News Ticker

EMMA HARI KE-LIMA

By Agus Khairi - Friday, September 7, 2018 5 Comments

Pada hari ke-5 dari rangkaian kegiatan EMMA adalah membuat rangkuman hasil kegiatan lapangan selama dua hari kemarin. Rangkuman dilakukan sesuai dengan Critical market System (CMS) yang menjadi bagian masing-masing yaitu Beras, Seng dan Bambu. Pada tahap ini masing-masing enumerator memaparkan hasil temuan saat field work masing-masing selama dua hari. Temuan selain hasil pengisian kuesioner juga dipaparkan berupa temuan lain di luar kuesioner. Ini menjadi bahan tambahan untuk menyusun hasil temuan di lapangan.
Hal pertama yang dilakukan pada pertemuan hari ini adalah memetakan pasar. Ada tiga item yang akan dibuat pada pemetaan ini yaitu versi akhir dari peta dasar dan pasca emergency serta kalender musim. Ketiganya sudah ada draft sebelum turun lapangan sehingga bisa dikonfirmasi saat turun lapangan. Sementara hasilnya inilah yang menjadi bahan pad atahap pemetaan ini. Sederhanya, tinggal memperbaiki versi draft awal dengan hasil temuan lapangan. Banyak perubahan pada peta pasar sebelum dan setelah gempa Lombok Utara. Kalender musim juga sedikit berubah dari draft yang sudah disusun sebelum turun lapangan.
Pada pemetaan pasar sebelum gempa ada perubahan pada komponen pelaku pasar yang diduga seagai pemain. Dianggap BUMDesa dan Koperasi juga berperan sebagai pengepul dan pengecer beras. Namun setelah turun lapangan ditemukan bahwa dua lembaga ini hanya berfunsi sebagai lembaga keuangan saja. Mereka hanya menyediakan modal bagi masyarakat dalam bentuk pinjaman. Ini seperti BUMDesa dan Koperasi kebanyakan, tidak banyak yang menjalankan usaha produktif. Selain itu juga pada pemetaan pasar ditemukan beberapa gangguan pada proses produksi taitu petani yang menggarap lahan tidak bisa berkegiatan di sawah karena masih trauma. Selanjutnya pada komponen pelaku pasar yang lain seperti distributor dan saudagar (tengkulak) juga kena imbas dengan terganggunya produksi. Sehingga bsia disimpulkan mengganggu semua pelaku pasar yang ada. Walaupun masih ada yang beroperasi namun tidak dalam kapasitas total dan optimal. Salah satu yang menjadi pemasok beras ke KLU adalah Pengampas yang berasal dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. Keberadaan pengampas ini cukup membantu pasokan beras ke kecamatan Bayan yang berbatasan langsung dengan Lombok Timur.

Setelah peta pasar selesai, tahap selanjutnya adalah analisa gap. Pada tahap ini dikaji sasaran yang akan diberikan bantuan sebagai hasil dari kajian pemetaan pasar. Mengingat sebagian masyarakat Lombok Utara masih mempunyai gabah dan beras simpanan, maka tidak tepat kalau diberikan bantuan langsung berupa beras. Di samping itu juga masih ada bantuan Beras Sejahtera (RASTRA) bagi keluarha tidak mampu. Ini juga mempengaruhi penjualan beras yang ada di KLU. Maka dari itu perlu dikaji pilihan bantuan yang tepat. Namun yang jelas tanggapan langsung (direct respon) kurang tepat untuk diberikan dalam hal ini. Perlu dipikirkan tanggapan tidak langsung (indirect respon) pada pelaku yang tepat agar kehidupan perkeonomian masyarakat terdampak gempa bisa terus berlanjut. Sehingga diharapkan masyarakat penyintas bisa berdaya setelah masa pemulihan pasca gempa. SEMOGA.

Lombok Bangun Kembali

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6     

Tags:

5 comments to ''EMMA HARI KE-LIMA"

ADD COMMENT

Tinggalkan jejak di sini