Category 7

News Ticker

Latest Posts

PENTINGNYA DUKUNGAN ORANG TUA UNTUK GLS

- Sunday, November 25, 2018 2 Comments

Sekolah dan rumah mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi anak. Pahl and Rowsell (2005:61) menjelaskan bahwa walaupun sekolah dan rumah merupakan sebuah batas namun bisa dihubungkan satu dengan yang lainnya. Dalam teori literasi, sekolah dan rumah masing-masing merupakan domain bagi praktik literasi. Meskipun tempat yang berbeda namun kegiatan pratik literasi berhubungan sangat erat. Apa yang dilakukan oleh siswa di sekolah tentu akan dibawa pulang begitu juga sebaliknya. Apa yang didapat oleh siswa di rumah akan mempengaruhi praktik literasi ketika di sekolah.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Schick pada tahun 2014 (Journal of Applied Developmental Psychology Vol. 35, 370–380) membuktikan bagaimana kegiatan literasi di rumah mempunyai pengaruh yang positif terhadap perkembangan kemampuan siswa di sekolah. Penelitian ini dilakukan di Penduduk Latin Amerika Serikat yang secara ekonomi masih tergolong miskin. Peneliti meminta orang tua siswa membacakan buku cerita bergambar kepada anaknya secara rutin. Kemudian pada saat di sekolah siswa juga dibacakan cerita oleh gurunya dengan buku yang berbeda. Setelah itu pada waktu yang telah ditentukan dilakukan pengujian ternyata siswa-siswa tersebut mampu melakukan ujian menceritakan isi buku bergambar tanpa kata dengan baik.
Dari penelitian tersebut di atas dapat dilihat bagaimana pengaruh kegiatan literasi di rumah. Betapa kegiatan literasi di rumah menjadi daya dukung yang sangat kuat bagi pengembangan akademik siswa di sekolah. Juga terlihat jelas bagaimana hubungan yang sangat erat antara rumah dan sekolah dalam pengembangan literasi siswa.
Dalam hal kegiatan pembiasaan membaca, pihak sekolah perlu menjalin hubungan yang baik dengan pihak orang tua siswa. Dengan melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa maka mereka juga akan memahami apa yang sedang dilakukan oleh sekolah. Dengan demikian pihak sekolah bisa memastikan keberlangsungan kegiatan pembiasaan membaca berlanjut sampai di rumah. Alokasi waktu juga bisa diatur di rumah sesuai dengan jangka waktu di sekolah, yaitu 15 menit. Orang tua diharapkan berperan aktif dalam mengatur pembiasaan tersebut dengan membuat jadwal bagi putra-putrinya di rumah.
Tidak hany aitu orang tua siswa juga bisa menjadi teladan yang baik dalam hal pelaksanaan kegiatan literasi. Teladan bisa diberikan dengan membiasakan diri membaca di rumah baik itu membaca Koran, majalah, maupun dari sumber-sumber lain. Dengan orang tua sebagai model ini maka diharapkan siswa akan terbiasa dengan lingkungan yang literat. Keluarga yang terbiasa dengan kegiatan literasi akan memberikan pengaruh yang positif terhadap anak.
Tentunya tidak semua keluarga bisa membangun iklim litetasi yang baik di rumah. Disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak merata bagi semua keluarga. Hal itu tentu berpengaruh pada ketersediaan bahan bacaan di rumah. Namun itu bukanlah menjadi halangan bagi pembiasaan literasi di rumah. Kegiatan literasi bisa dilakukan secara bersama antar semua anggota keluarga. Sebagai contoh, orang tua bisa menjadi pendengar yang baik bagi anaknya yang diminta untuk membacakan cerita dengan nyaring.   Kegiatan ini bisa melatih kepercayaan diri anak sebagai bekal yang sangat diperlukan di sekolahnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh keluarga dalam berperan aktif untuk mengawal Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini. Asalkan orang tua dilibatkan oleh pihak sekolah tentunya. Tanpa pelibatan melalui komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua siswa maka hal itu tidak bisa berjalan dengan baik. Peran sekolah sangat penting dalam hal ini mengingat sosialisasi GLS ini oleh pemerintah secara khusus tidak dilaksanakan sampai ke pihak orang tua siswa.
#NonFiksi
#ODOPBatch6

BERSERI DAN BERDAYA BERSAMA ASTRA

- 5 Comments
sumber: budiono.net

Pada tahun 2017 lalu, tepatnya tanggal 23 Juli, saat masih berada di Surabaya saya mendapat undangan dari teman yang seorang penulis, untuk menghadiri acara peresmian Kampung Berseri Astra di Keputih Kecamatan Sukolilo. Karena saya seorang pendatang di Surabaya maka saya langsung mencari tahu letak Kelurahan Keputih ini. Saya kaget begitu tahu bahwa tempat ini awalnya adalah tempat pembuangan sampah. Sangat bertolak belakang dengan sebutan Kampung Berseri. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya untuk mendatangi tempat ini sesuai dengan udangan yang telah disampaikan.
Pada hari yang ditentukan maka saya berangkat ke lokasi acara, dengan bermodal Google Map saya melintasi jalan-jalan di Surabaya yang sudah mulai ramai di pagi hari. Sesuai dengan petunjuk di Peta bahwa saya akan melewati Terminal keputih kemudian Taman yang dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Namun oleh Pemerintah Kota Surabaya dibuat taman bunga dan di pinggirnya ditanami dengan bamboo kecil yang rimbun ala Jepang. Sehingga tempat ini menjadi favorit di kalangan penduduk Surabaya maupun pendatang seperti saya. Dari pinggir taman inilah saya memasuki kampung berseri dimaksud. Benar saja di sepnajang jalan masuk masih terlihat bahwa tempat ini adalah memang tempat pembuangan sampah. Siapa sangka di dalamnya akan diadakan peresmian Kampung Berseri yang digagas oleh Astra Indonesia.
Benar saja begitu memasuki gerbang langsung terlihat pemandangan yang menakjubkan bagi saya. Sepanjang gang masuk ditanami pohon-pohon hiasan menggunakan pot. Pagar sederhana namun cantik dengan hiasan warna-warni dapat dilihat sepanjang jalan masuk di depan rumah warga. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada, bahkan sebagian adalah limbah kayu dan plastic, warga kampung menata taman-taan kecil di depan rumah masing-masing di sepanjang gang. Selain tanaman hias warga juga menanam tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan obat alami. Selain untuk obat, warga juga menanam tanaman yang menghasilkan kebutuhan dapur sederhana. Terasa sejuk sekali memasuki kawasan perkampungan yang bersih dan asri ini. Apalagi kampung ini juga banyak ditanam pohon markisa yang konon menjadi Icon Pariwisata di Surabaya.
Kegiatan di bidang lingkungan tidak hanya itu saja, pengolahan sampah maupun air limbah juga dilakukan di kampung ini. Untuk sampah basah dilakukan pengolahan untuk menjadi kompos di tempat pengolahan yang dinamakan Rumah Hijau. Sdangkan utnuk sampah plastic dan kardus ada Bank Sampah yang menampung semuanya untuk ditukarkan dengan uang kepada warga. Kemudian ada juga Instalasi Pengolahan Air Limbah dalam skala kecil yang mengolah air limbah di mushalla yakni air bekas wudhu diolah untuk menjadi air yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Adapun untuk pengolahan air dalam skala yang lebih besar ada Water Treatment Plant.
Dalam bidang pendidikan, kampung ini juga mempunyai Rumash Pintar yang digunakan sebagai pusat pendidikan untuk anak-anak. Ada tempat bermain, belajar, pelatihan computer serta tempat pertunjukan kreasi mereka. Sehingga kebutuhan bermain dan belajar untuk anak-anak di kampung ini terpenuhi selain di sekolah. Begitu juga untuk peningkatan keterampilan warga juga dibina di sini.
Selain dalam bidang pendidikan, dalam bidang kesehatan kegiatan yang dilakukan berupa posyandu balita. Ada juga pembinaan-pembinaan oleh Astra dan bantuan berupa alat-alat kesehatan untuk peningkatan layanan di Posyandu. Untuk menunjang kesehatan warga juga diadakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dengan menanam berbagai tanaman yang berkhasiat obat. Tentunya ini akan sangat berguna bagi warga kampung dalam menjaga kesehatan secara alami.
 Dalam bidang ekonomi, selain Bank Sampah, kampung ini juga giat melakukan pembinaan warganya dalam bidang UKM. Seperti pembuatan tempe, sari kedelai dan laundry. Selain itu juga KBA mengembangkan usaha di bidang Minuman Markisa denabn merk dagang “Oo Markisa”. Dengan banyaknya kegiatan usaha dalam bidang UKM ini maka diharapkan warga kampung yang ada di 3 RT ini dapat meningkat taraf hidupnya. Selain itu juga ada Rumah Jamur yang akan dibuka kembali untuk peningkatan usaha ekonomi warga KBA.

