Category 7

News Ticker

Latest Posts

TUNJANGAN HARI RAYA

- Thursday, May 30, 2019 No Comments


Salah satu yang paling ditunggu oleh kaum pekerja pada saat sebelum lebaran adalah uang tunjangan hari raya yang biasa disingkat THR. Bagi kaum pekerja ini merupakan berkah karena mendapat tunjangan di luar upah dan khusus diberikan pada saat menjelang hari raya. Tentu saat-saat butuh dana yang lebih banyak untuk memenuhi bebagai keperluan. Di Indonesia yang terdapat banyak agama tentunya masing-masing pekerja akan mendapat THR pada saat hari raya masing-masing. Inilah salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keberadaan gama di Negara Indonesia ini.
Namun kalau dilihat, istilah THR ini mendapat perluasan makna di kalangan masyarakat. Istilah THR pada awalnya hanya dipakai di kalangan perusahaan dan kantor saja. Namun saat ini berkembang di kalangan masyarakat yang secara hubungan kerja tidak terikat sama sekali. Sudah lazim kita dengar seorang anak minta THR kepada orang tuanya. Atau cucu kepada nekek dan kakeknya, atau keponakan kepada paman atau bibinya. Sehinga istilah THR ini sekarng tidak hanya untuk kalangan pekerj asaja, namun di kalangan masyarakat biasa pun sudah dipakai sebagai istilah untuk uang belanja saat lebaran.
Terlepas dari siapa yang memakai istilah ini dan memberlakukannya, THR ini adalah sebuah kewajiban dari pemberi kerja terhadap para pekerjanya pada setiap hari raya masing-masing. Dalam konteks Indonesia yang beragam ini, maka merupakan sebentuk perhatian pemerintah terhadap umat beragama. Di sinilah terlihat bahwa Negara hadir dalam keidupan beragama rakyatnya kendatipun bukan merupakan Negara agama. Maka sudah sepatutnya kita berbangga hati hidup di Negara kesatuan Republik Indonesia ini, Negara yang sangat beragam agamanya.
#Day25
#RWC2019
#OneDayOnePost

LIBUR LEBARAN

- No Comments


Saat yang ditunggu-tunggu pada akhir Ramadan adalah libur dalam rangka merayakan lebaran. Semua instansi pemerintah dan swasta akan menerapkan hari libur bagi pegawa dan karyawannya. Khusus untuk pegawai negeri sipil di lingkup pemerintahan, sudah ditetapkan oleh pemerintah bahwa ada sebelas hari Cuti Bersama pada Idul Fitri tahun ini. Cuti kali cukup panjang, lebih lama satu hari disbanding dengan tahun lalu yang masa cutinya sepuluh hari.
Tentunya cuti yang panjang ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mereka yang mendapat jatah cuti bersama ini. Bagi yang akan mudik tentunya akan mendapat cukup waktu untuk pulang dan tinggal sementara di kampung halaman sebelum balik lagi untuk persiapan bekerja lagi. Bagi yang tidak mudik, tentunya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pesiapan lebaran. Baik itu bersih-bersih rumah maupun membuat kue lebaran bagi kaum perempuan. Cuti bersama ini memang menjadi berkah bagi mereka yang berkeja di instansi permerintah maupun swasta.
Selain persiapan untuk mudik dan yang lainnya, cuti bersama ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak kegiatan ibadah baik siang hari terlebih pada malam harinya. Memanfaatkan cuti di akhir Ramadan ini dengan ibadah tentunya akan sangat bermanfaat dan lebih leluasa. Karena tidak akan khawatir akan masuk kantor besok paginya, kalau melaksanakan itikaf pada malam harinya. Sehingga cuti bersama yang cukup panjang ini bisa lebih bermanfaat lagi dari pada dihabiskan untuk hal-hal yang bersifat duniawi saja.
#Day24
#RWC2019
#OneDayOnePost

BERBURU BERBAGAI KEUTAMAAN

- No Comments


Pada sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan saat yang banyak terdapat keutamaan. Keutamaan tersebut akan bisa diraih dengan melakukan aktifitas ibadah mulai dari salat tarawih sampai pada waktu salat malam. Tidak heran kemudian berbagai kegiatan difasilitasi oleh beberapa masjid agar jamaah bisa melaksanakan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan ini. Salat amlam dan I’tikaf menjadi kegiatan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.
Salah satu yang menjadi daya tarik dan motivasi kaum muslimin beribadah pada sepuluh malam terakhir ini adalah malam lailatul qadar. Malam di mana keutamaannya lebih baik dengan seribu bulan. Jadi wajar kemudian banyak yang mendambakan bisa bertemu dengan malam yang mulia ini. Nmaun tidak ada yang tahu persis kapan lailatul qadar ini turun, walaupun sudah dikatakan dalam berbagai keterangan bahwa saatnya pada sepuluh malam terakhir. Jadi tidak ada salahnya pada malam-malam angka ganjil diisi dengan kegiatan ibadah sehingga bisa bertemu dengan malam ini.
  Berhubung lailatul qadar ini tidak diketahui persis turunnya maka harus dilakukan dengan strategi yang tepat, yaitu menunggu sembari mengerjakan berbagai ibadah. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan adalah, pertama, I’tikaf di masjid dengan memperbanyak salat malam dan berdo’a kepada Allah agar diampuni dosa-dosa dan diijabah. Kedua, memperbanyak zikir dan sholawat kepad rasul dengan memilih berbagai amalan zikir dan solawat yang anyak dipakai oleh para ulama. Agar kegiatan ini tidak terasa berat karena kondisi ngantuk, maka bisa dilakukan secara berjamaah, artinya dilakukan dengan banyak orang di satu tempat walaupun kegiatannya sendiri-sendiri. Dengan demikian, menunggu merupakan strategi yang tepat agar dapat bertemu dengan malam lailatul Qadar yang tidak diketahui kapan persisnya waktu turunnya.
#Day23
#RWC2019
#OneDayOnePost

