News Ticker

DILEMA LEMBAGA PAUD

By Agus Khairi - Wednesday, November 14, 2018 12 Comments

Keberadaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah mulai banyak ditemukan di pelosok desa. Satu desa bahkan bisa 3-4 PAUD berdiri dan memberikan layanan untuk Peserta Didik. Ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat karena tidak perlu jauh-jauh untuk memasukkan anaknya di lembaga PAUD. Banyaknya lembaga PAUD merupakan hal yang baik karena berimbas untuk pemerataan pendidikan sejak dini di tingkat desa maupun dusun. Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam memberikan dana operasional. Bahkan dari dana desa pun diharapkan pemerintah desa mengalokasikan untuk PAUD tiap tahunnya.
Dibalik berkembang pesatnya jumlah Lemabga PAUD yang ada tersimpan dilema yang cukup serius dan perlu dibenahi dengan segera. Dilemma tersebut adalah tuntutan orang tua atau wali murid yang menghendaki anaknya pada tahap ini untuk bisa membaca. Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan utama orang tua adalah agar anaknya siap sebelum masuk sekolah dasar. Sehingga banyak orang tua yang mengatakan kalau sekedar bermain, tepuk tangan, dan bernyanyi, di rumah pun kami bisa mengajarkannya. Namun pandangan ini dipandang keliru dilihat dari sudut pandang PAUD sendiri. Di mana pada usia tesebut peserta didik atau anak belum waktunya diajarkan untuk lancar membaca. Pada tahap ini masih berkisar pada pengenalan-penganalan dan petrumbuhan motorik anak sehingga pola yang dilakukan adalah banyak bermain. Entahlah apakah ini menjadi pandangan orang tua saja atau jangan-jangan juga menjadi tujuan dari pengelola PAUD itu sendiri.
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa PAUD adalah suatu upaya pembinaann yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui jalur pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Maka sudah jelas disampaikan bahwa PAUD merupakan langkah persiapan sebelum anak memasuki pendidikan dasar. Karena titik berat pada PAUD adalah peletakan dasar ke arah perkembangan fisik, kecerdasan, sikap dana bahasa komunikasi. Tentunya di sini yang dilakukan adalah pola belajar sambil bermain, dengan memperhatikan tahap perkembangan anak. Sehingga nantinya diharapkan mellaui proses tersebut akan terbentuk kesiapan anak dalam hal intelegensia, sikap dan motorik anak. Kesemuanya ini adalah modal yang sangat kuat dalam memasuki usia pendidikan dasar nantinya. Semoga ke depannya hal ini bisa menjadi pemahamn bersama baik pengelola maupun orang tua agar apa yang dihajatkan dari PAUD bisa tercapai sebagaimana mestinya.
     
#NonFiksi

#ODOPBatch6

12 comments to ''DILEMA LEMBAGA PAUD"

ADD COMMENT

Tinggalkan jejak di sini