Dengan pembinaan 4 bidang yakni, Lingkungan, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Astra sudah membantu masyarakat di KBA untuk hidup sehat dan berdaya. pada tahap selanjutnya adalah bagaimana gotong royong masyarakat bisa melanjutkan dan meningkatkan program yang ada sekarang untuk lebih baik lagi. Tidak lagi bergantung dengan bantuan pihak swasta, namun ke depan bisa mengembangkan secara mandiri kegiatan dalam 4 bidang yang menjadi fokus Astra dalam pembinaan melaui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).     

#NonFiksi
#ODOPBatch6

JIKA HARUS MENGHUKUM

- Saturday, November 24, 2018 9 Comments

Dalam dunia pendidikan tentunya penegakan disiplin dan tata tertib bagi warga di dalamnya sangat penting. Baik untuk Guru maupun Peserta Didik harus diterapkan tata tertib masing-masing agar keteraturan bisa terwujud. Dalam penerapan tata tertib tentu aka nada sanksi bagi pelanggarnya yang telah diatur juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk pelanggaran tata tertib oleh peserta didik terkadang memberikan hukuman tidak bisa dihindari. Berbagai macam bentuk hukuman sering diterapkan oleh Guru terhadap siswa yang melanggar aturan. Ada yang menggunakan skor pada tiapleanggaran, ada juga yang memberikan hukuman berupa tindakan. Tindakan dalam hal ini tentunya adalah hukuman yang mendidik. Harus juga diperhatikan berbagai aspek dalam memberikan hukuman terhadap anak yang berupa tindakan agar tetap sesuai dengan azas pendidikan.
Jika terpaksa harus memberikan hukuman, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memberikan hukuman seperti berikut ini:
1.        Sesuaikan dengan orangnya.
Dalam memberikan hukuman penting mempertimbangkan siapa yang akan menerima hukuman. Jangan sampai memaksakan hukuman pada siswa yang nantinya bisa berakibat fatal. Justru akan menyimpang jauh dari diberikannya hukuman.

2.        Sesuaikan dengan bobot kesalahannya.
Hendaknya sebagai lembaga pendidikan kita sudah harus punya tolak ukur untuk mementukan bobot kesalahan siswa agar hukuman atau sanksi yang diberikan sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.

3.        Spesifikkan hanya pada tindakan atau fakta.
Memberikan hukuman harus sesuia dengan fakta lapangan agar yang menerima hukuman juga bisa menerima dan menyadari kesalahannya. Jangan mencampur adukkan dengan kesalahan-kesalahan lain yang tidak ada kaitannya dengan fakta kejadian.

4.        Ikuti dengan penjelasan dan nasihat yang bisa diterima.
Substansi dari hukuman adalah nasihat kepada siswa. Sehingga dalam memberikan hukuman hendaknya nasihat dan penjelasan menjadi yang utama.

5.        Tunjukkan nilai-nilai yang menjadi acuan.
Nilain-nilai yang mejadi acuan dalam kehidupan sosial di lembaga pendidikan penting untuk ditunjukkan agar siswa yang bersangkutan bisa mengetahui kenapa dirinya diberikan hukuman.

6.        Mengendalikan Emosi.
Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga emosi ketika memberikan hukuman kepada siswa. jangan sampai emosi yang membludak mengakibatkan hukuman yang diberikan bisa berlebihan.
7.        Jadikan semua ini hanya sebatas strategi, bukan sifat bawaan.
Memberikan hukuman sejatinya hanyalah strategi untuk mendisiplinkan siswa yang tidak mematuhi tata tertib atau norma yang beraku di lingkungan lembaga pendidikan.

#NonFiksi

#ODOPBatch6 

Sumber bacaan: edukasia September 2008

MENEMUKAN BAKAT SISWA

- 1 Comment

Tidak bisa dipungkiri bahwa system pendidikan hari ini banyak menuai kritik terutama dalam hal keluarannya. Hal ini mendapat sorotan karena belum terarahnya materi pelajaran yang sesuai dengan bakat dan minat anak sejak dini. Banyaknya pengetahuan umum yang diajarkan kepada siswa dipandang tidak bisa mengarahkan siswa terhadap bidang apa yang menjadi bakatnya. Perlu untuk diperhatikan bahwa semua siwa mempunyai bakat masing-masing dan berbeda satu samam lainnya. Menjadi tugas pendidik dan orang tua untuk menemukan dan mengarahkan bakat dan minat seorang anak.
Bakat adalah berbagai bentuk kelebihan bawaan yang menjadi ciri khas dominan si anak. Bakat ini sebagain besar bersifat khusus pada bidang tertentu saja sehingga pada penerapannya nanti akan berlaku pada bidang tertentu juga. Ini harus menjadi perhatian pendidik terutama orang tua untuk mengenali bakat anak agar bia mengarahkan sejak dini. Dengan demikian maka anak bisa lebih cepat menemukan bakatnya dan dikembangkan lebih awal untuk hasil yang lebih baik di masa mendatang.
Ada bebearapa langkah yang bisa ditempuh dalam mengetahui bakat anak. Hal ini bisa menjadi tugas pihak sekolah dalam menemukannya melalui Bimbingan Konseling (BK) dan bisa bekerja sama dengan orang tua untuk melakukan pengamatan terhadap anak. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan agar bisa mengenali bakat anak:
1.        Kegiatan yang membuat anak tertarik untuk melakukannya secara alami.
2.        Kegiatan yang membuat anak bisa cepat mempelajari dan menguasainya.
3.        Kegiatan yang langkah-langkahnya muncul secara otomatis dari anak.
4.        Kegiatan yang secara tidak disadari dapat dilakukan si anak dengan baik.
5.        Kegiatan yang membuat si anak puas bila melakukannya, merasa tidak ada beban, dan senang melakukannya.
6.        Hasrat sejatinya: keinginan yang selalu muncul dari dalam diri dan sulit dibendung.
7.        Garis keturunan: pekerjaan, profesi, keunggulan orang tua/keluarga.
8.        Hobi, klub yang ingin dimasuki, dan lingkungannya.
9.        Materi akademik tertentu yang dikuasai dengan baik.
10.    Materi teknis yang dikuasai si anak dengan baik.
Dengan mengetahui bakat anak maka pihak sekolah maupun orang tua bisa memberikan peluang dan mengarahkan siswa agar bisa mendalami kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Begitu juga dengan mata pelajaran bisa diperdalam dengan baik beberapa mata pelajran yang menunjang untuk pengembangan bakat tersebut. Tentunya tanpa menegasikan maa pelajran wajib lainnya di sekolah. Sehingga orang tua dan guru ke depannya tidak perlu kecewa saat siswanya menonjol pada satu mata pelajaran namun sedikit kurang pada mata pelajaran lainnya.
#NonFiksi
#ODOPBatch6
Sumber bacaan: edukasia, September 2008