SAYA PERNAH MUDIK

- Tuesday, May 28, 2019 No Comments


Kegiatan tahunan yang mungkin hanya ada di Indonesia, yang menjadi tradisi nusantara, adalah pulang ke kampung halaman saat menjelang lebaran Idul Fitri. Tradisi yang kemudian disebut mudik ini menjadi sorotan media nasional dan daerah karena merupakan peristiwa besar dan layak untuk diberitakan. Dari segala sisi diliput media sampai arus baliknya, lengkap dengan serba-serbi mudik dan arus balik tersebut. Pemerintah juga tidak kalah persiapannya memberikan fasilitas mudik kepada warganya. Dari persiapan jalan raya, moda transportasi sampai bagaimana agar menjamin kelancaran, keamanan, dan ketertiban arus mudik. Benar-benar peristiwa yang melibatkan banyak orang dan menyedot perhatian.
Melihat hiruk pikuk mudik, yang hanya bisa saya ikuti perkembangannya lewat media, membuat saya berpikir bagaimana rasanya mudik. Namun sampai pada mendapat kesempatan belajar di luar daerah, saya berkesempatan merasakan mudik. Sebanyak dua kali lebaran, saya ikut merasakan bagaimana hebohnya suasana mudik. Dari merencanakan tanggal keberangkatan, berburu tiket murah, memilih moda transportasi, sampai riuh rendahnya saat di perjalanan. Betul-betul mobilitas orang yang butuh prhatian serius dari banyak pihak. Saya berpikir kemudian, wajar jika ini mejadi persipaan secara nasional dan menjadi pemberitaan nasional juga.
Dua kali merasakan harus mudik saat menjelang lebaran tentunya cukup memberikan pelajaran bahwa persiapan yang demikian hebohnya hanya untuk satu kata, yaitu pulang. Tentunya ini sangat lekat dengan mereka yang dalam waktu yang lama tidak di kampung halaman. Dari yang hanya sekedar beberapa tahun sampai mereka yang benar-benar tinggal menetap di daerah lain. Pasti akan sangat merindukan saat-saat untuk pulang, melali mudik inilah keinginan itu bisa dipenuhi. Sesuatu yang akan terus berlangsung saya kira, tidak peduli bagaimanapun canggihnya alat komunikasi. Karena berkumpul dengan keluarga tidak bisa tersalurkan lewat canggihnya media. Dan saya menjadi mengerti bagaimana semuanya itu, karena setidaknya saya pernah merasakan mudik walaupun hanya dua kali. Sesuatu yang mungkin saja tidak sedikit orang yang tidak pernah merasakannya.

#Day22
#RWC2019
#OneDayOnePost   

SEPULUH MALAM TERAKHIR

- Monday, May 27, 2019 No Comments


Bulan Ramadan terkenal dengan berbagai keutamaannya yang dibagi dalam tiga bagian, masing-masing dalam sepuluh hari. Bahkan setiap malamnya punya keistimewaan tersendiri bagi yang melaksanakan salat tarawih. Sepuluh malam terakhir merupakan malam yang banyak diisi oleh umat muslim untuk beribadah. Di samping keutamaan sepertiga akhir ini, terdapat satu malam yang sangat istimewa dan menjadi incaran setipa muslim.
Untuk mendapatkan keistimewaan pada tiap malamnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah malam. I’tikaf di masjid banyak menjadi pilihan bagi kaum muslimin terutama pada sepuluh malam terakhir. Kegiatan ini sering disebut dengan malam bina iman dan taqwa atau disingkat MABIT. Di banyak masjid yang sudah maju kepengurusannya, mabit dipersiapkan dengan baik. Bahkan diatur oleh pengurus masjid sendiri agar jamaah yang akan ikut kegiatan mabit lebih nyaman melaksanakan ibadah.
Saya bersyukur, di kampung saya ada yang mengajak untuk melaksanakan mabit ini. Setiap tanggal ganjil, mulai tanggal dua puluh 1 kami diajak untuk sholat malam di musala. Banyak jamaah yang mengikuti kegiatan ini, termasuk para pemuda. Biasanya mereka tidak pulang dari musalla setelah selesai tadarrus Al Qur’an sampai jam 12 malam. Butuh kemauan tinggi dan persiapan agar bisa mengikuti mabit ini dengan baik. Rasa malas dan kantuk menjadi musuh utama untuk mengikuti mabit ini. Oleh karenanya, butuh iman yang kuat untuk melawan halangan besar berupa ngantuk dan malas tersebut.

#Day21
#RWC2019
#OneDayOnePost

MENGHADIRKAN IMAN SAMPAI KE TOILET MASJID

- Sunday, May 26, 2019 No Comments


Sudah banyak dibahas dalam berbagai kajian dan pertemuan bahwa salah satu masalah dalam umat Islam adalah penerapan akan ajaran Islam itu sendiri. Dalam hal ibadah tentunya tidak diragukan lagi, karena sepertinya di sinilah focus umat Islam maupun para pemuka agama ini. Namun dari segi penerapan dalam kehidupan sehari-sehari, dari segi amaliah social, masih diragukan penerapan ajaran-ajaran Islam sendiri. Ini terlihat dari bagaimana perbedaan sikap muslim dan non muslim, pada praktiknya justru non muslim yang terlihat mengamalkan ajaran Islam secara penuh.
Contoh sederahana yang bisa diambil adalah terkait dengan kebersihan. Padahal kita tahu bersma bahwa dalam kajian fikih islam, yang paling awal dibahsa adalah tentang bagaimana keberishan diri. Ini tentunya terkandung maksud bahwa bagaimana Islam mengedepankan akan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Bahkan membersihkan diri menjadi syarat sahnya ibadah seorang muslim.
Di atas sudah disinggung perihal penerapan ajaran islam oleh pemeluknya. Mari kita perhatikan kebersihan tempat ibadah kita, saya rasa kita juga akan sepakat bahwa kadang masih ada sebagian tempat ibadah ini yang bermasalah dengan tingkat kebersihan. Apalagi akan berbicara terkait kebrishan kamar mandi dan toilet masjid. Miris kadang melihatnya, bahwa area yang satu ini, seperti kurang perhatian baik oleh pengurus maupun pemakainya. Tidak jarang kita temui toilet masjid ini bau dan kotor. Padahal keberadaannya sangat penting di area masjid, guna menunjang lancarnya proses ibadah kaum muslim.
Dari sana bisa terlihat bagaiama penerapan ajaran islam tentang kebersihan pada umatnya. Padahal kita bersepakat bahwa keberishan sebagian dari iman. Oleh karenanya bagi umat islam, penting untuk menghadirkan iman sampai ke ruang-ruang public, bahkan sampai ke toilet masjid pun, iman harus  hadir. Iman harus diterapkan oleh segenap umat islam agar ajaran islam berul-betul hadir sampai ke ranah social agar tercipta lingkungan yang bersih dan nyaamn, sesuai dengan kata yang sangat terkenal dalam dunia kaligrafi yaitu, kebersihan sebagian dari iman.
#Day20
#RWC2019
#OneDayOnePost  
  

