News Ticker

PERPUSTAKAAN ZAMAN NOW

By Agus Khairi - Friday, September 14, 2018 No Comments
Tanggal 14 September merupakan hari kunjungan perpustakaan. Saya baru tau kali ini bahwa ada hari kunjungan perpustakaan. Saya dapat informasi ini dari unggahan satu lembaga yang saya ikuti di media sosial. sontak saya unduh dan kemudian mengunggah foto tersebut di media sosial yang lain. Berharap orang lain juga bisa mengetahui tentang hari kunjungan perpustakaan ini. Sedih rasanya ternyata begitu tidak akrabnya saya dengan hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan. Ini lantaran saya jarang ke perpustakaan, walaupun sejak tiga tahun terakhir berusaha meningkatkan kegiatan membaca mandiri.
Hari Kunjung Perpustakaan pada tiap tanggal 14 September ini ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yaitu oleh Presiden Soeharto pada tanggal 14 September 1995 di banjarmasin. Bulan September ini juga menjadi penting karena ditetapkan juga sebagai Bulan Gemar Membaca. Penetapan ini tidak lepas dari peran Kepala Perpustakaan Nasional (PEPUSNAS) RI saat itu Mastini Hardjoprakoso (sumber: metrotvnews.com). Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia ke depannya. Jadi, jauh sebelum Gerakan literasi Nasional diluncurkan, pemerintah sudah mengupayakan agar literasi bangsa Indonesia meningkat terutama literasi baca.
Sejak ditetapkannya Hari Kunjung Perpustakaan ini sampai sekarang bisa kita lihat bagaimana perkembangan Perpustakaan dan kunjungannya. Khususunya di Lombok Timur, geliat perpustakaan untuk terus berbenah sangat terlihat. Pertama saya berkunjung ke Perpustakaan Daerah Lombok Timur ini dulu pada tahun 2004, tahun pertama saya masuk kuliah. Sekarang sangat jauh berbeda kondisi fisik dan koleksi pada saat 2004 lalu. Bahkan pernah menjadi juara nasional pada lomba perpustakaan. Sangat membanggakan dengan prestasi tersebut yang tentunya dinilai dari fasilitas utama perpustakaan dan pengeloalaannya.
Tiga tahun terakhir saya sering berkunjung ke perpustakaan daerah ini dan menemukan banyak pengunjung yang hadir. Salah satu daya tariknya adalah fasilitas Wi-Fi gratis yang disediakan. Tentu ini menjadi “syurga” bagi Mahasiswa dan pelajar, bahkan bagi yang berprofesi lainnya. Bahkan ada sebagian orang yang datang hanya untuk sekedar menikmati layan internet gratis walaupun sekedar untuk bermain game online. Melihat ini saya berpendapat bahawa suatu capaian yang baik ketika perpustakaan bisa memberikan layanan untuk akses informasi. Tidak hanya buku dalam bentuk cetak tetapi juga akses informasi digital bagi masyarakat yang tentunya sangat berguna. Tidak bias dipungkiri memang, kunjungan ke perpustakaan ini didorong oleh adanya layanan internet gratis dan tempat yang bagus seperti gazebo khusus untuk akses internet.
Adanya fasilitas internet gratis di perpustakaan merupakan pengembangan layanan yang sangat bagus mengingat kebutuhan masyarkat akan informasi saat ini. Namun perlu terus didorong agar ini berdampak pada peningkatan jumlah masyarakat yang membaca buku dan jumlah buku yang dibaca. Tujuan pengembangan perpustakaan jangan hanya untuk meningkatkan kunjungan saja, tetapi justru lupa dengan tujuan utama dari perpustakaan yaitu menyediakan bacaan yang baik dan lengkap bagi masyarakat. Jangan sampai perpustakaan hanya sebagai pengganti warung internet yang tentunya membutuhkan biaya untuk mendapatkan layanannya. Karena bagaimanapun buku tetap menjadi salah satu sumber pengetahuan utama bagi masyarakat yang belum tentu bisa membeli buku yang dibutuhkan. Dalam hal inilah perpustakaan memainkan peran pentingnya untuk layanan buku dan menumbuhkan minat baca masyarakat yang dinilai masih rendah.
Selain itu, perpustakaan sekarang sudah mulai dikembangkan tidak hanya sebagai tempat yang identik dengan membaca tapi sudah dikembangkan menjadi tempat dengan banyak kegiatan. Kegiata yang dilaksanakan tentunya tidak jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan literasi saat ini. Berbagai kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah pelatihan keterampilan berbagai keahlian, pelatihan pembuatan blog, kurusus bahasa inggris untuk anak, pentas seni dan sastra oleh komunitas seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur. Dengan menyediakan banyak kegiatan yang berkaitan erat dengan literasi seperti tersebut di atas tentunya akan semakin meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Apalagi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi milenial yang banyak jumlahnya di Indonesia.   

No Comment to " PERPUSTAKAAN ZAMAN NOW "

Tinggalkan jejak di sini