GOTONG ROYONG UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER

- Wednesday, November 21, 2018 8 Comments

Pendidikan karakter di lembaga pendidikan agaknya sulit dilaksanakan jika hanya mengandalkan guru dan pihak sekolah atau madrasah saja. Perlu adanya kerja sama dari pihak lain di luar lingkungan lembaga pendidikan agar penguatan karakter bisa terwujud. Sehingga bisa menghasilkan siswa yang berkarakter sesuai dengan amanat pendidikan yang diatur dalam undang-undang.
Sebuah anggapan keliru di sebagian masyarakat, utamanya di kalangan bawah bahwa pendidikan menjadi tanggung jawab sepenuhnya lembaga pendidikan. Hal ini tercermin dari sikap kurangnya perhatian dari orang tua terhadap program sekolah. Mereka cenderung menyerahkan semua urusan pendidikan anakpada lembaga pendidikan. Padahal terdapat tripusat pendidikan yang harus berperan aktif yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Ketiga elemen inilah yang akan melaksanakan perannya masing-masing untuk bisa mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Tanpa peran dari ketiga elemen ini maka sepertinya akan sulit mewujudkan pendidikan dan penguatan karakter bagi anak negeri ini.
Dalam pendidikan karakter ini tentunya semua elemen harus bisa melaksanakan perannya masing-masing. Karena siswa tentunya tidak seharian penuh berada di lembaga pendidikan. Mereka akan lebih banyak berada di keluarga dan lingkungan masyarakat. Keluarga mempunyai peran yang penting juga dalam mewujudkan program penguatan pendidikan karakter (PPK). Karena keluarga merupakan pendidikan yang utama dan pertama bagi siswa. sehingga mempunyai peran yang sangat strategis. Dari keluargalah pembinaan pertama kali dilakukan terhadap anak. Dengan pembinaan yang massif di lingungan keluarga maka akan memberikan bekal yang kuat bagi pendidikan selanjutnya nanti di sekolah. Melalui keteladanan dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan maupun karakter-karakter baik di lingkungan keluarga maka akan mengakar pada anak sehingga terbawa saat keluar dari lingkungan keluarga.
Masyarakat juga tidak kalah penting perannya dalam penguatan pendidikan karakter. Di masyarakat inilah siswa atau anak bisa bergaul dan mendapatkan pengalaman hidup sehari-hari. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan gotong royong atau keagamaan di tengah masyarakat maka akan memberikan pengalaman yang baik. sehingga apa yang didapatkan di sekolah dapat dilihat dan dilakukan praktiknya di tengah-tengah masyarakat.
Dengan adanya kerja sama yang baik adri tripusat pendidikan maka akan membuat program penguatan pendidikan karakter menjadi lebih mengakar di keseharian siswa. Kombinasi dari dasar yang kuat dari keluarga, materi yang bagus dari sekolah dan fasilitasi yang luas dari masyarakat tidak mustahil akan dapat meuwjudkan program pendidikan karakter yang berdampak luas dan kuat. Sehingga gotong royong dari tripusat pendidikan, keluarga, sekolah dan masyarakat, sangat diharapkan untuk program penguatan pendidikan karkater yang kuat dan menyeluruh.
#NonFiksi
#ODOPBatch6         

SARAPAN AGAR PINTAR

- 8 Comments
klikdokter.com

Sarapan bisa memberikan dampak yang bagus untuk perkembangan kognitif anak sehingga bisa menyerap pelajaran dengan baik di sekolah. Selain itu dengan sarapan juga bisa meningkatkan daya ingat anak. Tentunya ini sangat penting untuk anak agar bisa menyerap pelajaran dengan baik di sekolah.
Pada kenyataannya banyak siswa di sekolah yang melewatkan sarapannya. Mereka lebih banyak makan saat keluar main yang tentunya sudah lewat dari jam seharusnya sarapan. Hal ini menyebabkan banyak kendala bagi siswa sendiri, salah satunya adalah siswa banyak yang sakit perut dan bahkan dibawa ke PUSKESMAS. Seperti halnya di Madrasah tempat saya mengajar. Sering guru bagian kesiswaan pagi-pagi dibuat repot oleh siswa yang terpaksa harus dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pengobatan. Rata-rata penyebabnya adalah siswa tersebut tidak sarapan pada pagii hari. Padahal pihak Madrasah secara rutin mengingatkan agar siswa tidak melewatkan sarapan sebelum jam pelajaran dimulai. Bahkan dari pihak Puskesmas juga jerap memberikan penyuluhan untuk pentingnya sarapan bagi siswa. Namun banyak yang belum mengindahkan himbauan tersebut dan terjadilah gangguan pada pagi hari.
Dari gangguan pada pagi hari ini saja sudah barang tentu menghambat kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. Sehingga akan berpengaruh pada prestasi akademik siswa tersebut. Senada dengan hal ini dr. Ulul Albab, Sp. OG mengungkapkan, “Beberapa jurnal mengatakan ada korelasi positif antara sarapan dan daya tangkap otak anak. Ada pula yang mengaitkannya dengan konsentrasi serta proses berpikir akademis pada anak.” Jelas bahwa sarpan sangat besar dampaknya bagi prestasi siswa di sekolah. Maka pennting untuk siswa agar tidak melewatkan sarapan karena akan berpengaruh positif terhadap kualitas prestasi akademik siswa itu sendiri.
Untuk menyikapi agar siswa tidak melewatkan sarapan adalah dengan megatur jadwal kegiatan sebelum pembelajaran agar memberikan waktu untuk sarapan bagi siswa. karena tidak sedikit sekolah yang memulai aktifitasnya sebelum jam 7 sehingga ini juga berpengaruh bagi pengaturan waktu siswa untuk sarapan. Selain itu juga bisa diatur waktu sarapan bersama walaupun tidak rutin setiap hari untuk mebiasakan siswa sarapan sebelum mulai belajar. Apalagi banyak orang tua yang megeluhkan bahwa anaknya tidak mau sarapan terlalu pagi maupun kadang tidak sempat karena diburu waktu. Apapun kendala yang dihadapi tentunya baik pihak sekolah maupun pihak orang tua berusaha dengan berbagai cara agar siswa tidak melewatkan sarapan. Karena sarapan sangat penting untuk membekali siswa dalam menghadapi pembelajaran di sekolah. Dengan demikian siswa bisa melejitkan kemampuan akademiknya demi memperoleh prestasi yang diharapkan.
#NonFiksi
#ODOPBatch6 

SOSIALISASI (HANYA) UNTUK MENCOBLOS

- 2 Comments
geotimes.com

Penyelenggaraan Pemilihan Umum tidak hanya sekedar untuk mencoblos sebagai tanda untuk memilih namun lebih dari itu untuk menentukan nasib lima tahun ke depan. Pilihan yang kita berikan akan membentuk kepemimpinan ke depan yang akan menyelenggarakan pemerintahan. Pemerintahan ini diharapkan agar bisa mewujudkan cita-cita masyarakat ke depan untuk lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.
Untuk mencapai cita-cita tersebut maka Komisi Pemilihan Umum harus menyelenggarakan pemilihan umum yang berkualitas baik dari system pemilihan maupun tingkat partisipasi pemilih. Tingkat partisipasi pemilih selalu menjadi isu yang muncul setelah pemilihan digelar. Banyaknya masyarakat yang tidak memilih ini merupakan Pekerjaan Rumah yang terus berulang setiap kali pemilihan umum diselenggarakan. Belum lagi tingkat suara yang tidak sah atau batal saat pemilihan umum berlangsung. Ini disebabkan oleh system pencoblosan dan tingkat melek huruf masyarakat Indonesia yang masih rendah.
Mengatasi tingkat kesalahan ini maka KPU sebagai penyelenggara PEMILU sering mengadakan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara memberikan hak suara. Kelompok yang sering disasar adalah kelompok pemilih pemula yang ada di sekolah. Beberapa waktu terakhir KPU Lombok Timur juga gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menyasar pemilih pemula. Sosialsiasi dilakukan untuk memberikan pemahaman bagaimana memberikan suara pada pemilihan umum mendatang. Tentunya ini sangat bagus dilihat dari tujuannya, mengingat pemilih pemula juga penting keberadaannya.
Melihat kondisi sekarang ini tentunya yang dibutuhkan adalah bukan sekedar sosialisasi untuk menyalurkan hak suara saja. Lebih jauh lagi adalah kesadaran pemilih pemula ini untuk memilih berdasarkan kesadarannya. Bahwa pemilihan umum akan berdampak pada masa depan mereka juga. Hal ini diharapakan agar bisa mennagkal berbagai persoalan klasik saat pemilihan umum yaitu praktik politik uang. Pada kenyataannya kadang kelompok pemilih dari kalangan inilah yang rentan terkena politik uang karena belum punya dasar yang kuat untuk memilih. Mereka lebih banyak mementingkan kebutuhan sementara saja. Padahal keberadaan suara mereka adalah suara pasti yang tentunya sangat jauh dari tingkat kesalahan.
Oleh karena itu alangkah lebihbaiknya bahwa pendidikan politik untuk pemilih pemula sangat diharapkan lebih berisi tentang dasar-dasar kenapa harus memilih. Pendidikan yang dilakukan diharapkan bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya pemilihan umum untuk masa depan mereka. Agar tidak sekedar mencoblos dengan alasan sejimlah rupiah yang diberikan oleh politisi yang menggunakan praktik politik uang.
#NonFiksi

#ODOPBatch6 

FLASHDISK PNY TRANSFORMER, SI MUNGIL KAPASITAS BESAR

- Sunday, November 18, 2018 3 Comments

Pada jaman sekarang yang penuh dengan perangkat digital semakin memudahkan orang untuk berbagi data. Berbagai fasilitas yang ada bisa digunakan untuk memindahkan data dari perangkat yang satu ke perangkat yang lain. Bisa menggunakan online  atau bahkan bisa offline. Memindahkan data secara online tentunya lebih mudah, praktis dan cepat untuk datdata dengan kapsitas kecil. Namun bagi data-data dengan kapasitas besar tentu membutuhkan waktu tergantung dari kecepatan jaringan internet yang digunakan. Untuk memindahkan data yang berkapasitas besar banyak jenis perangkat yang digunakan. Salah satunya adalah flashdisk yang hadir dengan tampilan kecil dan praktis. Walaupun benda ini termasuk dalam jenis aksesoris dalam dunia gadget namun kegunaannya sangat penting. Semakin hari perekembangan flashdisk juga semakin maju dari segi kapasitas maupun bentuknya. Perkembangan itu disesuaikan dengan perkembangan perangkat utama yang ada.