KOTAK AMAL DAN KEIKHLASAN

- Saturday, May 25, 2019 No Comments


Ikhlas adalah hal yang sangat ditekankan saat seorang muslim melaksanakan amal ibadah. Sikap yang tanpa pamrih, murni karena Allah merupakan kunci tingkatan dari amal perbuatan seseorang. Tanpa ada terbersit keinginan untuk pamer terhadap sesama makhluk Allah. Itulah yang sangat ditekankan kepada seorang muslim dalam melaksanakan perintah agama. Termasuk dalam mengeluarkan infaq dan shodaqoh, amal ini tidak harus diketahui oleh orang lain agar bisa terhindar dari riya’, keinginan yang tidak murni karena Allah.
Salah satu cara agar saat mengeluarkan infaq atau shodaqoh tidak diketahui leh banyak orang adalah melalui kotak amal. Kotak amal ini biasanya sudah banyak di musala maupun masjid, sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin mengeluarkan amal, tinggal masukkan ke dalam kotak amal yang tersedia. Walaupun terkadang terlihat oleh orang namun minimal kita bisa sembunyikan jumlah amal kita, sehingga kita tetap terjaga untuk ikhlas, tidak merasa pamer saat ada yang melihat amal kita.
Infaq dan shodaqoh tentunya tidak hanya untuk masid dan musala, namun masih ada alokasi lain seperti Yatim-Piatu, Yayasan Pendidikan maupun Sosial. Kita juga bisa menyalurkan amal kita kepada mereka. Beruntungnya, kotak amal untuk mereka ini bisa kita temui di banyak tempat. Bagi lembaga yang dikelola dengan modern, kotak amal mereka bisa kita temui di tempat-tempat pembelanjaan, took-toko, bahkan di lembaga keuangan maupun jasa. Sehingga kapan saja kita bisa memasukkan amal kita di kotak amal tersebut. Menariknya, kotak amal pada tempat-tempat di atas, bisa saja membuat orang tergerak untuk beramal saat selesai transaksi. Dari sisa transaksi tersebut kadang langsung diamsukkan ke dalam kotak amal. Sehingga dalam waktu yang lama tentunya akan terkumpul banyak infaq dan shodaqoh. Di tempat-tempat ini tentu kita tidak akan berjumpa langsung dengan yang punya kotak amal. Dengan demikian bisa menjaga si dermawan agar tetap ikhlas tanpa mengharap pamrih.

#Day19
#RWC2019
#OneDayOnePost

SAJADAH DAN SAF SALAT

- Friday, May 24, 2019 No Comments


Salah satu perlengkapan untuk salat bagi muslim di tempat saya adalah sajadah. Tempat sujud ini akan banyak kita lihat dibawa oleh muslim yang akan melaksanakan salat ke masjid maupun musala. Walaupun di beberapa masjid dan musala sudah pakai keramik yang bagus bahkan sudah ada karpet sebagai alas salat. Namun demikian, keberadaan sajadah masih dirasa perlu sehingga masih banyak yang membawa sajadah saat akan salat di masjid dan musala.
Kalau melihat fungsi dari sajadah ini tentu sangat penting keberadaannya. Sehingga wajar jika muslim yang akan salat di masjid atau musala membawa sajadah ini. Dengan membawa sajadah tentunya kebersihan tempat sujud nantinya sudah terjamin. Selain itu akan menjamin kenyamanan saat salat dengan adanya sajadah yang terjamin kebersihannya tesebut.
Di samping fungsinya yang penting itu, saya coba melihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Ini tidak lepas dari bentuk dan ukuran dari sajadah tersebut. Yang banyak dipakai di tempat saya adalah ukuran yang cukup besar, dan cocok digunakan untuk salat sendirian. Mengapa demikian? Karena kalau dipakai di masjid atau musala maka akan berpotensi memperlebar jarak saf salat berjamaah. Dengan memakai sajadah yang ukurannya agak besar seolah sudah mengkapling are tersebut untuk si pemilik sajadah. Sehingga jamaah yang lain akan malu menempati, di sinilah saya melihat justru dampak yang tidak baik dengan danya sajadah ini, saf salat akan menjadi lebar jaraknya natar jamaah yang satu dengan yang lainnya. Hal ini sering saya amati saat salat jum;at di masjid di lingkungan saya. Oleh karenanya perlu bijak dalam memilih ukuran sajadah agar fungsi yang diharapkan justru tidak merusak kerapatan saf salat berjamaah.

#Day18
#RWC2019
#OneDayOnePost

NUZULUL QURAN DAN MASYARAKAT LITERAT

- Wednesday, May 22, 2019 No Comments

Nuzulul Qur’an setiap tahun dirayakan oleh umat islam di berbagai belahan dunia, utamanya di Indonesia. Selain pengajian uraian hikmah turunnya Al-Qur’an, berbgaai lomba juga diadakan oleh remaja masjid. Tentunya semuanya adalah kegiatan yang sangat baik, mengingat AL-Qur’an merupakan kitab suci bagi ummat Islam. Sehingga peristiwa turunnya perlu diperingati serta diambil hikmahnya, apalagi bagi generasi muda islam agar tidak lupa dengan Al-Qur’an serta isinya.
Melihat perkembangan perilaku warganet yang banyak menyebar kabar bohong (hoax), yang di dalamnya juga sebagian besar muslim, perasaan pesimis muncul terhadap manfaat peringatan nuzulul Qur’an tersebut. Bagaimana tidak, dari sekian lama peringatan ini belum juga memberikan efek meneladani Al-Qur’an sebagai pegangan hidup ummat Islam. Tidak perlu isi yang sekian banyak di dalam kitab suci ini, karena butuh ahli yang bisa menerangkannya, tapi cukup kita tarik pelajaran dari ayat pertama yang turun. Iqra’, bacalah, merupakan ayat yang pertama turun kepada Rasulullah. Dalam banyak tafsir, kata bacalah, tidak hanya mengacu kepada perintah Allah terhadap Rasul untuk membaca, namun lebih jauh ditafsirkan ke dalam bagaimana membaca dan memahami alam dan lingkungan manusia.
Ditarik ke ranah yang lebih teoritis, ayat yang pertama turun ini adalah erat kaitannya dengan literasi. Tidai hanya sekedar literasi teks semata namun jauh lebih bagaimana pemahaman terhadap apa yang dibaca. Apabila peringatan Nuzulul Qur’an ini betul-betul diarahkan untuk peningkatan literasi masyarakat dengan mengedepankan tabayyun dulu terhadap informasi yang diterima, maka ruang media social kita akan bisa lebih ramah. Tidak ada lagi berita bohong yang disebarkan, karena masyarakat kita lebih literat dengan mengedepankan membaca dan memahami. Tidak hanya sekedar like dan share. Ke depan, hikmah peringatan Nuzulul Qur’an diharapkan bisa melahirkan masyarakat yang literat, masyarakat yang mempunyai pemahaman tinggi terhadap informasi yang diterima. Semoga.  
           
