News Ticker

SAATNYA BANGUN CINTA (Bagian 1): SALING MENERIMA

By Agus Khairi - Friday, October 12, 2018 2 Comments


Pada tanggal 22 September 2018 Masehi yang lalu, bertepatan dengan 12 Muharram 1440 Hijriyah, saya resmi hidup berpasangan. Ijab Kabul yang saya lakukan dengan Bapak mertua adalah tanda penyerahan tanggung jawab kepada saya atas seorang perempuan yang selama 24 tahun telah dijaga dan dididiknya dengan kasih sayang dan tetesan keringat dan air mata. Tanggung jawab besar yang terkandung di dalamnya yaitu kewajiban menerima baik maupun buruk diri perempuan yang menjadi istri saya, teman hidup saya yang insya Allah sampai menutup usia di muka bumi dan berlanjut di tempat yang abadi nantinya di akhirat.
Perempuan yang bernama lengkap Elmi Yanti Lestari ini memang sudah lama berteman dengan saya di media sosial terbukti dengan catatan yang dikeluarkan oleh facebook kami berteman selama lebih kurang 7 tahun. Selama tujuh tahun tersebut bisa dikatakan sepertiganya baru berteman secara nyata. Lantaran saya mengenal secara nyata bahwa Dia adalah perempuan yang tinggal tidak jauh dari kampung saya, bahkan kami sama-sama tinggal di daerah dusun yang satu secara administratif. Agak lucu memang kalau mengingat kejadian ini, yang mana Facebook telah mempertemukan kami sejak lama namun baru-baru ini saling kenal di dunia nyata. Akhirnya kami dekat dan berteman cukup akrab dengan komunikasi yang relatif intens. Hingga pada akhirnya, singkat cerita kami memutuskan untuk hidup bersama.
Banyak yang bertanya, baik keluarga maupun teman dekat apakah kami sudah lama pacaran. Tentunya saya jawab dengan apa adanya bahwa kami bisa dibilang tidak pernah mengungkapkan saling mengikat dalam hubungan yang namanya pacaran. Namun kami dekat satu sama lain. Baru beberapa bulan terakhir sebelum memutuskan untuk menikah, saya menyatakan perasaan secara langsung dan meminta waktu untuk memantapkan hati dan menguji perasaan. Walaupun tidak pernah mengungkapkan perasaan cinta kepada Tari (begitu sapaan akrabnya), saya akui suka dan jatuh cinta sejak lama kepadanya. Walaupun itu terus diuji dalam waktu yang cukup lama. Urusan jatuh cinta ini tentunya dipantik dengan adanya rasa suka terhadap paras maupun sikap pada lawan jenis. Dan ini sudah menjadi fitrah manusia yang dikaruniai oleh Sang Pencipta. Selama jatuh cinta tentu kebaikanlah yang banyak dilihat dan ditampilkan pada diri masing-masing. Sedikit yang ditahu tentang hal yang tidak baik dari pacar, bahkan kita pun akan menampilkan sedikit bahkan menyembunyikan semua keburukan yang ada pada diri kita. Itu karena kita sedang jatuh cinta. Juga pasti ada harapan-harapan terhadap orang yang kita cintai ini akan seperti apa dia kelak ketika hidup bersama.
Berbeda halnya ketika sudah hidup berdua, dalam satu rumah yang selama 24 jam bisa dikatakan tetap bersama. Tentu pada tahap ini akan tampak apa adanya, baik itu rupa maupun sikap masing-masing. Tidak ada lagi hal yang disembunyikan seperti saat sebelum menikah. Akan ada ketimpangan antara harapan yang ada sebelum menikah dengan kenyataan yang kita lihat pada diri masing-masing pasangan. Lalu bagaimana sikap kita saat sudah mengetahui apa kenyataan dari diri masing-masing pasangan? Maka saat inilah usaha untuk membangun cinta, ketika keburukan dari pasangan yang ditemukan maka diterima dengan ikhlas kemudian berusaha untuk menyukai dan mencintai. Inilah proses yang disebut dengan “bangun cinta” oleh banyak orang, bukan jatuh cinta. Karena jatuh cinta ini penuh dengan hal-hal yang semuanya baik karena asmara yang menggebu, serta harapan-harapan yang baik pula. Maka saat harapan ini tidak sesuai dengan kenyataan yang didapatkan, saatnyalah untuk bangun cinta. Dengan demikian usaha untuk menerima apa adanya pasangan masing-masing bisa dengan mudah kita lakukan karena kita terus berusaha untuk mencintai. Sehingga rasa kecewa pun bisa ditepis, bahkan bisa dihilangkan agar masing-masing bisa terus saling berterima dan terus merasa cocok satu sama lain.
Usaha bangun cinta inilah yang tentunya saya dan Tari sedang jalankan. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak kami ketahui satu-sama lain muncul saat sudah berumah tangga. Baik itu buruk maupun baik, pada intinya semua terlihat dengan jelas. Namun seperti yang dikatakan dalam buku yang saya baca, bahwa dari kejengkelan dan bahkan kekecewaan itulah kita mulai membangun cinta agar tetap berterima satu sama lain. Aku mencintaimu istriku.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6

Tags:

2 comments to ''SAATNYA BANGUN CINTA (Bagian 1): SALING MENERIMA"

ADD COMMENT
  1. Keren mas Agus semoga menjadi keluarga samara sukses dunia akhirat dalam membangun cinta. Dikaruniai anak Anka yg Solih dan Solihah aamiin.
    Masih ketemu typo mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.

      Terima kasih atas koreksinya, Aphamdulillah sudah diperbaiki.

      Delete

Tinggalkan jejak di sini