Saya juga salah satu yang merasakan manfaat besar dari flashdisk. Sebagai seorang pendidik tentunya saya akan banyak membutuhkan data-data terkait dengan pembelajaran. Maupun untuk mengantar data ke lembaga di atas yang mensyaratkan pemindahan secara offline. Karena data dalam dunia pendidikan tidak hanya tentang data digital yang kecil, biasanya dokumen, tetapi juga tidak jarang membutuhkan data dalam bentuk video pembelajaran yang tetunya butuh penyimpanan besar untuk memindahkannya. Di sinilah kemudian saya memilih flashdisk PNY Transfomer kapasitas 32 GB. Dengan kapasitas yang besar tersebut langsung membuat hati saya kepincut untuk memilikinya. Saya tidak perlu khawatir lagi dengan pemindahaan data besar dengan adanya PNY Transfomer ini. Sangat membantu mobilitas data yang saya butuhkan sebagai pendidik maupun pengelola lembaga pendidikan.


PNY Transfomer 32 GB ini mempunyai desain yang unik dan kuat. Terbuat dari bahan metal yang kuat sehingga menjamin akan terhindar dari kerusakan apabila sesekali terjatuh. Dengan ukuran  (L×W×H) 5mm × 13.9mm × 47.7mm dan berat 8.78 gr tentunya tidak akan memakan ruang yang banyak. Dilengkapi dengan hook head yang bisa diputar 180 derajat membuat semakin bertambahnya keunikan flashdisk ini. Pada bagian hook head juga dibuat pengait yang bisa digunakan untuk dikaitkan di tali celana maupun gantungan kunci agar mudah dan aman dibawa. Dengan penutup pengait yang kuat maka tidak perlu khawatir flashdisk ini akan terlepas dari gantungannya, sehingga bisa terhindar dari kehilangan karena jatuh.


Dengan spesifikasi USB 2.0 maka flashdisk ini dimungkinkan untuk pemindahan data dengan cepat. Apalagi ditambah dengan kecepatan read hingga 32 Mbps dan kecepatan write hingga 10 Mbps maka tidak akan membuat kita menunggu terlalu lama untuk proses pemindahan data. Hal ini sangat membantu saya dalam meminta file-file dokumen maupun video pembelajaran kepada teman-teman saya. Tidak perlu menunggu lama untuk memindahkan file yang kita inginkan. PNY Transformer ini cukuo gesit dalam hal pemindahan data dibanding dengan merk lain yang sekelas.


Kemampuannya yang support OS Windows® 8, Windows® 7, Windows® Vista, Windows® XP, Windows® ME, Windows® 2000, Mac® OS 10.3 and higher, Linux® kernel 2.6+ semakin memudahkan untuk berbagi dengan banyak kalangan dengan perangkat yang berbeda OS. Tidak perlu khawatir jika menemukan perangkat yang masih menggunakan OS di bawah Windows® 7. Flashdisk warna silver ini bisa mendukung untuk dicolokkan di perangkat tersebut. Bahkan untuk perangkat yang tidak menggunakan OS Windows® pun seperti Linux®. Walaupun kecil tapi sangat membantu untuk memindahkan data dari berbagai perangkat yang ada.

Selama menggunakannya flashdisk ini hanya punya satu kekurangan. Dikarenakan terbuat dari logam maka harus sedikit berhati-hati jika menghubungkannya dengan PC kemudian kita berpijak pada tempat yang dingin tanpa alas kaki. Maka akan terasa sedikit setrum yang kadang cukup mengagetkan, namun tidak sampai membaayakan. Namun karena terjadi dengan cepat maka cukup membuat terkejut. Selebihnya rasanya tidak ada keluhan selain menyetrum tadi. Jadi aman dan mudah untuk digunakan untuk berbagi data bersama teman-teman. untuk update flashdisk terbaru dari PNY bisa mengunjungi laman BukaReview

#NonFiksi
#ODOPBatch6

SAMSUNG J7 PRIME

- Friday, November 16, 2018 6 Comments
sumber: samsung.com

Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk mengganti Telepon Pintar yang biasa saya gunakan. Karena kendala yang paling utama dengan telepon pintar sebelumnya adalah kapasitas penyimpanan internal yang terbatas. Kapasitas yang internal yang hanya 8GB membuat saya tidak bisa maksimal untuk memasang aplikasi keperluan saya. Walaupun sudah menambahkan penyimpanan eksternal namun tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya saya meutuskan untuk mencari perangkat yang mempunyai kapasitas penyimapan internal yang lebih besar agar tidak terkendala lagi dengan masalah keterbatasan memasang aplikasi.
Pilihan saya akhirnya jatuh pada Merek Samsung J7 Prime yang dibekali RAM 3 GB dan Kapasitas Internal 32 GB. Dengan kapasitas ini maka diharapkan bisa memenuhi kebutuhan penyimpanan yang diinginkan. Selain kapasitas penyimpanan dan RAM yang besar J7 Prime juga dibekali dengan prosesor Octacore kecepatan 1,6 GHz yang memungkinkan pengguna  menjalankan aplikasi di perangkat ini dengan cepat. Perpaduan RAM 3 GB dan prosesor Octacore ini memang terasa ampuh saat menjalankan aplikasi yang terbilang berat. Bagi pengguna yang lebih mengedepankan kinerja maka perangkat ini sudah cukup memenuhi syarat.
Namun tentunya tidak hanya dari segi kinerja perangkat saja, Samsung juga tentu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kebanyakan pengguna gawai pintar. Ya, dengan dibekali kamera depan dan belakang maka kebutuhan untuk mengabadikan momen special dan berharga bisa dilakukan dengan mudah. Apa lagi kamera belakang J7 Prime dibekali dengan resolusi 13 MP dan kamera belakang 8 MP. Dengan resolusi tersebut sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pengambilan gambar yang tajam. Dengan tampilan layar 5,5” akan memanjakan pengguna untuk melihat hasil tangkapan kamera dengan leluasa.
Untuk memastikan sambungan internet yang cepat maka seperti kebanyakan perangkat lainnya Samsung J7 Prime juga dibekali dengan koneksi 4G LTE. Banyak pengguna yang mengeluh dengan daya tahan baterai yang tidak lama ketika penggunaan paket data. Perangkat ini menjawab dengan kapasitas baterai 3300 mAh yang memungkinkan perangkat ini bertahan lama saat penggunaan. Dari sisi disain perangkat ini tergolong elegan dengan metal unibodi dan banyak pilihan warna yaitu silverblue, putih, hitam dan pinkgold. Selain itu perangkat ini juga menyediakan banyak fitur yang akan memnajkan penggunanya baik dari segi keamanan maupun software pendukung lainnya. Dengan demikian maka Samsung J7 Prime akan bisa memuaskan banyak kalangan dengan kemampuan yang tinggi dan desain yang elegan tesebut.        

#NonFiksi
#ODOPBatch6     

TOLAK ANGIN SIDOMUNCUL

- 7 Comments
sidomuncul.com
sumber: sidomuncul.com

“Orang pintar minum tolak angin”
Ungkapan tersebut pastinya sudah sangat akrab bagi masyarakat umum karen akerap muncul di iklan tayangan Televisi. Tagline tersebut memang menjadi bahasa iklan dari sebuah produk obat herbal dari perusahaan Sidomuncul. Dari namanya saja kita sudah langusng bisa tahu khasiat dari obat herbal ini. Ya, obat ini untuk mengatasi masuk angin dan gejalanya seperti mual, tenggorokan kering, meriang, mulas, dan perut kembung.

Sejak kemunculannya Tolak Angin mengusung brand obat herbal. Hal ini dikarenakan tolak angin terbuat dari bahan-bahan alami dari alam Indonesia. Bahan-bahan tersebut adalah Adas, Jahe, Kayu Manis, Madu, Daun Cengkeh dan Kayu Ules. Bahan-bahan alami tersebut tentunya sudah dikenal baik di kalangan masyarakat Indonesia. Bahan-bahan yang sudah digunakan sejak lama oleh masyarakat Indonesia karena banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Sidomuncul tinggal meramu dan mengmas secara modern sehingga obat ini mudah dikonsumsi dan dibawa. Wajar kemudian obat ini akrab di kalangan masyarkat.

