News Ticker

MENYIKAPI UJARAN KEBENCIAN

By Agus Khairi - Wednesday, September 12, 2018 No Comments

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang ujaran kebencian yang menghiasi narasi di media sosial. Ujaran kebencian ini banyak dipicu oleh perbedaan pilihan atau keberpihakan terhadap sesuatu ataupun perorangan. Narasi tentang ujaran kebencian mulai marak saat momentum pemilihan umum tahun 2014. Begitu bebasnya orang mengeluarkan ujaran  kebencian terhadap yang berbeda pilihan menyemarakkan lini masa media sosial saat itu. Akhirnya pertentangan tidak terelakkan, seolah satu pihak merasa diri paling baik, yang lain buruk.
Ujaran kebencian berisi banyak hal terkait isu agama sampai menyerang pribadi. Dalam masa perhelatan pemilihan umum, ujaran kebencian diproduksi untuk menyerang lawan untuk menjatuhkan. Atau bahkan bisa jadi ujaran kebencian sengaja dibuat oleh pihak sendiri yang seolah-seolah menyerang orang atau kelompk tertentu dengan tujuan menarik simpati dari para pendukung maupun khalayak secara luas. Tidak hanya keluar dari orang pribadi dengan akun yang asli di media sosial namun tidak sedikit menggunakan nama palsu. Saling menyerang di media sosial dengan ujaran kebencian ini sangat mempengaruhi situasi sosial, politik dan agama yang akhir-akhir ini kelihatan begitu rentan.
Pemerintah berusaha mengurangi dan mencegah adanya ujaran kebencian di tengah masyarakat dengan mengeluarkan regulasi yang bisa menindak secara hukum orang yang mengeluarkan uajran kebencian. Namun ini masih belum terlihat pengaruh positifnya sehingga ujaran kebencian masih marak dipertontonkan di ruang public. Tentunya ini memerlukan penangan serius dari pihak berwenang.
Selain mengharapkan tindakan dari yang berwenang, kita sebagai warga net bias mengurangi uajran kebencian di media sosial dengan cara menjadi warga net yang bijak. Karena tidak jarang ujaran kebencian yang dilontarkan di media sosial menjadi tersebar luas karena perilaku tidak bijak dari warga net. Perilaku tidak bijak tersebut ditunjukkan dengan beusaha menanggapi ujaran kebencian tersebut sehingga justru semakin membuat ujaran tersebut tersebar di kalangan warga net sendiri. Semakin diperbicangkan dan ditanggapi maka semakin tersebarlah ujaran tadi. Bayangkan saja, jika satu ujaran kebencian dilontarkan oleh satu akun media sosial kemudian ditanggapi oleh banyak akun lainnnya maka secara tidak sadar kita sudah memberikan ruang untuk tercapainya tujuan dari si penyebar ujaran kebencian tersebut. Lebih baik ujaran kebencian tersebut dianggap angin lalu, tanpa dihiraukan maka dengan sendirinya apa tujuan dari si penyebar ujaran tidak akan tercapa dan perlahan akan hilang pengaruhnya.  
Oleh karena itu, sikap bijak kita sebagai pengguna media sosial, sebagai warga net diharapkan untuk tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian dengan menanggapinya sampai berdebat di ruang media sosial tanpa ujung. Apalagi sampai mebagikan kea kun ataupun group lainnya sehingga secara langsung kita sendiri yang ikut menyebarkan. Jadi mari kita menjadi warga net yang bijak agar narasi yang tersebar di media sosial sesuai dengan peruntukannya yaitu untuk hiburan dan menebar pengaruh positif. SEMOGA.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6 

Tags:

No Comment to " MENYIKAPI UJARAN KEBENCIAN "

Tinggalkan jejak di sini