News Ticker

SAATNYA BANGUN CINTA (Bagian 2): IKHLAS YANG BERTANGGUNG JAWAB

By Agus Khairi - Wednesday, October 17, 2018 No Comments

Dalam usaha membangun cinta bahwa saling menerima keadaan menjadi hal yang sangat penting. Karena tentunya ketika hidup bersama maka tidak ada hal yang bisa disembunyikan dari pasangan masing-masing terkait dengan karakter dan kebiasaan. Tidak ada istilah jaga image dari masing-masing individu karena semuanya terlihat dalam keseharian. Sehingga dalam usaha membangun cinta maka menerima apa yang ada menjadi hal yang sangat penting untuk terus menjaga kokohnya bangunan cinta.
Saling menerima keadaan masing-masing dari pasangan tentu dapat dilakukan dengan dasar keihklasan. Dengan begitu maka rasa kecewa terhadap keadaan pasangan bisa dihilangkan dari diri masing-masing. Namun tentunya tidak selamanya ikhlas menerima ini akan terus dipertahankan sehingga timbul tindakan membiarkan atas kekurangan-kekurangan yang ada. Tentunya ini bukan tindakan yang tepat juga mengingat kekurangan yang ada bisa saja bersifat alamiah dan permanen tapi juga ada kekurangan yang masih bisa diperbaiki. Maka keihklasan dalam hal ini bukanlah ikhlas menerima begitu saja apa yang ada, namun masih dimungkinkan usaha-usaha perbaikan ke arah yang lebih baik atas kekurangan yang ada.
Saat kita melakukan usaha-usaha menuju ke arah perbaikan inilah sebagai bentuk tanggung jawab pada diri masing-masing dari pasangan. Tidak ada pembiaran terhadap kekurangan yang ada pada masing-masing individu melainkan timbul usaha untuk memperbaiki. Upaya perbaikan yang dilakukan tentunya berupa teguran mulai dari yang ringan sampai ke teguran yang keras. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kekeliruan yang dilakukan oleh pasangan.
Keikhlasan menerima disertai tanggung jawab untuk memperbaiki menjadi usaha saya dan pasangan untuk membangun cinta. Usaha untuk mencintai, bukan hanya untuk dicintai. Usaha untuk mecintai ini terwujud dalam ikhlas yang bertanggung jawab. Tidak pasrah dengan seperti apa adanya pasangan tapi berusaha untuk memberikan teguran untuk perbaikan sebagai wujud cinta. Karena pasrah dengan keadaan yang ada tanpa usaha perbaikan adalah bentuk dari rasa ingin dicintai, takut akan perasaan pasangan yang berubah ketika melakukan pebaikan-perbaikan terhadap diri pasangan. Jangan sampai perasaan ingin dicintai ini mengalahkan tanggung jawab yang seharusnya kita jalankan dalam usaha mencintai pasangan. Membangun cinta memang perlu keikhlasan untuk menerima seperti apa pasangan, namun keikhlasan yang bertanggung jawab adalah hal selanjutnya yang dilakukan sebagai bentuk rasa mencintai bukan hanya agar dicintai.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6  

Tags:

No Comment to " SAATNYA BANGUN CINTA (Bagian 2): IKHLAS YANG BERTANGGUNG JAWAB "

Tinggalkan jejak di sini