Selain khasiat utama untuk mengobati, tolak angin juga bisa digunakan untuk mencegah masuk angin. Dengan minum tolak angin sesuai dengan dosis tertentu maka bisa meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga tidak cepat terserang masuk angin. Dengan dosis 1 sachet sehari tolak angin berkhasiat untuk pemeliharaan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan untuk pengobatan bisa diminum 3 sachet dalam sehari. Selain dalam bentuk cair tolak angin juga berbentuk tablet dan permen. Ini tentunya semakin memudahkan orang yang ingin mengonsumsi tolak angin. 

Saya sering menggunakan tolak agin untuk pengobatan ketika sudah mulai ada gejala masuk angin. Rutinitas yang padat setiap hari dan menggunakan sepeda motor tentu akan sangat rentan untuk terkena masuk angin. Pada saat demikian maka saya segera minum tolak angin karena saya termasuk sering terkena gejala masuk angin terutama meriang dan perut kembung. Apa lagi kalau kebetulan sudah begadang mengerjakan pekerjaan maka saya sering mengonsumsi tolak angin agar besoknya bisa segar ketika bangun pagi. Pada saat akan menempuh perjalanan jauh juga saya kerap menyediakan tolak angin, kemasannya yang praktis membuat semakin mudah untuk dibawa. Tapi ada alergi tersendiri buat saya sesaat setelah minum tolak angin cair. Saya akan langsung bersin sesaat setelah minum cairan tolak angin ini, namun hanya sekali saja dan tidak berpengaruh untuk yang lain-lain. Obat ini memang sangat cocok buat yang banyak aktifitas di luar baik untuk mengibati amsuk angin maupun untuk pencegahan.  

#NonFiksi
#ODOPBatch6         

ANTARA ROMANSA DAN NAKALNYA DILAN

- Thursday, November 15, 2018 9 Comments

Berlatar sebuah SMA di kota Kembang Bandung, Dilan 1990 berhasil mengembalikan kejayaan film Indonesia dengan genre romansa masa SMA. Bagaimana tidak film ini menjadi perbincangan public di media setelah cuplikan iklannya menyebar di media. Setelah keberhasilan AADC dulu, tidak banyak film genre romansa SMA yang sukses seperti Dilan 1990. Berdasarkan novel terkenal dari penulis Pidi Baiq, film ini menyedot perhatian penyuka film Indonesia. Film ini juga menadi film terlaris di 2018 setelah menembus angka hampir 6,3 juta penonton setelah 45 hari tayang di bisokop.  Satu hal yang menjadi daya tarik dari film ini adalah gombalan dari pemeran Dilan yang disampaikan kepada Milea sang gadis pujaan. Gombalan ini kemudian banyak nejadi meme di media dengan versi yang berbeda-beda.
Satu hal yang ingin saya titik beratkan di ulasan kali ini adalah tentang bagaimana kehidupan di lingkungan pendidikan. Dalam film ini digambarkan bagaimana penanganan siswa yang bermasalah di sekolah. Oleh guru BP siswa yang bermasalah ini mendapat perlakuan kekerasan yang kemudia mendapat perlawanan dari siswa tersebut. Gambaran in tentunya kurang baik jika terjadi di sekolah dalam kehidupan nyata. Karena ini akan menjadi contoh tidak baik dalam penangan siswa di sekolah. Yang seharusnya sekolah bisa membina dan mengarahkan siswa dengan cara yang baik agar bisa merubah sikap siswa menjadi lebih baik layaknya orang terdidik.
Adegan penyerangan oleh sekelompok geng motor juga menjadi contoh yang tidak baik di dalam dunia pendidikan. Terlebih adegan perkelahian antar siswa juga ikut mewarnai scene dala film ini. Tentu kesemuanya ini menjadi pelajran bagi kita agar potret kelamnya dunia pendidikan pada jaman dulu tida kterjadi lagi pada masa sekarang ini. Dari film ini tidak melulu hal negaitf namun banyak hal positif yang bisa kita dapatkan juga. Di antaranya bahwa seorang siwa SMA bisa berkarya di dunia sastra seperti puisi. Seperti yang digambarkan dalam film ini bahwa Dilan pandai dalam menulis puisi. Dari sinilah mungkin kegombalan nan romantic Dilan berasal.

Ke depan alangkah baiknya dalam film ditonjolkan adegan-adegan yang tidak mempertontonkan kekerasan. Karena bisa berakibat buruk bagi penonton yang tidak dibawah pengawasan. Adegan-adegan yang membangun budaya positif dan menonjolkan keluhuran budaya Indonesia akan lebih baik dan menjadi nilai tambah. 

FREE CARGO LITERACY

- 4 Comments

Sejak Juni 2017 lalu para pegiat literasi di Indonesia mendapat angin segar dari Presiden Republik Indonesia. Pada pertemuan dengan presiden di istana, para perwakilan yang diundang dari berbagai daerah di Indonesia ini langsung diberikan solusi terhadap kendala pengiriman bahan bacaan dari luar daerah. Solusi tersebut berupa kebijakan pengiriman buku bebas biaya melalui Pos Indonesia setiap tanggal 17 tiap bulannya. Tentunya ini mendapat sambutan baik oleh para pegiat literasi di Indonesia karena kendala yang dihadapi selama ini mendapat pemecahan langsung. Jasa pengiriman yang disebut dengan Free Cargo Literacy ini memungkinkan orang perorangan maupun komunitas saling berkirim buku ke seluruh wilayah Indonesia tanpa khawatir dengan biaya pengiriman yang mahal. Sehingga diharapkan Gerakan Literasi Nasional dapat berjalan dengan baik dan menyentuh seluruh pelosok Indonesia.
Untuk pelaksanaan Free Cargo Literacy ini tentunya bukan tanpa ketentuan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh komunitas atau lembaga yang akan dikirimi buku. Di antaranya, Komunitas, Perpustakaan atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) harus terdaftar pada data base Pustaka Bergerak Indonesia. Data inilah kemudian yang menjadi dasar Kantor Pos untuk melakukan proses pengiriman gratis ke seluruh wilayah Indonesia. Tanpa terdaftar di Data Base ini maka Komunitas atau TBM bersangkutan tidak bisa dikirimi buku secara gratis oleh orang atau komunitas lain. Selain itu berat untuk tiap pengiriman dibatasi paling banyak 10 kg, tidak boleh lebih dari berat yang telah ditentukan.
Walaupun dengan berbagai ketentuan yang membatasi, pengiriman buku gratis tiap bulan ini berjalan dengan baik dan bahkan meningkat terus setiap bulannya. Pada bulan ke dua saja menurut pihak Kantor Pos pengiirman meningkat menjadi 500%. Hal ini membuktikan bahwa banyak kalangan yang memanfaatkan kebijakan ini dalam rangka peningkatan minat baca dan bahan bacaan di banyak tempat di wilayah Indonesia. Saya juga telah memanfaatkan fasilitas ini untuk mendapatkan bahan bacaan dari luar daerah untuk Perpustakaan Komunitas Pemuda di tempat saya. Namun ada sedikit rasa kecewa tiap kali mendapat kiriman buku dari teman di luar daerah.  Pihak kantor Pos tidak pernah mengantar langsung paket buku ke Perpustakaan kami secara langsung. Biasanya paket buku tersebut dititip di komunitas lain yang berbeda tempat dengan saya. Tentu ini membuat kecewa karena paket tidak sampai langsung ke perpustakaan kami. Semoga ke depannya pihak kantor pos di kecamatan kami bisa langsung mengantar langsung ke Perpustakaan kami agar tidak perlu repot lagi untuk mengambil ke perpustakaan lain.  

