News Ticker

PINTAR SAJA TIDAK CUKUP

By Agus Khairi - Thursday, November 8, 2018 9 Comments
videoblocks.com

Dalam dunia pendidikan banyak ditemukan anak dengan kemampuan otak yang melebihi teman-temannya yang lain. Biasanya anak-anak ini kemudian menjadi juara-juara kelas setiap akhir semester dengan menduduki peringkat tiga besar. Sudah bisa dipastikan anak-anak ini mendapat nilai yang bagus pada semua mata pelajaran dengan beberapa mata pelajaran yang nilainya menonjol. Namun dalam beberapa nilai yang sifatnya praktik fisik terkadang nilainya tidak terlalu bagus. Hal ini karena penilaian yang diberlakukan lebih banyak bersifat teoritis berdasarkan materi yang tertera pada buku teks pelajaran. Walaupun pada kurikulum yang berlaku sekarang ini, aspek teori dan praktik dituntut untuk dinilai namun masih dominan penilaian dalam hal teori.
Keadaan yang saya kemukakan di atas bukan berarti anak yang cerdas otaknya tidak mampu dalam hal-hal yang bersifat praktik. Namun kadang kurangnya keberanian dan kepercayaan diri untuk menampilkan kemampuan menjadi penghambat. Hal ini saya temukan pada keponakan saya yang duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Pertama. Pada saat akhir semester dia mendapat ranking pertama di kelasnya, sebuah hasil yang setimpal dengan kerja kerasnya belajar dengan rajin. Tidak jarang pengerjaan PR pun melibatkan saya sekedar untuk membantu diarahkan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Namun satu hal yang menjadi kekurangannya adalah pemalu. Ketidakpercayaan diri inilah kemudian yang bisa menjadi penghambat dalam proses belajarnya di kelas. Ketika dituntut untuk mengemukakan jawaban secara langsung di kelas bisa saja dia tidak lancar menjawab lantaran malu kepada teman dan gurunya. Padahal aklau dalam bentuk tulisan sudah tentu bisa dijawab dengan baik. Kasus ini tentu tidak hanya terjadi pada keponakan saya saja, pengamatan saya di tempat saya mengajar pun demikian, banyak siswa yang pintar saat di bangku namun tidak percaya diri saat maju di depan kelas maupun disuruh untuk menjawab secara lisan. Hasilnya jawaban yang dikemukakan tidak memuaskan. Semuanya lantaran tidak percaya diri karena tidak dibiasakan.
Lalu bagaimana mengatasi persoalan siswa yang tidak percaya diri ini? Salah satu cara menurut saya yang cukup ampuh adalah dengan melibatkan siswa pada kegiatan ekstrakurikuler. Melalui kegiatan ini siswa dilatih untuk terbiasa tampil di muka umum. Kegiatan eksratkurikuler ini banyak macamnya tergantung sekolah atau madrasah mau menyelenggarakan yang mana. Di Madrasah temat saya mengajar ada dua ekskul yang utama yaitu, pramuka dan teater. Dua ekskul ini menurut saya cukup memberikan pembiasaan dan menumbuhkan percaya diri pada siswa. Sehingga ini diharapkan nantinya akan bermanfaat pada diri siswa di dalam kelas maupun saat di lingkungannya nanti. Dengan banyak memberikan pembiasaan dan latihan untuk menumbuhkan percaya diri pada siswa maka diharapkan siswa tidak hanya pintar secara kemampuan otak saja. Namun ke depannya juga siswa menjadi percaya diri sehingga apa yang ada di otaknya bisa dikemukakan dengan baik di muka umum.

#NonFiksi

# ODOPBatch6       

9 comments to ''PINTAR SAJA TIDAK CUKUP"

ADD COMMENT
  1. Bener mba, anak cerdas seringnya terkesan cupu ya

    ReplyDelete
  2. Mungkin masalah moral pada anak juga perlu ditimbuhkan

    ReplyDelete
  3. sepakat. salah satu produk ekstrakurikuler yg berhasil move on dari ketidak pedean, adalah saya. hehee

    ReplyDelete
  4. Nah baca tulisan ini saya jadi ingat murid saya. Dia pintar secara akademis. Tetapi ketika melamar kerja dia gagal pada tahap wawancara. Beberapakali itu terjadi. Ketika saya tanya jawabnya: saya bingung harus jawab apa.

    ReplyDelete
  5. Jadi inget temen SMA yg IQ ga terlalu bagus tp selalu bagus nilainya. Karena ikhtiarnya kenceng bgd

    ReplyDelete
  6. Pintar secara akademik tapi tidak baik kepribadiannya, maka hubungan sosialnya juga sulit belum lagi skill nya kurang duh sulit banget kalau dah begini.

    ReplyDelete

Tinggalkan jejak di sini