News Ticker

LITERASI BACA-TULIS UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK

By Agus Khairi - Wednesday, November 7, 2018 16 Comments

Salah satu dari enam literasi dasar bagi masyarakat yang penting dimiliki pada jaman ini adalah literasi baca-tulis. Tentunya literasi baca-tulis ini menjadi hal pokok yang menandakan bahwa seseorang literat atau tidak. Karena sebagai sebuah dasar maka literasi baca-tulis menjadi kemampuan pokok yang harus dimiliki oleh masyarakat. Selain itu membaca dan menulis merupakan literasi fungsional yang sangat berguna dalam kehidupan kita. Bisa dibayangkan bagaimana masyarakat yang tidak bisa membaca dan menulis pada jaman globalisasi sekarang ini. Tentunya akan sangat sulit dalam menjalani kehidupan, apa lagi pada masa yang akan datang.
Melihat akses pendidikan yang luas pada saat sekarang ini maka kita patut menaruh optimisme terhadap masa depan generasi Indonesia. Sangat jarang kita temui generasi sekarang yang tidak bisa membaca dan mehulis. Sehingga diharapkan denan kemampuan baca-tulis generasi mendatang akan dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik di masa yang akan datang. Hal ini karena mereka bisa menyesuaikan diri dengan pergaulan masyarakat yang literat. Masyarakat yang haus akan informasi dan produktif dalam menuangkan gagasan dan ide dalambentu tulisan.
   Melihat begitu pentingnya literasi baca-tulis tentunya perlu dipahami lebih jauh apa pengertiannya. Membaca dan menulis tentunya tidak hanya diartikan sebagai kemampuan mengenal huruf dan kata-kata kemudian bisa menuliskannya di atas kertas. Menurut Kemdikbud dalam materi pendukung Gerakan Literasi Nasional, literasi baca-tulis diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial. Dari pengertian tesebut dapat dilihat bahwa pengertian literasi baca-tulis sangat luas. Setidaknya ada dua hal pokok dalam pengertian tersebut yang menjadi titik tekan yaitu, memahami dan menggunakan. Membaca dan menulis digunakan secara terintegrasi untuk mencapai tujuan dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
  Dengan demikian maka literasi baca-tulis perlu ditingkatkan terus sebagai sebuah kemampuan. Mengingat dalam hal literasi baca-tulis kita masih dalam posisi yang tidak sebaik negara-negara lain bahkan dengan negara tetangga. Dari segi minat baca dan kemampuan pun kita masih di sepuluh terakhir dari negara-negara yang mengikuti penilaian tentang literasi. Karena bisa dilihat langsung praktik di sekolah pun siswa jarang dibiaskan untuk membaca sehingga kemampuan pemahaman mereka menjadi kurang. Kebanyakan masih berkutat pada pemahaman tekstual, pemahaman yang masih bersifat informasi tersurat. Hal ini sering saya temukan sendiri ketika membantu ponakan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Sering soal-soal yang ada tidak bisa dijawab lantaran soal tersebut menuntut pemahaman dari bacaan yang tersedia di buku teks pelajaran. Padahal aklau diamati, jawaban dari soal tersebut bisa didapatkan dari bacaan yang ada tersebut.
Literasi baca-tulis perlu menjadi perhatian lebih bagi kita apalagi lembaga pendidikan, pemerintah sudah memberikan rambu-rambu untuk hal ini melalui Gerakan Literasi Sekolah maupun Gerakan Literasi Nasional. Tinggal bagaimana gerakan ini dilaksanakan dengan terencana dan berkelanjutan agar bisa tercapai tujuan yang diinginkan. Jangan sampai hanya menjadi program yang digaungkan saat awal-awal saja tanpa ada tindak lanjut baik dari pemerintah pusat sebagai pemangku kebujakan maupun lembaga pendidikan sebagai ujung tombak pelaksana tehnis di lapangan. Salam Literasi. 

#nonfiksi

#ODOP6   

16 comments to ''LITERASI BACA-TULIS UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK"

ADD COMMENT
  1. Setuju! Karena minat baca i negeri kita termasuk rendah 😢

    ReplyDelete
  2. Betul sekali gerakan literasi harus di galakan. Pada awal dulu di sekolah anakku tiap pagi ada jam wajib baca buku, tapi sepetseper sekarang sudah macet lagi. Memang seharusnya ini menjadi tanggung jawab bersama terutama kita yg berada di duniaku menulis untuk berperan aktif mengkapanyekan gerakan literali.

    ReplyDelete
  3. Saya terakhir baca buku kapan ya, duh duhh duhhh

    ReplyDelete
  4. Setuju..
    Masyarakat kita mudah untuk berbicara tapi susah untuk menulis dan membaca belum jadi kebiasaan.
    Dulu ketika mengajar kelas 2, setiap pagi anak" membaca asmaul husna, kemudian membaca cerita dan menceritakan kembali. Alhamdulillah waktu itu ada progress..

    ReplyDelete
  5. Kemampuan literasi masih pada tahap melafalkan huruf menjadi kata dan kalimat, belum memahami isi bacaan.

    ReplyDelete
  6. Gerakannya udah cukul massive di kota2 besar. Tp memang belum menyeluruh yaa... Smg tercapai target literasi Indonesia nya

    ReplyDelete
  7. Baca-tulis udh jd skill yg satu paket ya.. Mudah2n semamgat membaca di indonesia terus meningkat.

    ReplyDelete
  8. minat baca di Indonesia menyedihkan. kudu digalakkan secara massif.

    ReplyDelete
  9. Di sekolah seharusnya di adakan program membaca wajib setiap harinya seenggaknya lima menit ya..

    ReplyDelete
  10. Miris banget ya mbaa,kudu digalakkan lagi semangatnya

    ReplyDelete
  11. Halo, assalamu'alaikum Mas Agus. Salam kenal. Terima kasih atas tulisannya. MengingkariM pribadi ini bahwa di sekitar membaca dan menulis adalah sesuatu yang masih jarang dilakukan. Semangat dan salam literasi~

    ReplyDelete
  12. Sepertinya paling penting harus ditanamkan sedini mungkin ya mas.. agar jadi kebiasaan yang melekat dan tak gampang luntur.. sayang sekali, nampaknya negara kita sangat krisis “malas baca”

    ReplyDelete

Tinggalkan jejak di sini