#NonFiksi
#ODOPBatch6

DILEMA LEMBAGA PAUD

- Wednesday, November 14, 2018 12 Comments

Keberadaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah mulai banyak ditemukan di pelosok desa. Satu desa bahkan bisa 3-4 PAUD berdiri dan memberikan layanan untuk Peserta Didik. Ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat karena tidak perlu jauh-jauh untuk memasukkan anaknya di lembaga PAUD. Banyaknya lembaga PAUD merupakan hal yang baik karena berimbas untuk pemerataan pendidikan sejak dini di tingkat desa maupun dusun. Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam memberikan dana operasional. Bahkan dari dana desa pun diharapkan pemerintah desa mengalokasikan untuk PAUD tiap tahunnya.
Dibalik berkembang pesatnya jumlah Lemabga PAUD yang ada tersimpan dilema yang cukup serius dan perlu dibenahi dengan segera. Dilemma tersebut adalah tuntutan orang tua atau wali murid yang menghendaki anaknya pada tahap ini untuk bisa membaca. Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan utama orang tua adalah agar anaknya siap sebelum masuk sekolah dasar. Sehingga banyak orang tua yang mengatakan kalau sekedar bermain, tepuk tangan, dan bernyanyi, di rumah pun kami bisa mengajarkannya. Namun pandangan ini dipandang keliru dilihat dari sudut pandang PAUD sendiri. Di mana pada usia tesebut peserta didik atau anak belum waktunya diajarkan untuk lancar membaca. Pada tahap ini masih berkisar pada pengenalan-penganalan dan petrumbuhan motorik anak sehingga pola yang dilakukan adalah banyak bermain. Entahlah apakah ini menjadi pandangan orang tua saja atau jangan-jangan juga menjadi tujuan dari pengelola PAUD itu sendiri.
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa PAUD adalah suatu upaya pembinaann yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui jalur pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Maka sudah jelas disampaikan bahwa PAUD merupakan langkah persiapan sebelum anak memasuki pendidikan dasar. Karena titik berat pada PAUD adalah peletakan dasar ke arah perkembangan fisik, kecerdasan, sikap dana bahasa komunikasi. Tentunya di sini yang dilakukan adalah pola belajar sambil bermain, dengan memperhatikan tahap perkembangan anak. Sehingga nantinya diharapkan mellaui proses tersebut akan terbentuk kesiapan anak dalam hal intelegensia, sikap dan motorik anak. Kesemuanya ini adalah modal yang sangat kuat dalam memasuki usia pendidikan dasar nantinya. Semoga ke depannya hal ini bisa menjadi pemahamn bersama baik pengelola maupun orang tua agar apa yang dihajatkan dari PAUD bisa tercapai sebagaimana mestinya.
     
#NonFiksi

#ODOPBatch6

SEBUAH USAHA MENJADI PEMBACA

- 9 Comments

Judul               : Be a Reader: Mendulang Akasara, Meraih Makna
Penulis             : Antoni Ludfi Arifin
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
ISBN               : 978-972-22-9781-2

Melihat judul yang tertulis di sampul buku ini saya langsung tertarik, bagaimana tidak kalimat pertama bercetak tebal warna merah berbahasa Inggris tesebut langsung menampilkan tawaran untuk menjadi pembaca. Ditambah lagi dengan gambar ilustrasi seseorang yang sedang berdiri membaca, suatu hal yang menurut saya sangat keren. Ketertarikan saya semakin bertambah saat membaca sub judulnya, “Mendulang Aksara, Meraih Makna”. Menurut saya ini sudah menunjukkan secara langsung manfaat membaca, terkait erat dengan judul utamanya kenapa perlu menjadi pembaca. Demikianlah akhirnya saya memutuskan untuk memiliki buku yang tidak tebal ini namun banyak terdapat kesan (endorsement) dari tokoh nasional dan penulis tentunya.

Pada pokok bahasan pertama buku ini, penulis menyajikan tentang bagaimana proses pembiasaan membaca untuk anak-anak maupun pemula sehingga bisa menjadi pembaca sepanjang hayat (lifetime reader). Kata kunci yang saya temukan adalah, lifetime readers are made, not born:  pembaca sepanjang hayat itu diciptakan, bukan dilahirkan. Ungkapan yang sangat baik menurut saya karena menunjukkan bagaimana gambaran bahwa untuk bisa menjadi pembaca yang rajin tentunya melali pembiasaan-pembiasaan. Bukan karena keturunan atau faktor genetic dari orang tua yang kebetulan suka membaca. Dalam buku ini juga diungkapkan bagaimana caranya melakukan pembiasaan-pembiasaan membaca yang dimulai dari rumah, yang menekankan pentingnya keteladanan dari orang tua. Di sinilah kemudian rumah dijadikan sebagai jantung ilmu pengetahuan bagi anak dan penghuni rumah. Kalau dibahasakan oleh penulis bahwa rumah harus menjadi crystal of knowledge. Artinya bahwa rumah paling tidak bisa menyediakan bahan bacaan bagi penghuninya agar bisa berfungsi sebagai jantung ilmu pengetahuan sebelum ke luar menacari di tempat lain. Dengan denikian tersedianya buku di rumah maka membaca tidak hanya dilakukan saat di sekolah formal namun ketika sudah bekerja pun masih harus membaca agar tetap menambah wawasan keilmuan.  

Pada pokok bahasan yang lain, buku ini menyajikan bagaimana untuk terus membina dan memupuk kebiasaan membaca agar dapat manfaat yang banyak. Di antara mnnfaat yang disampaikan adalah sebagai proses belajar dan menyelami pemikiran para cendikia terdahulu. Dengan menyelami pemikiran para cendikia tersebut maka kita sudah belajar ilmunya sehingga bisa dikatakan setara dengan ilmu cendikia tersebut pada bidang yang disampaikan pada buku bahkan bisa melampauinya melalui pemikiran dan praktik lebih lanjut. Suatu manfaat yang luar biasa dari kegiatan membaca.

Walaupun isi dari buku ini sangat bagus namun ada hal yang sedikit mengganggu saya yaitu dari segi penggunaan kata-kata asing, yaitu bahasa inggris yang digunakan dalam beberapa bagian judul baba, sub bab dan disisipi dalam pembahasan. Kalau sebatas di judul mungkin masih bisa dimaklumi namun alangkah baiknya tetap mengutamakan bahasa Indonesia. Namun secara keseluruhan isi buku ini sangat membantu dalam usaha-usaha menjadi pembaca maupun untuk mengajak orang lain untuk ikut membiasakan membaca. Sehingga buku ini cocok buat para orang tua maupun pegiat literasi yang sedang massif gerakannya secara nasional.

