News Ticker

SEMBUH DENGAN MENULIS (Bagian 1): Terapi Menulis Bu Budi

By Agus Khairi - Sunday, October 21, 2018 No Comments
sumber: http://biangnews4.blogspot.com

Jika ada yang bertanya tentang apa manfaat menulis maka salah satu jawaban yang saya utarakan adalah menulis itu menyembuhkan. Menulis bisa menyembuhkan beberapa penyakit yang ada pada diri si penulis. Namun tentu bukan penyakit yang sifatnya fisik seperti luka pada tubuh si penulis. Oleh karena itu saya katakan menulis itu menyembuhkan bukan menggunakan menulis itu obat.
Jawaban yang saya kemukakan di atas berdasarkan atas pengalaman yang saya dapat baik dari membaca, mengamati dan refleksi maupun mengikuti kegiatan bedah buku. Dalam tulisan ini akan saya kemukakan setidaknya 3 pengalaman kenapa bisa dikatakan menulis itu meyembuhkan. Di antaranya adalah pengalaman mengikuti bedah buku, ikut dalam komunitas menulis serta refleksi dari pengalaman sehari-hari dan hasil membaca.
Pertama, alasan mengapa menulis itu menyembuhkan akan saya jawab dengan pengalaman seorang guru yang melakukan terapi kepada muridnya dengan tulisan. Adalah Bu Budiarini seorang guru pada sebuah sekolah di Mojokerto Jawa Timur yang menuliskan pengalamannya melakukan terapi kepada siswanya yang “sakit” dengan menggunakan tulisan. Bu Budi, begitu panggilan akrabnya, saya kenal di sebuah komunitas menulis para guru besutan Media Guru Indonesia. Sakit yang diderita oleh siswa di sini bukan berarti sakit secara fisik, namun yang dimaksud di sini adalah siswa tersebut bermasalah.
Pengalaman menangani siswa yang bermasalah inilah yang dituliskan dalam bentuk buku oleh Bu Budi yang diberi judul Writing Therapy for Galauer. Buku ini berisi pengalaman Bu Budi dalam menangani siswa bermasalah walaupun bukan seorang Guru Konseling (banyak yang menyebutkannya dengan Guru BP) tetapi dia adalah seorang Guru Bahasa Indonesia. Namun, menurut saya, justru karena itulah terapi yang digunakan adalah menulis bukan terapi ala psikiater atau konselor. Menurut pengalaman yang dibagikan dalam buku itu bahwa terapi itu berhasil.

Terapi menulis yang digunakan oleh Bu Budi tersebut adalah di luar lazimnya terapi bagi siswa yang bermasalah. Kalau menggunakan istilah yang banyak digunakan saat ini adalah anti mainstream. Bagaimana tidak dikatakan di luar metode terapi yang biasanya dilakukan, setiap siswa yang ditangani oleh Bu Budi pada saat konseling siswa disodorkan kertas dan pulpen. Alih-alih siswa diberi nasihat panjang lebar namun Bu Budi hanya memberikan alat dan media tulis kemudian meminta siswanya untuk menulis. Menulis apa saja yang ingin ditulis oleh muridnya, tentu sebagian besar siswa yang diterapi menceritakan permasalahan yang dirasakannya lewat tulisan tersebut. Begitulah seterusnya, tiap pertemuan untuk terapi siswa diminta untuk menulis. Dalam waktu yang beragam, sebulan, dua bulan, bahkan sampai 3 bulan, banyak kemajuan yang ditunjukkan oleh terapi menulis tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi menulis tersebut berhasil menangani siswa yang “sakit” tersebut.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6                

No Comment to " SEMBUH DENGAN MENULIS (Bagian 1): Terapi Menulis Bu Budi "

Tinggalkan jejak di sini