News Ticker

MENJADI GURU PENULIS

By Agus Khairi - Sunday, October 7, 2018 No Comments



Menulis merupakan keterampilan yang tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik, apalagi menulis opini di media massa. Biasanya tulisan opini di media massa, misalnya koran, didominasi oleh tulisan para akademisi, pemerhati, dan penggiat. Baik itu opini tentang ekonomi, hukum, sosial, politik dan pendidikan. Sehingga terkesan menulis menjadi kegiatan ekslusif yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang saja. Padahal secara pemikiran tidak sedikit orang yang punya gagasan yang layak dijadikan opini di media massa namun kadang hanya berakhir di ruang-ruang diskusi saja. Misalnya, opini tentang pendidikan tentu guru punya gagasan yang tidak dipungkiri isinya bersentuhan langsung dengan aktifitas pendidikan dengan berbagai persoalan di dalamnya.
Pada kenyataanya, khususnya di Lombok, jarang ditemukan guru berbicara tentang dunia pendidikan dalam bentuk opini di media massa. Berbagai persoalan pendidikan hanya dibahas pada forum tidak resmi yang berujung seperti gosip sesama guru atau kepala sekolah. Tentunya ini tidak memberikan dampak luas bagi perubahan atau perbaikan yang diinginkan dalam dunia pendidikan. Karena tidak bisa didengar oleh penentu kebijakan di daerah. Malah opini pendidikan sering muncul dari pengamat atau akademisi dari perguruan tinggi yang menyoal tentang pendidikan. Tentunya akan menjadi berbeda daya tawar dari gagasan jika guru langsung yang memberikan pendapatnya tentang persoalan pendidikan yang sedang terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan guru yang bisa menulis dengan baik tentang persoalan yang bersentuhan langsung dengan guru tersebut.
    Melihat hal demikian saya sebagai seorang guru tergerak untuk bisa menulis opini yang baik. Namun kurangnya latihan yang khusus tentang menulis opini menjadi kendala utama untuk memulai berlatih menulis. Jarang dijumpai kelas menulis opini di Lombok yang bisa dijadikan sebagai pelatihan untuk menulis. Sebagian besar guru hanya fokus pada menulis karya ilmiah yang bersifat penelitian tindakan kelas (PTK). Sehingga pelatihan menulis jenis PTK inilah yang sering diadakan. Karena sesuai dengan kebutuhan guru, khususnya PNS, yang ingin naik pangkat (golongan). Berbeda dengan kelas PTK, pelatihan menulis opini jarang diadakan di daerah sehingga kesulitan untuk mendapatkan kesempatan berlatih menulis opini. Padahal pelatihan menulis opini sangat dibutuhkan terutama bagi saya agar bisa menyuarakan persoalan pendidikan melalui media massa lokal maupun nasional.
Selain itu, sebagai anggota organisasi profesi guru tentunya akan bisa menjadi nilai tambah apabila ada yang bisa menuliskan opini. Dengan membawa nama organisasi tentu akan memberikan nilai tambah pengaruh untuk opini yang dimuat. Selain itu juga, bisa mengajak anggota di organisasi guru agar bisa menuliskan opini yang baik untuk dimuat di media cetak. Hal ini tentunya akan sangat diharapkan memberikan manfaat bagi perubahan kebijakan khususnya terkait dengan dunia pendidikan ke depannya.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6

No Comment to " MENJADI GURU PENULIS "

Tinggalkan jejak di sini