News Ticker

BIJAK MENYIKAPI BENCANA

By Agus Khairi - Tuesday, October 2, 2018 No Comments

Menghadapi bencana di dua tempat terakhir memberikan banyak pelajaran yang berarti bagi saya, walaupun secara tidak langsung berada di daerah terdampak. Bencana pertama yang ada di Lombok membuat saya dan sebagian besar masyarakat Lombok tidur dengan waspada bahkan tidur di tenda. Bencana yang baru pekan kemaen terjadi di bagian Sulawesi juga cukup membuat empati saya muncul terlebih selain gempa ada tsunami yang menerjang. Hanya do’a yang bisa saya sampaikan karena bagaimanapun juga saya mengerti apa yang dirasakan oleh saudara-saudara di belahan Indonesia yang lain. Mereka membutuhkan penanganan segera baik berupa pertolongan untuk penanggulangan cepat tanggap maupun rencana pemulihan ke depan seperti yang Lombok alami.
Di balik rasa simpati, empati dan prihatin terhadap korban bencana gempa ada hal-hal yang sepertinya kurang pas diucapkan maupun dilakukan oleh sebagian orang. Sikap-sikap yang tidak pada tempatnya saat bencana melanda saudara-saudara kita. Hal ini paling banyak menyebar melalui media sosial yang memang sangat besar perannya dalam penyebaran informasi. Salah satu yang saya soroti adalah banyak orang yang mengait-ngaitkan bencana dengan hal-hal yang sedang berkembang sebelum terjadi bencana. Seperti, soal pilihan politik seorang tokoh setempat serta perilaku masyarakat maupun sebagian kecil pada daerah yang terkena bencana. Baik di Lombok maupun di Sulawesi terdapat kesamaan isu yang berkembang terkait dengan dua hal tersebut. Bahkan ini dikaitkan dengan permerintahan yang sedang berkuasa.
Di Lombok ada dua hal yang dikaitkan oleh para netizen maupun tokoh agama yang ada di Lombok terkait dengan bencana. Yang pertama adalah pilihan politik salah satu tokoh terkemuka di Lombok. Megaitkan bencana ini dengan politik tentunya tidak elok, seolah-olah pilihan politik seseorang adalah suatu kesalahan sehingga menjadi penyebab murka Tuhan kemudian turunlah azab berupa bencana. Yang kedua adalah aktifitas pariwisata yang ada di Lombok, terutama di Gunung Rinjani. Maklum Gunung Rinjani ini adalah termasuk tempat yang dianggap sakral bagi setidaknya dua agama yang berkembang di Lombok. Sehingga aktifitas pariwisata yang sdang berkembang di Gunung Rinjani menodai tempat sakral tersebut. Lagi-lagi inilah yang menjadi penyebab murka Tuhan.
Pun di Sulawesi ada saja hal-hal yang dikaitkan dengan bencana yang terjadi. Di antaranya adalah dikaitkan dengan tokoh yang ada dan sebuah bangunan yang dikaitkan dengan keyakinan salah satu agama. Yaitu sebuah taman yang jika dilihat dari atas ada bagian yang seperti mata tunggal. Hal-hal seperti ini terus berkembang di jagat maya melalui media sosial tanpa dapat dibendung. Baik yang mendukung maupun yang menolak hal-hal tersebut memperdebatkannya di media sosial. akhirnya secara tidak langsung menyebarluaskan isu yang sedang berkembang. Jadilah isu tersebut viral karena menjadi perbincangan dan dibagikan dari akun yang satu ke akun yang lainnya.
Dalam hal ini bukan pada kapasitas saya untuk menentukan apakah kaitan-kaitan yang didengungkan itu benar atau tidak. Secara keyakina agama tentu saya punya dasar untuk meyakini sebuah bencana ini seperti apa diturunkan oleh Tuhan. Yang menjadi kerisauan saya adalah perasaan korban bencana yang melihat dan mendengar bahwa terjadinya bencana di daerah mereka dikaitkan dengan hal-hal di luar mereka. Ini tentu akan menambah beban hati dann perasaan mereka yang pada saat tertimpa bencana membutuhkan dukungan moral yang kuat. Di sinilah dibutuhkan kebijaksanaan dan kearifan dari kita semua untuk bersikap terhadap setiap bencana yang menimpa saudara-saudara kita di daerah lain. Terlepas dari keyakinan pada diri kita masing-masing sesuai dengan agama yang dianut, penting kiranya menjadi pertimbangan perasaan korban bencana. Jangan sampai pernyataan-pernyataan yang kita sendiri belum tahu secara pasti kebenarannya menmbah beban perasaan bavi korban bencana. Simpanlah semua keyakinan kita itu untuk kalangan sendiri agar tidak mendapat antipasti dari yang tersinggung atas pernyataan-pernyataan tersebut terlebih bagi korban dan keluarganya. Lebih bijak menyikapi bencana bisa menjadi bantuan moril juga bagi korban yang terkena bencana. Terutama lebih bijak dalam menggunakan media sosial sebagai sumber berita dan penyebarannnya.   

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6

Tags:

No Comment to " BIJAK MENYIKAPI BENCANA "

Tinggalkan jejak di sini