News Ticker

SEMBUH DENGAN MENULIS (Bagian 2): Cerita Felix

By Agus Khairi - Sunday, October 21, 2018 No Comments
sumber: https://www.meutiarahmah.com

Alasan kedua kenapa saya katakan menulis itu menyembuhkan adalah dari pengalaman seorang penulis. Penulis tersebut akrab dipanggil Felix, berasal dari NTT. Pengalaman itu dia ceritakan pada saat bedah buku kumpulan cerpennya pada acara rutin Ngaji Sastra di Pusat Bahasa Univesitas Negeri Surabaya (UNESA). Menurut pengakuan dari Felix bahwa cerpen-cerpen pada buku tersebut dia tulis saat sedang menghadapi sakit berat yang mengharuskannya kembali ke kampung halamannya di NTT dari tempatnya menimba ilmu di Malang.
Saat berjuang menghadapi penyakitnya itulah Felix mengisi hari-harinya dengan menulis. Kegiatan menulis dia lakukan di sela-sela pengobatannya yang dilakukan baik secara medis maupun tradisional, yang menurut pengakuannya dilakukan oleh dukun di kampungnya. Diakui oleh Felix bahwa menulis pada saat dia berjuang melawan penyakitnya yang oleh orang-orang kampung sampai disebut dia gila, membuat dia berangsur-angsur membaik. Pada akhirnya sembuh total kemudian kembali ke Malang dan menerbitkan buku Kumpulan Cerpen yang isinya, menurut pembedah saat itu, psikopat karena berisi adegan-adegan yang cukup mengerikan bahkan sangat mengerikan. Kemungkinan besar ini dipengaruhi oleh keadaan penulis saat itu. Dari proses kreatif yang membuatnya lebih baik yang diceritakan oleh Felix disimpulkan pada acara Ngaji Sastra 4 saat itu bahwa sastra itu menyembuhkan.
Alasan ketiga kenapa saya katakan menulis itu menyembuhkan adalah hasil dari pengamatan dan refleksi yang saya lakukan sendiri. Menyembuhkan dalam hal ini saya artikan dengan membuat seseorang merasa lebih baik dari segi perasaan. Penyakit yang dimaksudkan di sini adalah kegelisahan atau kalau istilah yang digunakan saat ini adalah galau. Merujuk pada pengalaman Bu Budi pada penyampaian sebelumnya tentang terapi untuk para galauer memang secara empirik bisa dibuktikan. Aktifitas menulis mampu mengurangi rasa galau tentang banyak hal yang dirasakan oleh Si Penulis. Mulai dari kegelisahan tentang fenomena yang sedang berkembang di sekitarnya seputar politik, ekonomi, sosial sampai masalah asmara.
Selain dari membaca tulisan, karena tulisan dengan topik yang sama sudah banyak ditulis oleh pada penulis. Kalau kita amati pada kehidupan sehari-hari, bisa dijadikan bukti empirik bahwa menulis menjadi salah satu pilihan dalam urusan menghalau galau di hati. Bukti tersebut bisa kita lihat pada banyak status di dinding media sosial salah satunya Facebook. Menulis di media sosial menjadi pilihan banyak pemilik akun untuk menumpahkan isi perasaannya, utamanya kegalauannya terhadap sesuatu yang tidak jarang sampai menuliskan hujatan dan umpatan. Hal ini diyakini bisa membuat perasaan terasa lebih plong layaknya bagi kebanyakan orang yang rajin menulis di Dairy pribadinya sebelum tergantikan oleh media sosial pada saat ini.

Dari ketiga alasan di atas tentu dapat dilihat bagaimana menulis itu bisa membuat perbaikan pada diri seseorang, kalau dalam tulisan ini kita sebut menyembuhkan. Tentunya hal yang demikian itu terkait dengan faktor dorongan semangat atau motivasi yang didapat dari kegiatan menulis. Bisa menjadi faktor utama maupun faktor pendukung dalam proses penyembuhan tersebut. Dengan demikian mari menulis apa saja yang menjadi kegalauan pada diri kita, tidak peduli panjang pendeknya tulisan tersebut yang terpenting adalah menulis karena menulis itu menyembuhkan. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6                

No Comment to " SEMBUH DENGAN MENULIS (Bagian 2): Cerita Felix "

Tinggalkan jejak di sini