini banyak dipicu oleh perbedaan pilihan atau keberpihakan terhadap sesuatu ataupun perorangan. Narasi tentang ujaran kebencian mulai marak saat momentum pemilihan umum tahun 2014. Begitu bebasnya orang mengeluarkan ujaran  kebencian terhadap yang berbeda pilihan menyemarakkan lini masa media sosial saat itu. Akhirnya pertentangan tidak terelakkan, seolah satu pihak merasa diri paling baik, yang lain buruk.
Ujaran kebencian berisi banyak hal terkait isu agama sampai menyerang pribadi. Dalam masa perhelatan pemilihan umum, ujaran kebencian diproduksi untuk menyerang lawan untuk menjatuhkan. Atau bahkan bisa jadi ujaran kebencian sengaja dibuat oleh pihak sendiri yang seolah-seolah menyerang orang atau kelompk tertentu dengan tujuan menarik simpati dari para pendukung maupun khalayak secara luas. Tidak hanya keluar dari orang pribadi dengan akun yang asli di media sosial namun tidak sedikit menggunakan nama palsu. Saling menyerang di media sosial dengan ujaran kebencian ini sangat mempengaruhi situasi sosial, politik dan agama yang akhir-akhir ini kelihatan begitu rentan.
Pemerintah berusaha mengurangi dan mencegah adanya ujaran kebencian di tengah masyarakat dengan mengeluarkan regulasi yang bisa menindak secara hukum orang yang mengeluarkan uajran kebencian. Namun ini masih belum terlihat pengaruh positifnya sehingga ujaran kebencian masih marak dipertontonkan di ruang public. Tentunya ini memerlukan penangan serius dari pihak berwenang.
Selain mengharapkan tindakan dari yang berwenang, kita sebagai warga net bias mengurangi uajran kebencian di media sosial dengan cara menjadi warga net yang bijak. Karena tidak jarang ujaran kebencian yang dilontarkan di media sosial menjadi tersebar luas karena perilaku tidak bijak dari warga net. Perilaku tidak bijak tersebut ditunjukkan dengan beusaha menanggapi ujaran kebencian tersebut sehingga justru semakin membuat ujaran tersebut tersebar di kalangan warga net sendiri. Semakin diperbicangkan dan ditanggapi maka semakin tersebarlah ujaran tadi. Bayangkan saja, jika satu ujaran kebencian dilontarkan oleh satu akun media sosial kemudian ditanggapi oleh banyak akun lainnnya maka secara tidak sadar kita sudah memberikan ruang untuk tercapainya tujuan dari si penyebar ujaran kebencian tersebut. Lebih baik ujaran kebencian tersebut dianggap angin lalu, tanpa dihiraukan maka dengan sendirinya apa tujuan dari si penyebar ujaran tidak akan tercapa dan perlahan akan hilang pengaruhnya.  
Oleh karena itu, sikap bijak kita sebagai pengguna media sosial, sebagai warga net diharapkan untuk tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian dengan menanggapinya sampai berdebat di ruang media sosial tanpa ujung. Apalagi sampai mebagikan kea kun ataupun group lainnya sehingga secara langsung kita sendiri yang ikut menyebarkan. Jadi mari kita menjadi warga net yang bijak agar narasi yang tersebar di media sosial sesuai dengan peruntukannya yaitu untuk hiburan dan menebar pengaruh positif. SEMOGA.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6 

NGOPI dan MENULIS

- Tuesday, September 11, 2018 No Comments


Siang ini secara tidak terencana saya duduk di sebuah “warung kopi” dekat tempat photo copy yang cukup sering saya datangi. Sambil menunggu copyan saya selesai saya duduk di meja yang disediakan di warkop ini. Saya pesan good day freeze dingin setelah itu menyalakan computer jinjing. Sejurus kemudian jari saya sibuk menghentak huruf demi huruf yag ada di keyboard laptop. Menuangkan ide yang mengalir di pikiran terkait dengan gawai, amplop dan ulat. Tulisan ini adalah tantangan dari komunitas yang sedang saya ikuti yaitu One Day One Post (ODOP) Batch 6.
Duduk sambil menuangkan ide dalam tulisan siang ini di warkop mengingatkan semasa di Surabaya. Waktu itu saat menimba ilmu di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari tahun 2015-2017. Saya sering duduk di warkop sambil menulis atau sekedar berselancar di dunia maya, baik mencari bahan tugas kuliah maupun membuka media sosial. Satu semester pertama membuat saya tergerak untuk mebuat blog pribadi dan menuangkan ide dalam blog tersebut. Ini dipicu oleh suasana literasi yang begitu kental di Kota Literasi Surabaya. Suatu iklim yang memang cocok dan pantas melahirkan penulis. Apalagi dipaksa oleh tugas kuliah yang mengharuskan penulisan makalah mandiri, tentu butuh latihan yang banyak mengingat saya tidak terbiasa dengan menulis makalah. Akhirya lewat blog pribadilah latihan ini bisa saya lakukan, dan suasana paling nyaman untuk menulis adalah warkop dan perpustakaan.
Ngopi sering disangkutpautkan dengan inspirasi menulis oleh banyak kalangan. Entah bagaimana ini bermula, bagi saya belum ada pengaruh yang jelas antara ngopi dan kepenulisan saya. Saya lebih sepakat dengan tempat ngopi cukup memberikan ruang untuk menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Perkara kopi yang diminum itu hanyalah sebagai teman saat menulis saja. Tidak secara signifikan memberikan efek kepada lancarmya ide yang megalir untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.
Terlepas dari banyaknya pernyataan orang terkait dengan kopi dan inspirasi, saya melihat ngopi menjadi sebuah trend yang berkembang di kalangan muda-mudi maupun golongan tua tidak terbatas pada profesi. Semakin banyaknya warkop yan berkembang di Lombok Timur patut dijadikan kebanggaan bahwa salah satu peluang usaha produktif terbuka lebar. Fenomena ini menjadi pertanda bahwa pengaruh kaum urban sudah menjalar di Bumi Patuh Karya. Pengaruh urban ini saya rasa berasal dari berbagai kota besar yang menjadi tempat banyak mahasiswa dari Lombok menimba ilmu seperti Malang dan Yogyakarta. Warkop menjadi trend untuk tempat ngopi dan nongkrong sambil berselancar di dunia maya menggunakan perangkat laptop maupun gawai pintar yang bisa digunakan untuk bermain game online.
Terlepas dari ada dan tidaknya pengaruh kopi dan inspirasi ini, saya tetap berharap bahwa ngopi dan menulis menjadi sebuah satu kesatuan aktifitas. Yang mana ke depannya bisa digunakan untuk menumbuhkan pembiasaan menulis bagi generasi muda di Lombok Timur. Oleh karena itu mari ngupi dan menulis.       
   
#komunitasonedayonepost

#ODOP_6