#Day17
            #RWC2019
            #OneDayOnePost   

MERAJUT KEBERSAMAAN MELALUI BUKBER

- No Comments


Bulan Ramadan merupakan salah satu kesempatan untuk menjalin kebersamaan dengan berbagai kalangan. Ajang buka puasa bersama atau bukber menjadi peluang yang paling banyak dimanfaatkan untuk berkumpul dengan banyak kalangan. Dari keluarga besar, teman sekolah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Karena selain dengan keluarga dipastikan akan jarang bisa bertemu pada saat lebaran nanti. Biasanya sepuluh hari terakhir paling banyak digunakan oleh orang-orang untuk bukber.
Di keluarga saya, momen bukber ini yang ditunggu-tunggu oleh kami sekeluarga. Pada saat inilah berkumpul semua saudara beserta anak-anaknya. Tentu menjadi saat-saat yang dinanti-nanti oleh Ibu, karena bisa melihat semua anak dan cucunya berkumpul. Hampir tidak ada yang absen pada saat bukber ini. Entah sudah berapa tahun kegiatan ini kami adakan. Momen kebersamaan ini begitu terasa, mulai dari sholat magrib berjamaah, makan bareng, lalu shoat isya dan tarawih bersama, seolah mejadi rangkaian kegiatan yang terus merajut kebersamaan kami. Sehingga kedekatan kami pun terus terjalin dengan baik pada bulan-bulan berikutnya. Oada tahun ini tentu akan semakin terasa sempurna, karena anggota bukber bertambah dengan kehadiran satu orang anggota keluarga baru. Dan insya Allah tahun depan akan bertambah juga dengan lahirnya cucu untuk Ibu.
Selain dengan saudara-saudara, dua tahun terakhir bukber juga coba saya inisiasi bersama sepupu-sepupu dari garis Bapak. Alhamdulillah sangat berkesan, waluapun tinggal berdekatan, namun momen kebersamaan ini tentu sangat berarti, walaupun sekali waktu makan bersama sering kami adakan di luar Ramadan. Di luar bukber dari keluarga saya, dua bukber bersama kelaurga dari pihak istri juag sudah dua kali dilakukan, tentunya ini menambah agenda bukber di bulan puasa ini. Belum lagi satu bukber yang sangat berkesan bagi saya kemarin adalah bukber dengan kawan-kawan laumni FMN. Kami berkumpul dengan alumni-alumni yang dulunya pernah tergabung dalam satu organisasi. Selain bukber juga dilakukan diskusi untuk tukar pendapat bagaimana alumni ke depan.
Rangkaian bukber di atas tentunya akan membuat ikatan yang sudah terjalin akan semakin erat. Tergantung bagaiamana kita merangkai acara tersebut agar betul-betul bisa menjadi ajang kebersamaan. Sehingga ikatan slaturahim yang sudah lama terjalin akan terus terjaga sampai seterusnya.
#Day16
#RWC2019
#OneDayOnePost    

LEBARAN TOPAT

- Tuesday, May 21, 2019 No Comments


Dalam tradisi masyarakat muslim di Indonesia ketupat merupakan makanan khas saat merayakan Idul Fitri. Hidangan ini akan menjadi ciri khas jamuan saat lebaran bagi sebagian besar muslim di Indonesia untuk menggantikan nasi lengkap dengan lauk opor ayam dan yang lainnya. Ketupa memang sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia. Sehingga, saking kuat ciri khas lebaran dengan ketupat maka tidak jarang gambar ketupat dengan berbagai design melengkapi ucapan selamat lebaran yang bertebaran di tempat-tempat umum maupun di dunia maya.
Untuk masyarakat di kampung saya, dan umumnya di Lombok, saat hari Raya Idul Fitri, ketupat tidak menjadi hidangan khas pada hari itu. Hidangan yang disajikan kebanyakan adalah nasi dan lauknya, bisa opor dan lainnya. Ketupat akan menjadi hidangan yang khas malah pada hari Lebaran Topat (Topat = bahasa Sasak untuk Ketupat). Acara yang diadakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal ini akan ramai oleh hidangan ketupat lengkap dengan lauk khasnya. Menurut keterangan, Lebaran Topat ini dimaksudkan sebagai perayaan lebaran bagi mereka yang puasa sunnah syawal. Dirayakan di Musholla atau di Masid dengan makan bersama yang didahului dengan Zikir dan Do’a bersama warga sekampung.
Lebih jauh berbicara mengenai ketupat atau topat, bagi masyarakat Lombok, mungkin juga daerah lain di Indonesia, ketupat tidak hanya ditemukan pada momen khusus. Namun ketupat ini sering ditemukan sehari-hari. Malah ketupat ini menjadi makanan pennganti nasi saat pagi atau sore. Biasanya dimakan dengan makanan khas Lombok yaitu, plecing kangkung. Demikianlah ketupat di tengah masyarakat Lombok, tidak hanya sekedar sajian khas idul fitri tetapi juga sesekali menjadi makanan pengganti nasi.
#Day15
#RWC2019
#OneDayOnePost  

MUBAZIR, INDAHMU TERTUTUP

- Monday, May 20, 2019 No Comments


Sudah menjadi sifat manusia bahwa merasa senang pada keindahan. Sehingga wajar jika keindahan pun berusaha dihadirkan dalam setiap ruang kehidupan manusia. Keindahan tidak hanya pada tata ruang public, namun pada area pribadi pun tentunya akan berusaha dibuat seindah mungkin. Pada area public seperti tempat ibadah pun tidak luput dari bentuk yang dibuat seindah mungkin. Sejarah sudah membuktikan ini di Indonesia, dengan banykanya tempat ibadah berbagai agama dibuat seindah mungkin.
Pada umat islam, keindahan masjid sebagai tempat ibadah pun tidak luput dari sentuhan tangan-tangan yang bertugas untuk mempercantik bangunannya. Salah satu bagian yang tentunya dipercantik adalah keramik masjid. Dengan area yang cukup luas dan langsung kena pandangan maka keramik masjid menjadi perhatian saat pembangunan masjid. Hal ini juga tentunya sesuai dengan tuntutan bahwa tempat ibadah harus bersih dan nyaman ditempati.
Namun menurut penulis, sebagaimanapun indahnya keramik masjid akan terasa mubazir. Bagaimana tidak, keramik masjid yang indah pada sebagian masjid akan tertutup oleh karpet yang digelar oleh pengurus masjid. Maka keindahan keramik tadi akan tertutup rapat tanpa bisa dilihat lagi. Maka keindahan keramik masjid akan tertutup oleh karpet maupun permadani yang tidakkalah indahnya dengan keramik masjid tadi. Maka ini penulis simpulkan sebagai hal yang mubazir, setelah menutup lantai dengan keramik yang bagus, yang tentunya juga mahal, pada akirnya akan tertutup oleh karpet juga.
#Day14
#RWC2019
#OneDayOnePost    

