News Ticker

ANALISA LAPANGAN EMMA #2

By Agus Khairi - Thursday, September 6, 2018 2 Comments

Hari ini merupakan hari kedua analisa lapangan untuk EMMA pasca tanggap darurat gempa Lombok. Selain wawancara dengan responden, hari kedua ini akan diadakan diskusi kecil untuk membahas hasil temuan pada hari pertama. Kami bertiga yang mendapat tugas untuk survey pasar beras di kecamatan Bayan saling bertukar informasi tentang hasil hari pertama. Tidak jauh berbeda hasil yang kami peroleh pada masing-masing pelaku pasar. Hal-hal yang berbeda muncul karena masing-masing daerah memiliki kondisi yang berbeda.
Hari kedua ini Saya putuskan untuk kembali ke Desa Sambik Elen untuk menemui pedagang grosir beras yang ada di sana. Saya mewawancarai pedagang beras ini di dekat tokonya yang retak akibat gempa. Wawancara berjalan lancar dan saya mendapat informasi yang cukup untuk bahan kajian yang diinginkan. Masih seputar bagaiamana akses pasokan beras dan siapa saja pembeli. Secara umum usaha berasnya teganggu pasca gempa karena tokonya yang rusak. Sehingga tidak bisa ditempati untuk menyimpan barang dagangan dalam jumlah banyak. Selain itu juga, pedagang ini takut untuk menyimpan beras diakrenakan kondisi yang belum menentu. Setelah selesai wawancara saya pamit dan melanjutkan perjalanan ke Desa Anyar untuk berdiskusi. Pencarian responden tidak dilakukan lagi karena dirasa cukup dengan hasil wawancara kami bertiga. Cukup ringan saya rasa untuk hari ini. Kemudian kami bahas sedikit temuan survey dalam diskusi kecil sebagai bahan untuk merangkum laporan bersama TIM yang wawancara di kecamatan lain juga.
Pada pukul 12.30 kami sepakat untuk berpisah, pulang ke tempat masing-masing dengan jalur yang berbeda. Saya berangkat kembali menuju Lombok Timur dan yang lain berangkat ke Mataram. Setelah sholat zuhur di Masjid yang dekat dengan pasar Ancak, saya dan Ir berangkat pulang. Kami sepakat untuk mengambil jalur berbeda denagn kemarin. Jalur Sambelia yang lumayan jauh jarak tempuhnya tapi landai sehingga lebih tepat dengan adanya bawaan dari Desa Anyar. Titipan terpal dan selimut untuk keponakan. Di samping itu juga dengan melewati jalur ini kami bisa tau kondisi terkini pasca gempa yang lebih besar. Karena sebelumnya kami sempat lewat dan memberikan bantuan ke daerah Obel-obel dan Madayin Kecamatan Sambelia.
 Pemandangan sepanjang jalan sampai Pringgabaya jauh berbeda dengan sebelum tanggal 5 Agustus. Banyak tanah lapang yang berubah menjadi tempat pengungsian yang sesak dengan tenda dari terpal. Miris melihat pemandangan ini karena cuaca begitu terik yang pasti akan membuat gerah di dalam tenda. Selain itu juga saya banyak melihat tenda darurat di depan sekolah yang dijadikan kelas sementara karena adanya kerusakan gedung sekolah. Selain itu juga karena masih takut dengan gempa susulan yang masih sering terjadi walaupun dengan magnitudo yang relatif kecil.
Berharap bencana ini cepat berlalu sehingga masyarakat kembali hidup seperti sebelumnya tanpa takut akan adanya gempa saat di dalam rumah maupun gedung-gedung tempat beraktifitas sehari-hari. Dengan begitu, Lombok bisa cepat pulih dan sembuh dari trauma akibat gempa. SEMOGA.

Lombok Bangun Kembali…!!!

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6      

Tags:

2 comments to ''ANALISA LAPANGAN EMMA #2"

ADD COMMENT

Tinggalkan jejak di sini