News Ticker

TENTANG IKHTIAR SEORANG PENUNTUT ILMU

By Agus Khairi - Monday, October 22, 2018 1 Comment

Malam minggu kemarin saat berkunjung ke Madrasah tempat saya mengajar untuk mengawasi kegiatan pelantikan anggota Pramuka, saya bertemu dengan alumni MTs NW Tanak Maik. Alumni ini adalah dulunya seorang siswa yang aktif dan berprestasi di Madrasah. Setelah selesai di MTs dia langsung melanjutkan ke Madrasah Aliyah yang masih satu Yayasan dengan  MTs. Sehingga masih sering bertemu dan berinteraksi. Seperti biasa, saat bertemu siswa ini mengucapkan salam takzim dan menjabat tangan saya dan guru-guru yang lain.
Setelah duduk saya coba membuka perbincangan dengan bertanya, “Sekarang kuliah di mana?” Dia langusng menjawab bahwa setelah lulus MA tahun kemarin ini dia tidak bisa melanjutkan kuliah. Alasan yang diungkapkan adalah tidak ada izin dari orang tua lantaran tidak ada biaya. Kalau mendengar penuturannya, tidak hanya tentag biaya namun juga alasan tidak diberikan kuliah karena keinginan orang tua, dalam hal ini Bapaknya, yang setengah hati melihat anaknya kuliah. Dengan berderai air mata dan terisak siswa ini kemudian menceritakan bagaimana tanggapan orang tuanya saat minta izin untuk melanjutkan studi ke perguruang tinggi. Siswa satu ini memang terkenal sangat mudah menangis kalau menceritakan hal-hal yang agak sedih. Sampai kemudian dia menceritakan bahawa saat ini dia sedang bekerja sebagai penjaga toko di dekat Pasar kecamatan.
Mendengar ceritanya saya juga merasa terharu namun berusaha tetap bersikap biasa. Namun ini langsung menguak lembaran masa lalu saya bagaimana saat mau kuliah dengan keterbatasan dana. Namun saya lebih beruntung darinya karena mempunyai orang tua yang mengutamakan pendidikan anaknya dari yang lainnya. Masalah biaya tentu akan diusahakan kemudian. Akhirnya saya langsung memberikan pandangan agar dia tenang dan tidak berkecil hati karena tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi saat ini. Saya tekankan bahwa ini hanyalah soal waktu saja, tetaplah berkeinginan kuat untuk kuliah dan berdoa agar dimudahkan. Dia terlihat bersungguh-sungguh mendengarkan apa yang saya utarakan.
Saya kemudian melanjutkan untuk memberikan semangat kepada siswa saya ini. Mulailah saya menceritakan bagaimana saya dulu berusaha agar bisa tetap kuliah dengan keterbatasan dana yang ada. Ini relevan dengan kondisi yang dihadapi oleh siswa saya ini sehingga saya juga semangat untuk bercerita kisah perjuangan saya hingga bisa kuliah S2 di Surabaya. Saya kemudian menyampaikan agar dia tetap menjaga keinginan dan semangat untuk kuliah. Pekerjaan yang dijalani sekarang jadikan sebagai ikhtiar untuk menuju kuliah nantinya, maksimalkan ikhtiar dengan tetap menjalani proses sekarang ini sambil tetap meminta pertolongan Allah melalui doa dan sholat sunnah duha dan tahajjud. Kesemuanya itu sangat penting agar kita bisa tetap menjaga usaha untuk mewujudkan apa yang kita inginkan dan cita-citakan.
Saya juga bersyukur dulunya tetap memupuk keinginan untuk bisa lanjut kuliah ke jenjang S2 serta tetap berusaha dengan mencari informasi beasiswa. Karena untuk bisa kuliah dengan biaya sendiri hampir bisa dikatakan tidak mungkin bagi saya. Namun semuaya terjawab dengan ikhtiar yang maksimal, do’a, tetap mencari informasi beasiswa, serta ikut pelatihan persiapan TOEFL agar skor bisa terus meningkat dan memenuhi standar. Sampai-sampai orang-orang di sekiar pun, para tetangga dan keluarga, merasa terkejut tiba-tiba saya minta izin untuk berangkat kuliah. Karena mereka tidak menyangka bahwa pada kondisi saat itu tidak memungkinkan saya akan melanjutkan kuliah ke jenjang S2 apa lagi di luar daerah yang tentunya menelan biaya yang tidak sedikit. Bahkan tidak sampai di situ saja, beberapa kawan pemuda di kampung saya pun merasa termotivasi untuk ikut berburu beasiswa agar bisa kuliah S2. Begitulah keyakinan akan ada jalan untuk bisa menuntut ilmu serta ikhtiar yang maksimal akan diganjar dengan kemudahan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jadi, ikhtiar yang maksimal dan terarah harus terus diusahakan untuk mencapai cita-cita, perkara hasil tentu tidak akan membohongi proses yang telah dijalani.            

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6   

1 comment to ''TENTANG IKHTIAR SEORANG PENUNTUT ILMU"

ADD COMMENT

Tinggalkan jejak di sini