SETAN LIBUR

- Sunday, May 19, 2019 No Comments


Beberapa waktu terakhir ini jagat dunia maya dan pemberitaan di media ramai dengan munculnya setan. Setan yang dimaksud di sini adalah setan gundul yang dikaitkan dengan hiruk-pikuk Pemilihan Umum, utamanya Pemilihan Presiden 2019. Munculnya setan gundul berawal dari cuitan seorang politisi di akun Twitternya. Maka seketika banyaklah yang membahas tentang setan gundul ini. Maka Si Setan pun menjadi viral dan menjadi perbincangan.
Kalau melihat konteks dari cuitan tersebut, saya menyimpulkan bahwa setan gundul yang dimaksud adalah masih sesuai dengan karakter setan sesungguhnya. Bahwa setan gundul ini memberikan bisikan yang menyesatkan kepada seseorang. Sejatinya memang demikianlah apa yang diketahui tentang setan. Dalam ajara agama, utamanya Islam, maka setan ini merupakan musuh yang harus dialwan. Karena pernyataan perang yang dari pemimpinnya dulu adalah bagaimana agar terus berupaya untuk membisikkan hal-hal yang menyesatkan bagi manusia.
Pada bulan Ramadan ini tentunya kita tidak akan menerima bisikan-bisikan setan gundul selama berpuasa. Karena dalam hadits diriwayatkan bahwa pada bulan Ramadan setan dibelenggu sehingga tidak bisa melakukan kebiasaannya menggoda manusia. Namun, bukan berarti godaan akan hilang begitu saja, manusia akan tetap mendapat bisikan hawa nafsu untuk berbuat yang dilarang oleh agama. Oleh karenanya, berpuasa memang betul-betul untuk berlatih menahan diri dari bisikan hawa nafsu karena tidak ada lagi bisikan setan gundul karena sedang libur.

#Day13
#RWC2019
#OneDayOnePost

AJARAN CINTA RAMADAN

- Saturday, May 18, 2019 No Comments


Perintah melaksanakan puasa pada bulan Ramadan tidak hanya sebagai bentuk penghambaan diri manusia terhadap Sang Pencipta. Lebih jauh puasa sebagai madrasah yang baik dalam rangka melatih manusia untuk mengendalikan diri agar bisa lebih sabar. Selain itu, puasa juga akan melatih seseorang agar peduli terhadap sesame, terutama mereka yang hidup kekurangan secara materi.
Dengan menahan lapar dan dahaga sehari penuh maka secara langsung seseorang yang berpuasa akan merasakan langsung bagaimana rasanya menahan lapar. Dengan demikian maka penderitaan sebagian orang yang hidup kekurangan bisa dirasakan langsung. Maka dari sini akan timbul rasa kepedulian terhadap mereka yang hidup kekurangan. Kepedulian kita ini kemudian akan berkembang menjadi cinta dan kasih saying terhadap mereka. Salah satu cara menunjukkan cinta dan kasih kita kepada meraka adalah dengan menyisihkan sebagian harta untuk kita berikan kepada mereka melalui infaq, sodaqoh, dan zakat.
Ajaran Ramadan agar peduli terhadap kehidupan sosial ini tentunya akan terus menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama. Karena orang yang cinta terhadap seseorang maka akan selalu berusaha menunjukan kepedulian kepada orang yang dicintai. Maka secara langsung, puasa Ramadan akan menumbuhkan cinta dan kasih kepada sesama yang kekuarangan dan juga anak yatim piatu. Sehingga puasa tidak hanya melatih diri agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik tetapi juga menumbuhkan cinta terhadap sesama, dengan menumbuhkan kepedulian bagi orang yang berpuasa. Maka salah satu indicator keberhasilan madrasah Ramadan adalah meningkatnya rasa cinta seseorang terhadap ora g lain yang hidup kekurangan dan yatim piatu.  

#Day12
#RWC2019
#OneDayOnePost  

SAHABAT

- Friday, May 17, 2019 No Comments


Pada perjalanan hidup yang kita tempuh sejak balita tentunya akan bertemu dengan orang lain di luar keluarga. Orang lain tesebut nantinya akan menjadi teman sepermainan, kemudian bisa saja jadi teman sekolah. Sudah barang tentu akan terjalin kedekatan dengan orang tertentu, tergantung apakah merasa nyaman atau tidak. Kemudian pada perjalanannya, kita akan bertemu lagi dengan banyak orang lainnya, sehingga akan terjalin banyak ikatan pertemanan.
Tidak semua teman akan terjalin ikatan kedekatan yang erat antar satu sama lainnya. Maka bagi yang terjalin kedekatan dengan erat akan kita jadikan teman baik, mereka akan menjadi sahabat baik kita. Sahabat inilah pada perjalanan hidup kita akan menemani selain anggota keluarga. Sahabat akan menjadi tempat berbagi, berkeluh kesah kita selain dengan keluarga. Tidak jarang akan lebih terasa nyaman dengan sahabat untuk bercerita tentang suka dan duka yang kita alami.
Demikian juga yang saya alami selama sejak bisa bergaul dulu. Ada sahabat sejak ada di bangku sekolah dasar, sampai sekarang pun tetap terjalin dengan baik. Hampir setiap jenjang pendidikan, saya mendapat sahabat yang sangat dekat dengan saya. Sampai bangku kuliahpun saya mendapat sahabat yang sangat dekat. Keberadaan mereka ini seperti saudara, malah pada saat tertentu akan lebih dekat daripada keluarga. Maka sangat penting untuk terus memperbanyak sahabat dan menjaga agar tetap terjalin dengan baik. Karena sesungguhnya  mereka adalah bagian dari keluarga kita walaupun tidak bertalian darah.
#Day11
#RWC2019
#OneDayOnePost    

MANUSIA PARIPURNA

- Thursday, May 16, 2019 1 Comment


Dalam kehidupan manusia di dunia ini tentunya membutuhkan bimbingan bagaimana menjalani hidupnya dengan baik. Untuk melaksanakan tugas membimbing tersebut maka dijadikanlah seseorang dari tiap kaum untuk menjadi pembimbing dalam pada masnya. Demikianlah yang dipercayai oleh semua umat manusia terlepas dari agama apa yang dianutnya. Keberadaan seorang pembimbing yang merupakan role model pasti ada, dan dalam Islam disebut dengan Rasul. Rasul adalah manusia yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran kebenaran dalam bentuk wahyu di muka bumi.
Selain menjadi penyampai ajaran ajaran kebenaran, Rasul juga merupakan suri teladan yang baik. Tidak cukup dengan hanya memberikan ajaran saja, namun contoh langusng pun dibuthkan agar manusia bisa mencontoh secara langsung. Maka dalam diri Rasul itu sudah ada contoh bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari. Baik itu dari segi ibadah kepada Sang Pencipta juga bagaimana pergaulan hidup sehari-hari antar manusia.
Bagi umat islam, sebagai umat akhir jaman, sudah ada Muhammada SAW sebagai role model yang harus diikuti bagaimana menjalani hidup sehari-hari. Pada diri Muhammad, rasulullah sudah ada contoh dalam segala segi kehidupan di muka bumi ini. Maka tidak ada model manusia selain Muhammad SAW yang menjadi contoh terbaik. Muhammad adalah sosok manusia paripurna yang menjadi teladan terbaik, tidak hanya bagi umat islma namun seluruh umat di muka bumi. Maka agar dapat selamat di dunia dan hari akhir nanti, tidak ada lain bahwa harus melakukan apa yang disampaikan oleh Rasulullah, sebagai penyampai ajaran Allah di muka bumi ini.
#Day10
#RWC2019
#OneDayOnePost       

