News Ticker

PENTINGNYA DUKUNGAN ORANG TUA UNTUK GLS

By Agus Khairi - Sunday, November 25, 2018 2 Comments

Sekolah dan rumah mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan dalam rangka mengembangkan kemampuan literasi anak. Pahl and Rowsell (2005:61) menjelaskan bahwa walaupun sekolah dan rumah merupakan sebuah batas namun bisa dihubungkan satu dengan yang lainnya. Dalam teori literasi, sekolah dan rumah masing-masing merupakan domain bagi praktik literasi. Meskipun tempat yang berbeda namun kegiatan pratik literasi berhubungan sangat erat. Apa yang dilakukan oleh siswa di sekolah tentu akan dibawa pulang begitu juga sebaliknya. Apa yang didapat oleh siswa di rumah akan mempengaruhi praktik literasi ketika di sekolah.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Schick pada tahun 2014 (Journal of Applied Developmental Psychology Vol. 35, 370–380) membuktikan bagaimana kegiatan literasi di rumah mempunyai pengaruh yang positif terhadap perkembangan kemampuan siswa di sekolah. Penelitian ini dilakukan di Penduduk Latin Amerika Serikat yang secara ekonomi masih tergolong miskin. Peneliti meminta orang tua siswa membacakan buku cerita bergambar kepada anaknya secara rutin. Kemudian pada saat di sekolah siswa juga dibacakan cerita oleh gurunya dengan buku yang berbeda. Setelah itu pada waktu yang telah ditentukan dilakukan pengujian ternyata siswa-siswa tersebut mampu melakukan ujian menceritakan isi buku bergambar tanpa kata dengan baik.
Dari penelitian tersebut di atas dapat dilihat bagaimana pengaruh kegiatan literasi di rumah. Betapa kegiatan literasi di rumah menjadi daya dukung yang sangat kuat bagi pengembangan akademik siswa di sekolah. Juga terlihat jelas bagaimana hubungan yang sangat erat antara rumah dan sekolah dalam pengembangan literasi siswa.
Dalam hal kegiatan pembiasaan membaca, pihak sekolah perlu menjalin hubungan yang baik dengan pihak orang tua siswa. Dengan melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa maka mereka juga akan memahami apa yang sedang dilakukan oleh sekolah. Dengan demikian pihak sekolah bisa memastikan keberlangsungan kegiatan pembiasaan membaca berlanjut sampai di rumah. Alokasi waktu juga bisa diatur di rumah sesuai dengan jangka waktu di sekolah, yaitu 15 menit. Orang tua diharapkan berperan aktif dalam mengatur pembiasaan tersebut dengan membuat jadwal bagi putra-putrinya di rumah.
Tidak hany aitu orang tua siswa juga bisa menjadi teladan yang baik dalam hal pelaksanaan kegiatan literasi. Teladan bisa diberikan dengan membiasakan diri membaca di rumah baik itu membaca Koran, majalah, maupun dari sumber-sumber lain. Dengan orang tua sebagai model ini maka diharapkan siswa akan terbiasa dengan lingkungan yang literat. Keluarga yang terbiasa dengan kegiatan literasi akan memberikan pengaruh yang positif terhadap anak.
Tentunya tidak semua keluarga bisa membangun iklim litetasi yang baik di rumah. Disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak merata bagi semua keluarga. Hal itu tentu berpengaruh pada ketersediaan bahan bacaan di rumah. Namun itu bukanlah menjadi halangan bagi pembiasaan literasi di rumah. Kegiatan literasi bisa dilakukan secara bersama antar semua anggota keluarga. Sebagai contoh, orang tua bisa menjadi pendengar yang baik bagi anaknya yang diminta untuk membacakan cerita dengan nyaring.   Kegiatan ini bisa melatih kepercayaan diri anak sebagai bekal yang sangat diperlukan di sekolahnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh keluarga dalam berperan aktif untuk mengawal Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini. Asalkan orang tua dilibatkan oleh pihak sekolah tentunya. Tanpa pelibatan melalui komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua siswa maka hal itu tidak bisa berjalan dengan baik. Peran sekolah sangat penting dalam hal ini mengingat sosialisasi GLS ini oleh pemerintah secara khusus tidak dilaksanakan sampai ke pihak orang tua siswa.
#NonFiksi
#ODOPBatch6

2 comments to ''PENTINGNYA DUKUNGAN ORANG TUA UNTUK GLS"

ADD COMMENT

Tinggalkan jejak di sini