News Ticker

HIDUP UNTUK MEMBERI

By Agus Khairi - Wednesday, October 17, 2018 No Comments

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”
(Hadist)

Sejak memasuki dunia kampus pada tahun 2004 dulu, saya langsung tertarik dengan dunia aktifis mahasiswa. Saya kagum dengan mereka yang berkumpul dan berorganisasi dan membicarakan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan orang lain. Di samping juga kemaslahatan sendiri sebagai kelompok mahasiswa menjadi perhatian yang tidak luput dari pembicaraan dan tindakan mereka. Akhirnya saya terjun ke dunia aktifis mahasiswa bersamam teman-teman-teman yang lain. Di sinilah saya belajar mengenai permasalahan dan penyelesaiannya baik yang bekembang di lingkungan kampus maupun di negera secara umum, bahkan pemaslahan dunia tidak lepas dari diskusi-diskusi dan kajian kami. Ini semakin membuat saya bersemangat terlibat dan aktif dalam dunia katifis mahasiswa.
Kegiatan saya yang begitu banyak di kampus berbanding terbalik dengan saat saya masih di bangku sekolah. Walaupun tergolong sebagai anak yang mendapat prestasi secara akademik namun saya menjadi pribadi yang tidak pandai bersosialisasi. Saya terpinggirkan dari kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan diri, sehingga sangat bepengaruh pada keberanian saya untuk mengemukakan pendapat di muka umum, terutama di dalam kelas. Hal inilah juga yang mendorong saya untuk aktif di dunia aktifis mahasiswa. Saya bertekad harus bisa public speaking yang menjadi kelemahan saya di dalam kelas sejak di bangku sekolah. Banyka kegiatan yang kami lakukan baik itu diskusi, kemah bersama, sampai demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi. Aktifitas ini terus berlangsung di tengah kesibukan saya kuliah sampai akan menyelesaikan kuliah dan wisuda.
Selain untuk bisa public speaking, dorongan kuat juga untuk terjun ke duni aaktifis mahasiswa adalah untuk pembekalan diri agar bisa bermanfaat di lingkungan sendiri saat sudah selesai di kampus. Dan memang tepat apa yang saya harapkan, dengan banyaknya aktifitas yang saya lakukan saat kuliah maka implikasinya adalah saat saya berada di tengah-tengah masyarakat. Tekad untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain saya wujudkan ketika sudah berada di komunitas asal saya. Berbagai pengalaman yang saya dapatkan saat kuliah saya terapkan di rumah, tanpa memikirkan apa yang akan saya dapatkan. Pada prosesnya maka saya pun terpilih menjadi ketua pemuda di kampung kemudia berlnajut menjadi ketua Karang Taruna di desa. Kesemuanya ini saya niatkan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.
Hal pertama yang saya bangun adalah kerangka berpikir teman-teman pemuda agar bisa menjadi generasi yang betul-betul siap menggantikan generasi tua. Dengan banyak berdiskusi dan berlatih public speaking saya mencoba untuk mendorong agar teman-teman pemuda bisa tampil di muka umum dan mengemukakan pendapatnya dengan baik. karena saat itu, hal inilah yang sangat kurang di lingkungan saya. Alhamdulilah dengan mendorong secara aktif maka semakin banyak pemuda yang bisa tampil di muka umum dengan baik sehingga kekurangan yang selama ini dilamai bisa tertutupi. Hal ini kemdia meadapat sambutan yang baik di kalangan tua, sehingga ini bisa menjadi dorongan semangat bagi kami pemuda untuk terus belajar menajdi lebih baik.
Keinginan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain banyak mendorong saya dan teman-teman mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan seremonial. Mulai dari Perayaan Hari Besar Islam, Peringatan Hari Besar Nasional sampai kegiatan sosial diselenggarakan oleh komunitas pemuda. Hal ini tentu mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat danmenjadi dorongan semangat. Hal yang menjadi tugas rumah saya dan teman-teman yang lain saat ini adalah bagaimana membangun perekonomian komunitas pemuda agar berdaya. Semoga ke depan hal ini bisa tercapai agar pemberdayaan ekonomi bisa tercapai di kalangan pemuda.      

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6

No Comment to " HIDUP UNTUK MEMBERI "

Tinggalkan jejak di sini