SHOLAWAT GEMBIRA

- Wednesday, May 15, 2019 No Comments


Ummat islam diperintahkan untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk mendoakan keselamatan kepada beliau. Namun secara langsung dengan membaca sholawat maka kita mendoakan diri kita langsung agar selamat nanti hari akhir. Karena dalam berbagai keterangan, ketika kita membaca sholawat maka Allah juga akan membalas dengan sepuluh kali lipat. Tentu ini menunjukkan bahwa sholawat adalah amalan yang sangat mulia.
Pada bulan Ramadan, pembacaan sholawat juga sering dibaca di sela-sela salat tarawih. Biasanya pembacaan sholawat ini dipimpin oleh satu orang yang telah ditunjuk. Hal ini menjadi suatu kegembiraan tersendiri bagi jamaah salat tarawih saat pembacaan sholawat. Di daerah saya, tidak jarang jamaah yang ada di tempat sholawat tarawih membaca sholawat dengan suara yang nyaring. Ini membuat salat tarawih menjadi semarak, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa membaca sholawat ini dengan riang gembira. Sehingga ini mnejadi daya tarik tesendiri bagi golongan muda dan anak-anak untuk mengikuti salat tarawih. Karena dengan ikut salat tarawih maka akan banyak membaca sholawat, tentunya mereka lakukan dengan riang gembira.
Terlepas dari waktu pembacaan sholawat ini, sudah barang tentu balasan kepada orang yang membacanya begitu besar. Oleh karenanya ummat islam dianjurkan untuk banyak membaca sholawat ini agar mendapat kebaikan dari padanya. Di antaranya adalah seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa keslematan diberikan kepada mereka yang membaca sholawat kepada Nabi.      


#Day9
#RWC2019
#OneDayOnePost

RINDU RUMAH

- Tuesday, May 14, 2019 No Comments

Bulan Ramadan ini tiba-tiba mengingatkanku saat-saat berada jauh dari rumah. Dua Ramadan yang lalu, yakni tahun 2016 dan 2017 saya tidak di rumah. Pada saat itu saya melewati sebagian besar hari-hari Ramadan di Kota Pahlawan. Dari tahun 2015 sampai dengan 2017 saya dapat kesempatan belajar di kota tersebut. Sehingga bisa melewatkan dua Ramadan di sana, puasa di rantau. Tentu sangat berbeda dengan puasa saat di rumah sendiri.
Pada saat di Surabaya selama dua tahun itu, memang menjadi pengalaman pertama menjadi anak kos. Jauh dari rumah mengajrakanku bagaimana rasanya rindu rumah. Apa lagi saat puasa, yang mana saat-saat yang biasanya berkumpul di rumah. Seperti layaknya anak rantau, tentunya akahir-akhir puasa akan sanat dirindukan karena bisa pulang. Saat di mana banyak acara buka puasa bareng dengan keluarga dan teman-teman. Hal inilah yang semakin membuat saya yang anak rantau saat itu sangat rindu rumah. Ingin rasanya menyelsaikan semuanya saat itu dan segera pulang.
“Merantaulah agar engkau mengerti alasan kenapa harus pulang”. Kalimat ini sangat tepat dengan apa yang saya rasakan. Bagaiamanapun nyamannya di daerah orang lain, maka akan lebih nyaman ketika di rumah sendiri. Pengalaman dua tahun di Surabaya cukup memberikan gambaran akan kalimat di atas. yang biasanya selalu di rumah, pada saat jauh dari rumah tentu akan terasa sekali kerinduan berada di rumah. Bagaiamanapun rumah memang menjadi tempat paling nyaman setelah sekian lama melanglang buana di daerah lain.
#Day8
#RWC2019
#OneDayOnePost 

JANGAN NILAI SESUATU DARI LUARNYA SAJA

- Sunday, May 12, 2019 1 Comment


Bagi masyarakat Lombok yang sangat akrab dengan makanan pedas, apalagi dalam hal sambal, maka salah satu nahan yang tidak bisa terlupakan adalah terasi. Begitulah, sambal tanpa terasi tentu akan kurang sedap terasa. Sehingga dalam setiap pembuatan bumbu masakan, hampir selalu terasi tidak pernah ketinggalan. Bahan bumbu yang terbuat sebagian besar dari udang ini memang ampuh untuk memberikan rasa yang enak untuk sambal. Sehingga wajar saja, masyarakat Lombok senang sekali memakai terasi xebagai campuran sambal maupun bumbu masakan.
Sensasi enak dari terasi pada sambal maupun bumbu justru bertentangan dengan bau yang cukup menyengat. Ironis memang, tidak disangka bahwa dalam bau yang cukup menyengat ini tersimpan bahan yang membuat sambal terasa enak. Sempat juga, karena bau yang tidak sedap ini, tempat pembuatan terasi ini menjadi ejekan bagi penduduknya. Ketika menyebutkan tempat pembuatan terasi ini sebagai asal seseorang maka akan timbul nada yang mengejek karena daerahnya terkenal dengan bau terasi. Teman SMA saya banyak yang mengalami ini lantaran mereka berasal dari daerah penghasil terasi. Padahal, tanpa disadari oleh yang mengejek bahwa, mereka tidak akan enak makan tanpa adanya terasi sebagai bahan pembuat sambal maupun bumbu makanan mereka.
Memang kadang demikianlah yang terjadi di sekitar kita. Penilaian luar terhadap sesuatu membuat kita lupa akan apa yang ada di dalamnya. Seperti terasi, bau yang tidak sedap jadi bahan ejekan sehingga melupakan manfaat besarnya terhadap sambal maupun masakan yang kita makan. Oleh karenanya, tidak sepantasnya kita buru-buru memberikan penilaian terhadap yang nampak dari luar saja, namun perlu kita dalami dan sadari bagaimana manfaat yang dierikan dari segi yang lain. Dari kasus terasi ini, cukup memberikan pelajaran akan hal tersebut. Sehingga kita bisa saling menghargai satu sama lain.
#Day7
#RWC2019
#OneDayOnePost  

