News Ticker

CERITA LITERASI DARI MADRASAH

By Agus Khairi - Sunday, September 16, 2018 No Comments

Sejak digulirkannya Gerakan Literasi Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 yang lalu kata literasi menjadi kata yang begitu “sakti” di dunia pendidikan. Kata yang makna dasaranya adalah membaca dan menulis ini disusun menjadi sebuah gerakan yang diharapkan menyeluruh di seluruh Indonesia. Gerakan ini mampu menggugah sekian banyak stake holder dalam dunia pendidikan untuk ikut andil di dalamnya. Hal ini tidaklepas dari kesadaran bahwa siswa di Indonesia masih sangat kurang minatnya dalam membaca. Sehingga berdampak pada kegiatan membaca yang  belum menjadi kebiasaan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Berangkat dari kesadaran dan mengambil momentum gerakan yang begitu massif ini, beberapa teman guru sudah mulai merancang gerakan literasi di Madrasah. Walaupun dengan berbagai kendala dan kekurangan terutama terbatasnya bahan bacaan, akhirnya Gerakan Literasi di Madrasah bisa berjalan. Awalnya dengan menerapkan Membaca Nyaring dan Sustained Silent Reading (SSR) di kelas oleh salah seorang Guru Mata Pelajaran. Kegiatan membaca ini belum meyeluruh di satu madrasah, namun masih terbatas pada satu kelas pada jam Mata Pelajaran yang dipegang oleh salah seorang Guru. Bacaan yang diberikan lebih banyak berupa bacaan fiksi, berbentuk cerita pendek maupun novel. Ini dilakukan untuk menarik siswa agar mau membaca. Karena kecenderungan siswa lebih gemar membaca cerita dari pada bacaan non fiksi.   
Selama tiga bulan pelaksanaan program SSR ini, Guru sudah bisa melihat hasil mellaui kegiatan penilaian. Soal disusun berdasarkan target yang ingin dicapai dari kegiatan membaca. Jawaban yang diinginkan disesuaikan dengan apa tujuan dari kegiatan SSR yang dilaksanakan selama tiga bulan yang telah lewat. Deskripsi dan narasi menjadi pilihan untuk bentuk jawaban yang diinginkan. Diharapkan siswa mampu membuat deskripsi dan narasi sesuai dengan gambar yang diberikan. Dan hasilnya memuaskan setelah melihat jawaban siswa, sebagian besar menggunakan imajinasi untuk menggambarkan situasi yang berkaitan dengan gambar yang diberikan.
Melihat hasil dari program SSR di atas maka bsa disimpulkan bahwa membaca fiksi dapat melatih siswa untuk mengembangkan imajinasi mereka. Kemudian imajinasi yang dikembangkan di pikiran meraka tuangkan dalam bentuk tulisan. Bagus dan tidaknya tulisan yang dibuat bisa dipengaruhi oleh bahan bacaan siswa. Oleh karena itu, jika ingin mengembangkan bakat becerita anak memalui tulisan maka penting untuk membeikan asupan berupa bacaan fiksi agar siswa terbiasa mengembangkan imajinasi mereka yang nantinya bisa dirangkai ke dalam bentuk tulisan deskripsi dan narasi. 

No Comment to " CERITA LITERASI DARI MADRASAH "

Tinggalkan jejak di sini