News Ticker

NYONGKOLAN: RIWAYATMU KINI

By Agus Khairi - Sunday, October 7, 2018 No Comments

Dalam tradisi masyarakat Sasak di Lombok, ada sebuah tradisi yang menjadi rangkaian prosesi pernikahan yang masih dipertahankan sampai sekarang. Tradisi itu disebut Nyongkolan¸yaitu tradisi mengarak pasangan pengantin dari rumah mempelai laki ke rumah mempelai perempuan dengan menggunakan baju adat sasak dan diiringi dengan music tradisonal. Arak-arakan ini dilakukan dengan berjalan kaki dari jarak yang tidak terlalu jauh. Jika jarak rumah anatar pengantin ini terlalu jauh maka peserta Nyongkolan diangkut menggnakan kendaraan kemudian mulai berjalan dari jarak yang agak dekat ke rumah pengantin perempuan. Nyongkolan ini diramaikan oleh muda-mudi dan anak-anak yang menggunakan pakaian tradisional Sasak. Biasanya barisan nyongkolan ini memanjang sampai puluhan meter bahkan bisa sampai ratusan meter tergantung peserta yang terlibat.


 Pada awalnya tradisi Nyongkolan ini juga sambil membawa berbagai macam jajanan tradisional ke rumah pengantin perempuan. Bisa dibawa oleh masing-masing peserta, biasanya kaum perempuan, bisa juga kadang menggunakan wadah segi empat yang dihias bagus dan dipikul oleh empat orang laki-laki. Selain itu juga kadang dibaw batang-batang tebu lengkap dengan daunnya yang dibawa oleh anak-anak laki dan berada di barisan oaling depan. Tentunya ini menambah semarak arak-arakan yang berbaris memanjang dan diiringi oleh music tradisonal Gendang Bleq. Music tradisional ini biasanya dilengkapi dengan dua orang penari cewek yang disebut Jangger. Tentunya ini juga bisa menjadi daya tarik bagi peserta yang lain untuk ikut menari mengikuti irama Gendang Bleq.


Namun sayang saat ini radisi Nyongkolan ini sedikit demi sedikit mulai bergeser dari bentuk awalnya dulu. Ada beberapa hal yang berubah di antaranya, jajan tradisonal yang biasanya dibawa saat Nyongkolan sudah tidak dilakauakn lagi karena jajannya biasanya diantar dulu ke rumah mempelai perempuan sebelum Nyongkolan dilaksanakan. Selain itu yang menjadi perubahan sangat signifikan adalah music yang dugunakan untuk mengiringi peserta Nyongkolan. Sudah jarang digunakan music tradisonal karena tergeser oleh group music modern yaiyu Esot-esot dan Cilokaq. Yang mana music ini menggunakan peralatan modern layaknya group orkes melayu. Tentunya ini sangat mempengaruhi perilaku tarian oleh pserta, dari tari tradiosional menjadi joget kekinian. Penggunaan music tradisional ini tentu mejadi catatan dan perhatian para budayawan Sasak tentang keaslian tradisi Nyongkolan ini. Padahal tradisi ini sudah menjadi satu paket wisata yang bisa dijual ke wisatawan manca negara dengan melibatkan mereka menjadi peserta dengan berdandan ala Sasak Tradisional, tentunya dengan membayar sejumlah uang yang bisa menjadi pemasukan bagi daerah setempat yang menjual paket wisata ini.
Selain keaslian dari tradisi ini, yang banyak disoroti adalah tingkah laku para peserta dan gangguan ketertiban umum yaitu arus lalu lintas yang kerap macet akibat adanya kegiatan ini. Sehingga tidak jarang banyak yang mengeluh ketika menemukan kegiatan Nyongkolan di jalan umum karena kemacetan yang dtimbulkan bisa mengular sampai 1 kilometer di kedua arah jalan. Namun masalah kemacetan ini saya rasa masih bisa diatasi dengan adanya petugas lalu lintas yang diterjunkan mengamankan kegiatan ini. Karena rata-rata setiap desa di Lombok sudah menerapkan peraturan agar setiap kegiatan Nyongkolan dilaporkan ke pohak desa dan Kepolisian setempat agar mendapat pengawalan. Sehingga diharapkan kegiatan tersebut bisa berjalan dengan tertib dan tidak menggangu lalu lintas.
Pekerjaan rumah yang masih tersisa kini adalah terkait dengan tingkah laku peserta yang joget akibat musik yang dugunakan untuk mengiringi kegiatan Nyongkolan. Karena menilik dari tradisi awal kegiatan ini diiringi menggunakan musik tradisional Lombok yaitu Gendang Bleq. Selain itu juga tingkah laku para peserta yang jodet terkadang menimbulkan keributan baik antar peserta dari pihak laki sendiri maupun dengan penyambut yang dari mempelai perempuan. Tentunya ini butuh penanganan yang komprehensif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga tradisi Nyongkolan ini bisa terus lestari dan tanpa efek buruk yang ditimbulkan nantinya akibat pelaksanaan kegiatan ini.     
 
#komunitasonedayonepost

#ODOP_6

Tags:

No Comment to " NYONGKOLAN: RIWAYATMU KINI "

Tinggalkan jejak di sini