WUDU: DI ANTARA IBADAH DAN KESEHATAN

- Saturday, May 11, 2019 No Comments


Dalam agama islam bersuci merupakan pelajaran pertama setelah menyatakan keimanan. Ini menggambarkan bagaimana Islam mementingkan soal kebersihan tubuh bagi pemeluknya. Bersuci juga merupakan syarat sahnya seorang muslim melakukan ibadah. Itulah sebabnya sebelum melaksanakan ibadah seorang muslim diharuskan untuk bersuci. Misalnya, sebelum sholat harus wudu untuk membersihkan hadas kecil. Tanpa wudu terlebih dulu maka sholat pun tidak akan sah. Begitulah tuntunan Islam yang pasti diketahui dan dijalankan oleh umat muslim.
Dalam tuntunan wudu, hanya tujuh anggota badan yang dibersihkan. Empat bagian di antaranya wajib dan tiga lainnya sunnah. Megnapa hanya tujuh anggota badan saja yang dibersihkan? Menurut keterangan ulama bahwa tujuh anggota inilah sumber masuknya dosa manusia. Sehingga tujuh anggota inilah yang sering dibersihkan melalui ritual wudu. Dengan demikian maka wudu ini tidak hanya untuk membersihkan kotoran yang tampak saja, tetapi kotoran yang tidak tampak pun bisa dibersihkan.
Tidak hanya saat akan melaksanakan ibadah saja diharuskan untuk berwudu. Namun beberapa kegiatan sehari-hari pun umat muslim dianjurkan untuk berwudu. Ini untuk tetap menjaga seorang muslim dari kemungkinan berbuat dosa. Selain itu juga erat kaitannya dengan menjaga kebersihan seperti yang dianjurkan oleh para medis. Seperti sebelum tidur kita dianjurkan untuk mencuci kaki, karena manfaatnya besar bagi kesehatan kita. Ajaran islam justru lebih jauh lagi bahwa umat muslim dianjurkan untuk berwudu sebelum tidur. Tidak hanya mencuci kaki saja, melainkan mencuci tujuh anggota badan. Tentu ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan secara lahiriah saja, namun lebih jauh bahwa terkandung maksud untuk menjaga seorang muslim tetap suci saat tidur. Sehingga dia selalu terlindungi sejak tidur sampai bangun. Demikianlah sekian banyak manfaat wudu dalam kehidupan sehari-hari kita, baik untuk kebersihan lahiriah tetapi juga untuk keberishan batiniah.   
#Day6
#RWC2019
#OneDayOnePost

LOMBA TARAWIH

- Friday, May 10, 2019 1 Comment


Salat Tarawih merupakan salat yang hanya dilakukan saat bulan Ramadan. Walaupun hukumnya sunah, namun sangat dianjurkan. Sehingga bagi penulis sendiri salat ini serasa wajib. Di samping salat ini hanya bisa dilakukan pada bulan Ramadan saja, namun dengan balasan yang sangat istimewa pada tiap malamnya maka salat ini tentunya rugi jika ditinggalkan.
Terdapat perbedaan dalam jumlah rakaat salat tarawih dalam pelaksanaannya oleh umat muslim. Ada yang 20 rakaat dan ada yang 8 rakaat. Masing-masing punya dasar yang kuat. Bagi yang melaksanakan 20 rakaat dan 3 witir, tentunya akan membutuhkan waktu lebih lama. Namun, sebaliknya, justru saya merasa dengan alasan jumlah rakaat yang banyak ini pelaksanaannya dipercepat agar waktunya tidak terlalu lama. Inilah titik lemahnya bagi sebagian umat muslim yang mengerjakan 20 rakaat. Bacaan dan gerakan dipercepat, yang akhirnya terkesan memburu jumlah rakaat yang banyak namun rukun salat banyak yang kurang sempurna. Hal ini lantaran imam membaca dengan cepat dan setiap gerakan juga dipercepat.
Di tempat tinggal saya dan sekitarnya, mungkin juga di daerah lain, sholat tarawaih ini terkesan adu cepat antar Musala atau masjid. Hal ini terasa sekali, mengingat setiap kampung mempunyai langgar atau musala  masing-masing. Dilengkapi dengan pengeras suara dengan jangkauan yang luas, maka akan diketahui musala mana yang selesai lebih dulu. Di sinilah terkesan ada adu cepat salat tarawih. Sayangnya, masih banyak jamaah yang menentukan pilihan, akan salat di mana tergantung tingkat kecepatan imam salat.
  Dengan tingkat kecepatan yang berbeda, justru timbul dampak negatifnya, saat satu musala sudah selesai, kemudian di tempat yang lain masih berlangsung maka akan cukup terusik dengan suara dari pengeras suara. Bisa jadi konsentrasi berkurang karena suara dari musala yang lain. Juga jamaah salat tarawaih akan terganggu konsentrasi karena ingin cepat-cepat selesai lantaran msuala yang lain sudah selesai. Padahal dalam tuntunannya, agama tidak mengharuskan salat tarawih dikerjakan dengan cepat, karena justru akan membuat pengerjaannya kurang sempurna dari segi bacaan dan rukun. Namun kita patut bersyukur, bahwa banyak jamaah yang sudah mulai sadar bahwa salat tarawih tidak harus cepat. Justru mereka merasa nyaman saat tarawih dilakukan dengan pelan, sehingga mereka tidak merasa lelah dengan gerakan yang cukup cepat. Terutama bagi jamaah yang sudah berusia tua. Semoga semakin banyak imam dan jamaah salat tarawih yang sadar bahwa rukun dan bacaan sempurna menjadi sayarat bagi tercapainya imbalan yang dijanjikan oleh Allah bagi hambanya yang mengerjakan salat tarawih. Sehingga ke depan, tidak ada lagi adu cepat salat tarawih antar musala maupun masjid di daerah saya. Aamiin
#Day5
#RWC2019
#OneDayOnePost 

NGABUBURIT YANG DIRINDUKAN

- 1 Comment

Salah satu kegiatan yang khas dengan bulan Ramadan adalah ngabuburit. Kegiatan ini dilakukan dengan banyak cara, tergantung usia dan kondisi lingkungan. Ada yang melakukannya hanya sekedar nongkrong bareng di area sekitar kampung, di pinggir jalan, atau ada yang pergi ke suatu tempat. Tempat yang dikunjungi biasanya terdapat keramaian. Sesuai dengan makna yang berkembang di masyarakat, bahwa kegiatan ini memang ditujukan untuk menunggu datangnya petangnya. Mengisi waktu untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Saat ini tiba-tiba Saya merindukan kegiatan ngabuburit ini. Tidak terasa sudah lama kegiatan ini tidak saya lakukan di luar rumah. Tentu sangat berbeda dengan ngabuburit anak jaman sekarang yang duduk sambil main game dengan di gawai mereka yang canggih. Dulu, ngabuburit ini kami lakukan beramai-ramai dengan kelompok pemuda. Dengan mengendarai motor kami konvoi keliling area sekitar kecamatan, namun tetap tertib dan santai. Kebersamaan begitu terasa di antara kami. Dan inilah yang sangat saya rindukan. Namun, sepertinya tidak mungkin untuk diulangi.
Meskipun terkesan hedon, namun ngabuburit ini menjadi sarana hiburan bagi kalangan remaja maupun golongan tua. Hal ini juga diperlukan mengingat seharian melakukan aktifitas sembari puasa. Namun tentu masih ada alternative lain yang terkesan lebih bermanfaat lagi untuk menunggu waktu berbuka puasa, yaitu memperbanyak aktifitas ibadah. Dari pada diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat dan justru mengurangi nilai ibadah puasa.     


