News Ticker

HOAX ALA EMAK

By Agus Khairi - Wednesday, October 3, 2018 3 Comments

Hari ini pemberitaan media massa ramai oleh konferensi pers oleh seorang aktivis yang cukup kesohor di seantero negeri ini. Konferensi pers ini ramai diberitakan lantaran memuat pengakuan diri sang aktivis terkait pernyataan yang dibuatnya sepekan yang lalu. Pada pekan yang lalu sang aktivis, sebut saja RS mengaku dianiaya oleh orang tak dikenal sehingga menyebabkan mukanya lebam. Merasa prihatin dengan pengakuan RS maka sejumlah kawannya, yang merupakan tokoh-tokoh nasional, ikut menyampaaikan keprihatinan dan mengecam atas tindakan yang katanya penganiayaan tersebut. Kemudian oleh media, ramailah pemberitaan terkait dengan penganiayaan ini sehingga menjadi isu hangat yang diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Berbagai cuitan berbalas cuit di Twitter ramai dengan isu ini, belum lagi dua hari ini group-group WA ramai memperdebatkan hal ini. Tak pelak ini menjadi isu nasional.
Namun pada akhirnya semua yang terkait dengan penganiayaan ini hanyalah sebuah drama oleh Sang Aktivis RS. Drama lantaran semua itu hanyalah berita bohong (hoax) yang disebarkan melalui orang terdekatnya kemudian kepada koleganya sehingga sampai ke khalayak luas. Dalam pernyataannya di depan awak media RS meminta maaf kepada sejumlah pihak yang sudah dibohongi dengan kabar penganiayaan tersebut. RS mengaku bahwa lebam di wajahnya adalah karena efek operasi plastik yang telah dijalaninya sebelumnya. Dari pengakuan ini tentu timbul berbagai macam reaksi berupa kecaman maupun nada membela diri karena sudah ikut menyebar berita bohong tersebut. Tokoh nasional ramai memberikan pernyataan terkait dengan pengakuan RS ini.
Yang menarik bagi saya dari kejadian ini adalah perlunya proses telaah terhadap berita yang akan dibagikan ke teman atau ruang media sosial. Banyak kemudian yang dibohongi drama yang dibuat oleh RS. Sehingga penting bagi kita untuk tidak cepat percaya dan menyebarkan berita yang belum diyakini kebenarannya. Dalam penyebaran ini juga andil media massa sangat besar. Karena kejadian ini juga dimuat beberapa media nasional. Prinsip jurnalisme tentunya perlu diperkencang lagi dalam memuat sebuah berita. Apalagi ini dalam skala nasional yang tentunya banyak yang akan membaca berita tersebut. Sehingga ke depan berita hoax ini tidak lagi meramaikan jagat pemberitaan di negeri tercinta ini. Mengingat banyak dari masyarakat kita yang masih belum tinggi tingkat melek digitalnya. Literasi digital kritis perlu menjadi bekal bagi kita yang gemar berselancar di dunia maya dan menjadi pengguna aktif media sosial. Jangan sampai kita termakan oleh berita bohong apalagi sampai ikut menyebarkan berita tersebut dengan membagikannya kepada orang lain. STOP HOAX.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6         

Tags:

3 comments to ''HOAX ALA EMAK"

ADD COMMENT
  1. Setuju. Kita mulai dari diri sendiri. Cek berita yang kita terima dan putuskan berita hoax dengan tidak menyebarkannya

    ReplyDelete
  2. Setuju banget, stop hoax dengan tidak ikut menyebarkannya

    ReplyDelete

Tinggalkan jejak di sini