News Ticker

TENTANG PILIHAN (Bagian 2): LAIN DULU LAIN SEKARANG

By Agus Khairi - Wednesday, October 17, 2018 No Comments

Pada pemilihan legislatif 2019 yang akan datang begitu banyak orang yang terlibat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan sampai akademisi pun ikut terlibat. Semua tentunya membawa cita-cita ingin memajukan daerah dan negeri ini melalui jalur parlemen sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Tidak menutup kemungkinan juga ada dorongan-dorongan lain secara pribadi yang membuat banyak kalangan terlibat dan berebut kursi anggota legislatif, baik dari pusat sampai ke daerah-daerah. Ada yang sudah menjadi anggota legislatif maupun orang-orang yang baru terlibat. Mereka tersebar dalam berbagai partai politik yang ada yang digunakan sebagai kendaraan politik untuk menuju kursi anggota legislatif.
Yang menarik pada tahun 2019 ini maupun tahun sebelumnya 2014 yaitu keterlibatan aktifis massa yang berlatar belakang ormas pemuda dan mahasiswa. Memang tidak sedikit yang sudah duduk di kursi anggota legislatif, terutama aktifis 98 yang berjuang untuk mewujudkan reformasi. Namun efeknya begitu besar sampai daerah-daerah mulai terasa sejak 2014 lalu dan meningkat pada PEMILU tahun 2019 mendatang, yang mana tahapannya sudah dimulai sejak September kemarin. Tentunya usia mereka masih tergolong muda dan sangat potensial jika dilihat dari kemampuan dan cita-cita pembangunan dan perbaikan seperti yang diusung sejak menjadi aktifis dulu.
Melihat keikutsertaan para aktifis ini dalam pemilu legislatif tidak sedikit yang menyangsikan kinerja mereka ke depannya. Banyak yang ragu akan prinsip dan cita-cita perjuangan mereka akan masih sesuai dengan saat mereka belum menjadi anggota legislatif. Keraguan ini tidak jarang datang dari teman mereka sendiri yang tidak masuk dalam putaran politik praktis. Ini terlihat dari banyaknya perdebatan yang terjadi maupun komentar yang muncul di lini massa media sosial Facebook. Beberapa anggapan yang mengemuka adalah bahwa para aktifis yang terlibat politik praktis sudah tergiur dengan empuknya kursi jabatan. Mereka dikatakan sudah lupa akan perjuangan yang mereka kobarkan lewat luar parlemen. Melalui parlemen jalanan, dulu mereka kerap menyuarakan aspirasi dan tuntutan rakyat yang dibawanya.
Mendapat tanggapan demikian, tentu para calon anggota lgislatif dari kalangan aktifis pemuda ini menyampaikan sanggahan untuk justifikasi atas pilihan yang mereka ambil. Menurut mereka, cita-cita perjuangan tidaklah berubah, masih seperti sedia kala saat dulu masih menjadi aktifis massa. Hanya saja taktik yang berubah, dulu melalui luar parlemen kalau sekarang berusaha melalui dalam parlemen. Keadaanlah yang membuat mereka harus merubah taktik perjuangan tanpa harus menafikan perjuangan lewat luar parlemen atau luar kekuasaan. Keadaan yang membutuhkan perbaikan dari dalam system itu sendiri. Butuh orang-orang baik untuk mengisi kursi-kursi penentu kebijakan agar kebijakan yang ditelurkan berpihak kepada rakyat.
Begitulah dinamika keterlibatan para aktifis pemuda dan mahasiswa yang menjadi calon anggota legislatif. Di satu sisi mendapat cemoohan dari kawan yang masih tetap di jalur luar parlemen, di satu sisi juga ini merupakan pilihan politik yang sah menurut undang-undang yang berlaku. Satu hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keadaan sudah berubah, lain dulu lain sekarang, lain keadaan berbeda pula taktik perjuangan. Tidak ada yang salah selama ketika duduk di legislatif nanti mereka masih tetap di jalur perjuangan dan cita-cita mulia sejak dulu yaitu mewujudkan rakyat yang sejahtera. SEMOGA.

#komunitasonedayonepost

#ODOP_6  

Tags:

No Comment to " TENTANG PILIHAN (Bagian 2): LAIN DULU LAIN SEKARANG "

Tinggalkan jejak di sini