KOLAK

- Thursday, May 9, 2019 1 Comment


Kolak merupakan makanan khas di Indonesia yang hampir bisa kita temui di setiap daerah. Bahannya yang sederhana dan cara pembuatannya yang mudah, membuat jenis makanan ini banyak diminati orang, tentunya juga dengan rasanya yang enak. Walaupun hampir merata di setiap daerah, namun masing-masing tempat punya ciri khas dari bahan utama pada kolak ini. Ini tergantung dari hasil bumi apa yang ada di daerah tersebut yang bisa diolah menjadi kolak.
Menu kolak akan banyak dijumpai pada saat bulan Ramadan. Jenis makanan ini dimasukkan ke dalam menu takjil berbuka puasa bagi umat islam yang berpuasa. Kolak digunakan sebagai menu pembuka saat berbuka puasa karena rasanya yang manis dan hal bisa saja sesuai dengan anjuran bagi yang berpuasa untuk berbuka puasa dengan yang manis-manis. Banyak variasi menu kolak pada bulan Ramadan yang bisa ditemui, di antaranya, kolak ubi, pisang, labu, singkong, kolang-kaling, dan lain-lain. Tinggal penikmatnya mahu pilih jenis bahan yang mana tergantung selera.
Pada hari-hari biasa mungkin kolak ini hanya menjadi makanan rumahan. Dan tidak sering dibuat sebagai makanan ringan menemani sajian saat ada acara. Namun berbeda dengan bulan Ramadan, kolak akan banyak kita jumpai baik yang dibuat di rumah maupun ditemukan di pusat jajanan takjil puasa. Secara langsung yang awalnya hanya makanan rumahan bisa menjadi bahan jajanan pasar yang laris manis. Tentunya ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat yang menjual takjil pada bulan Ramadan. Maka kolak ini sekaligus menjadi berkah Ramadan bagi muslim yang menjalankan puasa dan penjual kolak.   

#Day3
#RWC2019
#OneDayOnePost

SIROP DAN RAMADAN

- Tuesday, May 7, 2019 1 Comment


Tidak berlebihan jika muncul guyonan yang mengatakan, “jika dia sudah muncul di TV, niscaya Ramadan tidak akan lama lagi”. Jika diperhatikan memang guyon tersebut ada benarnya. Saat menjelang dan selama bulan Ramadan maka ruang visual kita di TV akan ramai dengan iklan jenis minuman sirop. Sirop, atau lebih sering disebut sirup oleh masyarakat akan wara-wiri di iklan televisi para pemirsa saat mendekati bulan Ramadan. Sehingga sirop seolah-olah lekat dengan aktifitas puasa kaum muslim di Indonesia.
Jika melihat data yang dilansir oleh Adsensity, salah satu merek dagang Sirop yakni, Marjan, menjadi brand yang paling terkenal pada akhir april dan minggu pertama Mei. Ini menunjukkan bahwa penetrasi iklan merk Marjan sangat kuat di ruang visual pemirsa TV. Tercatat pada 7 Stasiun TV Swasta menampilkan iklan sirop ini paling sering dibanding dengan merk dagang sirop yang lainnya. Dari keseluruhan data, baik total durasi dan banyaknya penayangan maka merk Sirop Marjan merajai iklan sirop di TV.
Dari data yang ditampilkan di atas, tentu berimbas pada penjualan produk tersebut. Dengan demikian maka bisakah kita simpulkan bahwa sirop begitu lekat dengan aktifitas puasa? Hal ini dapat dijawab dengan berbagai data yang disajikan bahwa penjulan beberapa produk termasuk salah satunya sirop meningkat pada bulan Ramadan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa sirop sangat lekat dengan bulan Ramadan di mana permintaan akan sirop meningkat. Hal itu dikarenakan kebutuhan akan menu minuman dan olahan lain yang bisa dicampur dengan produk sirop ini. Pengalaman penulis bahwa, ketika Ramadan dan menjelang lebaran maka akan mendapat hadiah dari orang terdekat paket yang di dalamnya ada sirop. Demikian juga bingkisan yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta, hampir pasti akan ada sirop di dalamnya.

#Day2
#RWC2019
#OneDayOnePost        

SEKOLAH PUASA

- Monday, May 6, 2019 No Comments

Sudah jamak diketahui oleh muslim bahwa puasa merupakan aktfitas menahan diri baik dari hawa nafsu lahiriah manusia maupun dari sifat tercela. Orang yang berpuasa tidak hanya diwajibkan untuk menahan diri dari makan dan minum, namun lebih jauh untuk mengendalikan diri dari perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Sebagai kewajiban maka puasa ini tentunya akan mendapat imbalan dari Sang Khalik.

Dalam ajaran islam, puasa tentunya tidak hanya mengharuskan pengendalian diri pada saat bulan ramadhan saja, namun juga harus menjadi sarana untuk melatih diri untuk menjalani hidup setelah bulan Ramadhan. Sehingga bulan Ramadhan serinh disebut juga madras at al-shaum, sekolah puasa. Puasa diibaratkan menjadi masa belajar dan berlatih yang setelah keluarnya dari sekolah nanti bisa menerapkan hasilnya di kehidupan setelah keluar dari sekolah.

Layaknya sebuah sekolah tentunya akan melahirkan perubahan pada individu, yang mana dari yang tidak tahu menjadi tahu. Begitu juga dengan puasa diharapkan akan merubah individu yang menjalankan ibadah puasa menjadi lebih baik dari sebelum masuk ke sekolah puasa. Agar mendapatkan perubahan yang dimaksud tentunya tiap individu muslim harus menjalankan puasa sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, bulan Ramadhan merupakan sekolah terbaik untuk merubah seorang muslim menjadi individu yang taqwa sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 183, bahwa tujuan puasa adalah agar manusia menjadi taqwa. Sehingga tidak ada bulan lain yang bisa dijadikan sekolah sebaik bulan ramadhan, seperti apa yang disampaikan oleh Tuan Guru Bajang H. M. Zainul Majdi, “Kalau Ramdhan itu tidak bisa merubah kita lebih baik lagi, maka tidak ada bulan dan waktu lain yang bisa merubah kita. Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik agar mendapat manfaat dari sekolah puasa tersebut. 

#Day1
#RWC2019
#OneDayOnePost