#NonFiksi
#ODOPBatch6

#Tantangan2

SERUNYA MENJADI GURU BLOGGER

- Monday, November 12, 2018 2 Comments

Perkembangan jaman selalu diikuti oleh perkembangan ilmu pengetahuan yang dihajatkan untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupannya. Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat kemudian melahirkan penemuan-penemuan di berbagai bidang termasuk cara manusia berkomunikasi satu sama lainnya. Bisa dilihat bagaimana perkembangan cara komunikasi masyarakat mulai dari surat sampai ke telpon pintar saat ini. Dari sejak dikenalnya tulisan cara komunikasi masyarakat berkembang terus sesuai dengan penemuan yang ada sampai berbentuk digital seperti sekarang ini. Tentunya semuanya itu semakin memberikan kemudahan bagi manusia dalam melakukan komunikasi yang tidak terikat jarak dan waktu. Informasi atau berita yang dulunya berhari-hari bahkan berminggu-minggu baru bisa sampai sekarang ini bisa dalam hitungan detik.
Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sakarang ini tentunya membutuhkan kemampuan dan keterampilan untuk bisa memanfaatkannya. Literasi digital menjadi hal yang mutlak untuk dikuasai bagi masyarakat sekarang ini agar bisa menyesuaikan diri dengan jaman. Literasi digital adalah kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. Dua hal yang menjadi titik tekan dalam hal ini yaitu memperoleh informasi dan komunikasi, yang mana keduanya sangat penting untuk menunjang keseharian kita. Literasi digital ini pada akhirnya akan dibutuhkan oleh semua kalangan profesi dan kelompok umur. Dari petani hingga pejabat, dari balita hingga orang dewasa. Semuanya dituntut untuk melek digital agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana semuanya didominasi oleh media digital.
Salah satu profesi yang harus merespon cepat dan tepat dari perkembangan meda digital ini adalah guru. Karena bidang pendidikan tidak bisa terelepas dari perkembangan media digital sekarang ini. Sehingga literasi digital mutlak dimiliki oleh guru-guru yang notabene akan berhadapan dengan generasi milenial yang mana sudah akrab dengan media digital. Literasi digital dibutuhkan oleh seorang guru untuk meyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perilaku peserta didik jaman ini sehingga mudah dalam melakukan pendekatan dalam proses pembelajaran. Tidak hanya itu, seorang guru juga harus melek digital agar bisa mengikuti perkembagan ilmu pengetahuan secara up to date dan mencari sumber-sumber materi pembelajaran yang beragam untuk kebutuhan kelasnya. Begitu juga dalam memberikan akses materi terhadap peserta didik bisa saja menggunakan media digital yang bisa diakses dengan mudah oleh peserta didik.
Tersedianya media dalam bentuk digital ini tentunya membutuhkan satu lagi unsur yang penting yaitu kreatifitas. Guru kreatif tentunya akan bisa membuat isi materi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan kreatifitas tinggi dari seorang guru maka produk yang dihasilkan akan jauh lebih menarik apalagi didukung oleh media digital. Karena walaupun terkesan canggih namun tidak menarik juga bisa mengurangi minat peserta didik untuk mempelajarinya. Sehingga berimbas terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik. Kreatifitas yang tinggi dari seorang guru akan melahirkan sesuatu yang berbeda dan baru bagi peserta didik sehingga ketertarikannya terhadap materi pembelajaran menjadi tinggi. Dengan demikian kreatifitas seorang guru sangat ditekankan dalam mengelola pembelajaran baik dari segi tehnik maupun isi dari materi pembelajaran.juga dengan kratifitas ang dimiliki oleh guru maka pembelajran tidak menjadi membosankan bagi peserta didik. Terlebih lagi dengan banyaknya hal-hal yang bisa lebih menarik perhatian peserta didik di luar lingkungan sekolah maka dengan adanya guru yang kreatif maka hal tersebut tidak terlalu mengalihkan perhatian siswa.
Salah satu cara untuk menyalurkan kreatifitas bagi seorang guru adalah melalui blog atau laman pribadi. Blog merupakan salah satu media yang bisa digunakan sebagai media untuk menyampaiakn materi pembeajaran yang sifatnya lifetime. Blog ini bisa diakses kapan saja selama 24 jam oleh peserta didik bahkan oleh orang lain juga yang bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran.dalam laman pribadi ini, guru mengunggah materi pembelajarannya sesuai dengan tema dan meminta siswa untuk mengakses matei tersebut. Selain itu juga guru bisa memberikan latihan soal di blog pribadi ini sehingga peserta didik bisa belajar menjawab latihan soal. Bisa saja kemudian disertai dengan pembahasan soal agar bisa diperiksa langsung kesalahan dalam menjawab soal.
Cara membuat blog ini tidaklah sulit, kita hanya perlu menyiapkan akun gmail/e-mail yang lain untuk bisa membuat blog. Kita tidak perlu khawatir akan tampilan blog seperti apa karena sudah disipakan secara gratis oleh platform yang menyediakan layanan blog seperti blogspot dan wordpress. Kalau merasa kesulitan bagaimana cara membuat blog pertama kali, guru bisa mencari rujukan dan tutorial cara membuat blog yang sudah tersebar begitu banyak. Begitu juga cara pengeloalaan blog agar tampilannya menarik bisa mencari tutorial di dunia maya. Bahkan kalau beruntung kita bisa mendapat template blog pro secara gratis yang menambah daya tarik tampilan blog kita. Dengan demikian maka yang berkunjung ke blog kita akan suka dan senang untuk berkunjung lagi.
Di samping tampilan yang menarik, blog juga butuh domain dan hosting agar terlihat professional dan gampang diakses. Megenai apa itu hosting dan domain bisa dicari sendiri rujukan untuk ini. Salah satu penyedia domain murah adalah DomaiNesia yang menyediakan domain mulai dari .com, .net, .id dalan lain-lain. Dengan mengunakan domain ini maka akan menambah keseruan dari pengelolaan blog kita. Dengan demikian maka kita akan semakin terdorong untuk terus mengelola blog kita dengan mengisinya dengan materi-materi sesuai dengan menu yang bisa kita tetapkan sendiri sesuai kebutuhan.   
Dalam blog ini nantinya kita bisa membuat menu yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau guru, bisa saja menyiapkan menu tentang materi, contoh soal, dan pembahasan soal. Atau bisa juga menyiapakan menu tugas khusus untuk peserta didik yang ada di sekolah sendiri. Selain itu juga bisa disediakan menu untuk tulisan alin seperti artikel dan opini terkait dengan pendidikan atau bidang pelajaran yang menjadi kualifikasi dari guru itu sendiri. Tidak hanya itu, cerita perjalanan menarik dan curahan hati sehari-hari bisa kita tuangkan dalam blog kita dilengkapi dengan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Bahkan dengan adanya buku digital yang disediakan oleh pemerintah kita juga bisa mengunggah buku tersebut dan bisa diunduh oleh pserta didik kita. Tentunya ini bisa menjadi alternative buku murah bagi peserta didik kita. Tinggal bagaimana guru menuangkan kratifitas seluas-luasnya dalam blog pribadi tersebut.
Menjadi guru blogger bisa memberikan pengalaman yang menarik. Dengan kita memanfaatkan media digital yang akrab dengan peserta didik maka akan terasa lebih mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Keseruan lain yang bisa dirasakan dengan adanya blog ini adalah kita bisa mengikuti berbagai lomba blog, seperti lomba blog domainesia agar kita bisa meningkatkan kemampuan dan kreatifktas kita dalam media digital, terutama menulis di blog. Pada tahap selanjutnya nanti dari blog ini kita bisa mendulang rupiah dengan semakin bagus dan menariknya isi dan tampilan blog yang kita miliki. Dengan memasangkan iklan pada blog ini kita akan mendapatkan bayaran dari pihak pemasang iklan sesuai dengan banyaknya pengunjung blog kita. Maka tugas kita untuk membuat blog dengan tampilan menarik serta isi yang bagus agar banyak pengunjungnya. Selanjutnya kita bisa mendapatkan pengalaman menarik dari mengelola blog, menjadi guru blogger yang professional.

#NonFiksi
#ODOPBatch6  

MADRASAH MEMASUKI ERA DIGITAL

- 12 Comments


Pada awalnya di daerah saya lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama yaitu Madrasah sering dianggap sebagai lembaga pendidikan ke dua. Bagaimana tidak, madrasah menjadi pilihan untuk dimasuki setelah seorang anak didik tidak diterima di sekolah negeri atau favorit. Ini lantaran madrasah hampis 95% dikelola oleh masyarakat dalam bentuk Yayasan atau Pondok Pesantren. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat terkesan kurang dalam hal sarana dan prasarana. Sehingga stigma inilah yang kerap menjadi alasan masyarakat menempatkan madrasah sebagai lemabga pendidka kelas dua. Satu anggapan yang tidak semuanya benar namun tidak bisa disalahkan juga.
Sepertinya menanggapi hal ini Kementerian Agama sebagai lembaga induk Madrasah mulai melakukan pembenahan. Baik dari segi sarana dan prasarana Madrasah sampai peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Sejak tahun 2012 silam secara bertahap pendataan di madrasah mulai menggunakan system digital. Dimulai dengan pendataan guru seperti di Kemendikbud, Kementerian Agama melakukan pendataan secara online terhadap semua pendidik dan tenaga pendidikan yang ada di lingkungan Madrasah melalui aplikasi SIMPATIKA. Pada tahap selanjutnya Madrasah mulai melakukan pendataan secara menyeluruh menggunakan system online yang disebut EMIS. Pengelolaan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru yang sudah sertifikasi juga melalui system digital dalam jaringan.
Selain itu juga berbagai aplikasi yang berbasis jaringan internet  dan digital terus diterapkan. Sehingga bagi pengelola madrasah ini terasa meringankan beban yang selama ini cukup merepotkan. Pengeloalaan dana BOS juga sudah mulai tertata rapi dengan berbasis aplikasi digital Ms Office. Sampai pada laporan bulanan yang biasanya berbasis kertas pun sekarang sudah mulai berbasis digital dalam jaringan. Aplikasi terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama adalah Aplikasi Raport Digital (ARD) yang ditujukan nati untuk mengelola laporan kemajuan belajar peserta didik. Bahkan pada tahun 2017 kemarin Madrasah lebih banyak menggunakan UNBK, lebih banyak dari Sekolah. Sebuah kemajuan yang patutu dibanggakan tentunya.
Pengelolaan Madrasah berbasis digital dan jaringan internet ini tentunya bukan tanpa kendala. Butuh tenaga professional, kalau di madrasah di sebut Operator Madrasah (OPM), sehingga mampu menyesuaikan diri dengan baik. sejauh ini pengelolaan yang dilakukan oleh OPM ini sudah bagus dan berhasil. Karena setiap ada aplikasi baru maka akan disertai dengan pembekalan dari Kementerian Agama. Namun salah satu kendala yang paling utama sekarang ini adalah ketersediaan jaringan internet. Jaringan internet melalui TELKOM belum merata ke seluruh madrasah karena tempat yang tidak terjangkau oleh jaringan yang disediakan oleh TELKOM. Namun banyak madrasah yang menyiasati tentunya dengan beban biaya yang lumayan tinggi.
Walaupun dengan kendala jaringan internet namun secara keseluruhan Sumber Daya yang ada di Madrasah memadai untuk memasuki era digital. SDM yang tersedia sudah berangsur-angsur mampu menyesuaikan diri dengan system yang ada. Tentunya ini juga menjadi tanggung jawab pribadi guru maupun pimpinan madrasah untuk terus meningkatkan kualitas SDM Madrasah yang ada agar bisa menghadapi era digital. Dengan demikian maka madrasah tidak lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan kelas 2 yang hany amenjadi pilihan ke dua. Ke depan Madrasah bia menjadi pilihan pertama bagi peserta didik di sekitar lingkungan madrasah tentunya dengan kualitas yang memadai bahkan melebihi lembaga pendidikan sekolah. SEMOGA.

