News Ticker

BELAJAR DARI “GURU” YANG MAHA TAHU

By Agus Khairi - Friday, October 12, 2018 No Comments


Belajar merupakan kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan baru baik dengan bertemu langsung dengan guru maupun tidak bertatap muka langsung. Bertatap muka langsung tentunya bisa kita dapatkan di lembaga pendidikan formal maupun non formal, mengikuti seminar, workshop, diskusi maupun kajian-kajian keilmuan lainnya. Namun tentunya tidak selamanya kita bisa bertatap muka langsung dengan sumber pengetahuan untuk belajar. Hal ini bisa disebabkan karena keterbatasan waktu, biaya dan usia tentunya. Oleh karenanya kita perlu mencari sumber pengetahuan lain untuk belajar yang bisa dilakukan tidak terbatas waktu. Tentunya juga tidak mengharuskan untuk bertemu langsung dengan yang tahu tentang suatu ilmu tertentu sebagai sumber belajar. Dari segi biaya juga tentunya relatif lebih murah sehingga terjangkau untuk banyak kalangan. “Guru” tempat belajar yang demikian itu adalah buku, sebagai “guru” yang maha tahu.
Buku tentunya sangat beragam jenis dan isinya, sehingga wajar dikatakan sebagai “guru” yang mahatahu. Dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada di muka bumi ini bisa kita temukan dan pelajari melalui buku. Sehingga proses belajar bisa kita lakukan lewat buku tentang ilmu tertentu yang ingin kita ketahui. Saat membaca buku kita tentunya menelusuri jejak-jejak pengetahuan yang tertuang dalam buku yang dibaca. Dengan banyak membaca buku kita bisa menelusuri relung-relung pemikiran dari orang yang menulis buku. Tentunya penulis buknalah orang sembarangan, sehingga secara keilmuan tidak bisa diragukan lagi. Tinggal mana yang akan kita pilih untuk pelajari, “guru” mana yang ingin kita telusuri relung pemikirannya sampai jauh ke dasar. Sekali lagi tanpa bertemu langusung dengan si pemilik ilmu tersebut sehingga proses belajar kita menjadi murah dan tak terikat waktu.
Belajar dari “guru” mahatahu tentunya kita lakukan dengan membaca intensif agar bisa memahami isi dari pelajaran yang disampaikan di dalamnya. Dengan begitu tujuan dari membaca yaitu memperkaya khasanah keilmuan dan pengetahuan diri kita bisa tercapai. Dari kegiatan membca itu tentunya kita mendapat berbagai macam ilmu dan pengetahuan, yang pada akhirnya bisa kita padukan menjadi ilmu dan pengetahuan yang lebih lengkap dan luas. Semakin banyak buku yang dibaca maka semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang kita eksplorasi dan padukan menjadi pengetahuan diri sendiri yang akan memperkaya kita dengan ilmu pengetahuan. Semakin kaya kita akan pengetahuan maka kita bisa mengejar pengetahuan dari penulis yang kita pelajari pemikirannya lewat buku, bahkan kita juga bisa melampaui ilmu dan pengetahuan “guru” tidak langsung yang mahatahu tadi. 
Dengan belajar dari “guru” yang maha tahu (baca: membaca) maka kita bisa memperkaya pengetahuan kita tentang sesuatu bidang yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari kita, baik untuk diri pribadi maupun untuk orang lain. Apa lagi di tengah masyarakat yang kurang pengetahuannya lantaran tingkat pendidikan yang rendah seperti kebanyakan di daerah saya. Maka kehadiran ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu bagaikan cahaya dalam kegelapan yang mampu menerangi jalan sehingga tidak tersesat. Cahaya yang kita bawa berupa ilmu ini tentu sangat besar manfaatnya dalam suasana gelap pengetahuan masyarakat. Oleh karenanya banyak-banyaklah belajar dari “guru” yang mahatahu, banyaklah membaca agar bisa mendapatkan cahaya pengetahuan dan ilmu bagi diri maupun orang lain di sekitar kita. Dengan harapan cahaya penerang berupa ilmu dan pengetahuan yang kita miliki sebagai hasil dari membaca tadi bisa digunakan untuk memerangi kegelapan pengetahuan dan pemikiran masyarakat luas. Seperti katanya Fachmy Casofa, seorang penulis yang sudah banyak membantu tokoh-tokoh besar untuk menulis bukunya, salah satunya BJ Habibie, in absentia luci, tenebrae vincu”; saat tiada cahaya, kegelapan akan meraja. Dan tentunya kita tidak ingin terjadi hal seperti itu, jangan sampai masyarakat sekitar kita terkungkung dalam kegelapan tanpa cahaya penerang berupa ilmu dan pengetahuan. Maka mari membaca seperti yang diperintahkan oleh Allah swt dalam pembuka kalamnya yang agung dan suci. Iqra’; bacalah!      

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6      

No Comment to " BELAJAR DARI “GURU” YANG MAHA TAHU "

Tinggalkan jejak di sini