#NonFiksi
#ODOPBatch6         

GURUKU PAHLAWANKU

- No Comments

Gegap gempita perayaan Hari Pahlawan tiap tanggal 10 Nopember begitu terasa secara nasional. Bagi warga NTB tahun ini menjadi lebih istimewa lagi karena merayakan Hari Pahlawan terasa begitu terasa. Pasalnya salah satu Pahlawan Nasional berasal dari NTB, yaitu Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Tahun ini menjadi tahun ke dua peringatan Hari Pahlawan yang terasa istimewa tersebut, apalagi saya sebagai warga Lombok Timur yang kebetulan sang Pahlawan Nasional tersebut berasal dari Pancor Lombok Timur. Rasa bangga tentunya menyelimuti saya dan masyarakat Lombok Timur yang sangat mengenal baik perjuangan Maulanasyaikh. Kalau masyarakat Lombok biasa menyebutnya dengan Tuan Guru Pancor.
 Perjuangan sang Tuan Guru memang banyak, baik dalam mengajarkan ilmu agama juga mendirikan lembaga pendidikan yang bercorak keagamaan, Madrasah. Perjuangan dalam dunia pendiidkan inilah kemudian bagi saya yang sangat istimewa, kaena berkat perjuangan Tuan Guru banyak sekal madrasah yang berdiri baik yang dirintis sendiri maupun yang didirikan oleh masyarakat namun dengan semangat Sang Tuan Guru dan tetap berafiliasi dengan Orgnaisasi Islam yang didirikannya yaitu Nahdlatul Wathan. Sampai sekarang tercatat sekian banyak madrasah yang beridiri di Lombok tidak lepas dari semangat yang terus mengalir dari Sang Tuan Guru sebagai perintis pendirian madrasah pada masanya. Sehingga tidak salah kalau dijuluki dengan Abul Madaris (baca: Bapak Madrasah).

Perjuangan dalam bidang pendidikan baik non formal maupun formal inilah yang begitu terasa sampai sekarang ini. Banyak lahir guru-guru dan lembaga pendidikan karena hasil didikan Sang Tuan Guru. Murid-murid yang dulunya belajar kepada Maulanasyaikh tidak sedikit yang meneruskan jejeak sang Guru mendirikan Madrasah maupun menjadi pengajar di tengah-tengah ummat sebagai muballigh. Saya pun ikut merasakan bagaimana semangat perjuangan dalam dunia pendidikan  ini begitu kuatnya. Dalam keseharian saya bergelut di dunia pendidikan madrasah yang didirikan oleh salah satu murid Maulanasyaikh. Semangat menjadi pendidik ini juga begitu terasa dari Sang Tuan Guru yang dapat saya lihat dari semangat murid-muridnya. Sehingga, tepat kemudian kalau saya katakan Pahlawan Nasional yang satu ini adalah sebagai Guru. Guru dalam bidang agama maupun dalam bidang pendidikan keilmuan yang lainnya.  

#NonFiksi
#ODOPBatch6

HUKUMAN DENGAN POINT

- Friday, November 9, 2018 5 Comments
sumber: kajinsekolah.com

Dalam lingkungan pendidikan khususnya di sekolah maupun di madrasah kita kerap kali menemukan perilaku siswa yang bermacam-macam. Perilaku tersebut kadang tidak sesuai dengan bagaimana siswa seharusnya di lingkungan pendidikan. Perilaku yang tidak sesuai tersebut kemudian sering kita katakan sebagai pelanggaran tata tertib atau aturan yang berlaku. Pelanggaran terjadi dari hal yang ringan sampai yang berat. Pelanggaran ringan seperti terlambat, tidak rapi dalam berpakaian, tidak mengerjakan tugas dan tindakan indisipliner lainnya. Sedangkan pelanggaran berat seperti berkelahi dan mengambil barang milik siswa lain.
Dalam menindak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi satuan pendidikan biasanya menerapkan hukuan-hukuman yang beragam. Bisa juga kadang hukuman atas inisiatif guru yang menemukan pelanggaran tersebut di dalam kelas. Ada juga hukuman ditentukan atas dasar aturan masing-masing satuan pendidikan. Pemberlakuan hukuman sudah barang tentu menjadi hal yang wajar mengingat tujuan pendidikan adalah untuk memberikan pelajaran tidak hanya ilmu pengetahuan tetapi juga sikap posisitf bagi peserta didik. Namun pemberian hukuman terkadang tidak sesuai dengan prinsip pendidikan, sehingga alih-alih membuat siswa jera malah pelanggaran tersebut kerap diulangi lagi. Terkadang tindakan pemukulan terhadap siswa pun bisa terjadi, tentu ini tidak relevan lagi dengan keadaan sekarang. Karena akan berhadapan dengan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang Perlindungan Anak.
Sebagai sebuah lembaga, satuan pendidikan tentunya harus mempunyai cara untuk mengatur kedisiplinan siswanya dengan baik. salah satunya adalah dengan memberlakukan tata tertib yang mengatur tingkah laku siswa serta sanksi atas pelanggaran tata tertib tersebut. Tata tertib ini tentunya bisa menjadi acuan bagi seluruh warga lingkungan pendidikan dalam bertingkah laku dalam lingkungan satuan pendidikan. Yang menjadi titik tekan dalam pemberian sanksi di sini adalah agar tidak memberikan peluang terjaidnya kekerasan terhadap anak. Namun selain pembinaan, tindakan tegas juga diperlukan agar siswa bisa mematuhi tata tertib yang berlaku. Pemberian point terhadap pelanggaran tata tertib bisa menjadi salah satu pilihan bagi satuan pendidikan dalam memberikan sanksi terhadap tiap pelanggaran yang terjadi. Dengan pemberian point ini juga akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki kesalahannya dengan menetapkan ambang batas point maksimal untuk seluruh pelanggaran. Dengan point maksimal tentu akan mendapat saknsi yang maksimal pula, yaitu biasanya dibina di rumah untuk waktu tertentu atau bahkan bisa dikeluarkan dari satuan pendidikan. Tentu ini akan menjadi dilemma di satuan pendidikan namun ini untuk menjaga marwah lembaga pendidikan setelah berusaha maksimal untuk membina siswanya. Juga untuk memberikan efek jera bagi siswa yang lain agar tidak terjadi lagi pelanggaran serupa.
Pemberlakuan point sanksi ini tentunya perlu mendapatkan persetujuan dari pihak terkait, utamanya wali murid. Dalam hal ini satuan pendidikan bisa memberikan sosialisasi saat penerimaan peserta didik baru agar wali murid mengetahui mekanisme yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. Seperti yang dilakukan di Madrasah tempat saya mengajar, tata tertib dibuat dengan point pada tiap pelanggaran dan tindakan yang dilakukan saat menacapai point tertentu. Agar ini bisa berlaku dengan baik dan diindahkan oleh peserta didik maupun wali maka sosialisasi dilakukan kepada wali murid. Setelah itu kepala Madrasah menandatangani tata tertib tersebut sebagai tanda pengesahan, juga meminta masing-masing peserta didik dan walinya untuk menandatangani tata tertib yang sudah diperbanyak sejumlah siswa. Dengan ini diharapkan siswa bisa lebih patuh terhadap tata tertib dan wali murid juga peduli terhadap perkembangan anaknya di sekolah. Dengan demikian maka tata tertib bisa diberlakukan dengan maksimal demi tercapainya tujuan pendidikan.
Model hukuman dengan point ini oleh Jajang Aisyul Muzakki dalam artikelnya yang berjudul Model Pemberian Hukuman dalam Pendidikan Islam disebut Model Ta’did al-Mukhalafah. Model ini mengacu kepada sebuah hadits yang intinya mengatakan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan diberikan ganjaran oleh Tuhan berupa angka, begitu juga setiap kejahatan yang dilakukan akan diberikan point kejahatan. Mengacu kepada hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tersebut, menurut saya meberikan point hukuma sangatlah tepat akrena sesuai dengan prinsip agama. Sehingga diharapkan tidak terjadi lagi kekerasan yang tidak perlu di satuan pendidikan yang berujung pada persoalan hokum di pengadilan. Beda jaman tentu beda perlakuan, maka pemberian sanksi bagi peserta didik pada jaman sekarang ini juga perlu memperhatikan perkembangan lingkungan sekitar dan aturan yang berlaku di negara kita.

#NonFiksi

#ODOPBatch6